Belang Bikin Sohor

Filed in Tanaman hias by on 06/06/2013 0 Comments

Anthurium jenmani lipstik koleksi Ir H Horas Pardomuan BatubaraKehadiran jenis variegata membuat anthurium terus diburu para penggemarnya.

Tanpa tawar-menawar, sepot anthurium jenmani tanduk variegata setinggi 0,5 meter terjual Rp15-juta. Bagi Padmo Rawito, si penjual, transaksi itu jelas kejutan. Itu harga tertinggi yang ia dapat selama 2 tahun terakhir.

 

Ir H Horas Pardomuan Batubara, kolektor anthurium di Ciputat, Tangerang, Banten, membeli anthurium itu tanpa pikir panjang. Sebab sosok anthos aura variegata itu memang indah. Warna kuning keemasan muncul di setiap helai daunnya yang kokoh dan kekar. Bentuk daunnya yang memanjang membentuk tajuk yang kompak. “Sosok anthurium jenmani variegata kini semakin indah, sehingga memancing minat pencinta anthurium untuk menambah koleksinya,” tutur Domu—sapaan akrabnya—yang mulai mengoleksi anthurium sejak 7 tahun lalu.

Tambah cantik

Domu sudah mengoleksi jenmani lipstik variegata di kediamannya. Sosok daun kompak melebar dengan warna putih di tepian setiap daun. Total jenderal alumnus Institut Teknologi Bandung itu mengoleksi seratus lebih pot anthurium belang. “Sosok anthurium indah, apalagi yang jenis variegata atau mutasi. Untuk mendapatkannya juga sulit,” kata Domu. Domu pernah hampir tertipu saat berburu anthurium variegata. Ia dikirimi foto jenmani variegata melalui ponsel. Di layar telepon genggam itu sosok tanaman sepertinya besar tetapi ketika didatangi, sosok tanaman itu masih kecil. “Untung belum transaksi,” kenangnya.

Karena indah dan sulit mendapatkannya, pantas jenis variegata selalu mendapat tempat di hati para penggemar anthurium. Kolektor anthurium di Muntilan, Jawa Tengah, Budi Tjahyana misalnya memiliki anthurium golden berwarna kekuningan seperti emas. Pada sebuah kontes di Salatiga, Budi pernah melelang dua pot anthurium belang koleksinya. Tak dinyana satu pot dengan 12 daun berukuran lebar 2 cm dan panjang 7 cm laku Rp9,5-juta. Sepot lagi berdaun 8 lembar malah laku Rp10-juta. “Meski jumlah daun lebih sedikit tetapi warnanya lebih bagus,” kata Budi. Padahal sebelum lelang, pemilik PO Ramayana itu memperkirakan tanaman hanya laku Rp3-juta per pot.

Nun di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Handry Chuhairi mengoleksi anthurium silangan black dragon dan wave of love putih variegata. Sosoknya memang membuat siapa pun terpana. Daun kekar bergelombang dengan bercak kuning keemasan sedikit semburat kehitaman khas black dragon. Untuk mendapatkan anthurium itu Handry harus merogoh kocek Rp5-juta lebih. “Variegatanya bagus, apalagi ia muncul tiga warna,” kata Handry.

Banyak dicari

Kehadiran si belang membuat bisnis anthurium yang meredup sejak 2007 kembali melaju. Pada April 2013 sebanyak 36 pot jenmani variegata milik Handry Chuhairi dibeli pedagang dari Jakarta dengan total transaksi Rp60-juta. “Padahal sebelumnya hanya laku 4—5 pot. Yang kecil dengan 3—4 daun dibeli Rp1-juta—Rp1,5-juta per pot, yang besar dengan panjang daun 20 cm terjual Rp5-juta—Rp20-juta per pot,” kata Handry. Beberapa bulan sebelumnya harga anthurium belang dengan 3—4 daun hanya Rp500.000—Rp750.000 per pot.

Anthurium jenmani nonvariegata dari koleksi Budi Tjahyana juga laris manis. Sebagai contoh selama 1,5 bulan terakhir terjual 3.000 pot. Sebelumnya hanya 1.500 pot per bulan. Harga jual rata-rata untuk tanaman berumur 8—12 bulan Rp30.000.

Nun di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, H Soekarno melepas sepot anthurium jenmani variegata miliknya Rp35-juta. Pembelinya hobiis dari Jakarta. Handry dan Budi menduga derasnya permintaan selama beberapa bulan terakhir ini karena adanya kebutuhan para pedagang untuk mempersiapkan keikutsertaan di pameran flora dan fauna di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat yang biasa diadakan di tengah tahun.

Harga terjangkau

Toh di luar itu, pasar anthurium memang menggeliat. Sejak setahun silam penjualan di nurseri Widjaya Orchid di Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, naik dari 10—20 pot menjadi 50-an pot. Nurseri itu menjual anthurium jenmani, sirih, dan keris.

Menurut Gunawan Wijaya pemilik nurseri, permintaan terhadap anthurium tetap tinggi karena, “Masyarakat semakin sadar kalau bagaimanapun  sosok  anthurium itu  memang bagus, variasi juga semakin beragam, ditambah harga murah.” Pembelinya adalah mereka yang hobi dan mencari anthurium sebagai hiburan. Gunawan menyebut penggemar baru itu adalah para eksekutif muda yang sibuk tapi mencari kesenangan dengan merawat anthurium.

Menurut juri nasional kontes anthurium asal Solo, Jawa Tengah Ginting Srikusmayadi, konsistensi para hobiis merawat tanaman koleksi dengan baik sehingga berpenampilan cantik bisa menjadi pemicu tren anthurium yang sempat meredup. Itu karena sang raja daun sejatinya memang mempesona. (Bondan Setyawan/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah dan Kartika Restu Susilo)

 

 

FOTO:

 

  1. Ir H Horas Pardomuan Batubara bersama anthurium variegata koleksinya
  2. Anthurium jenmani lipstik koleksi Ir H Horas Pardomuan Batubara
  3. Anthurium jenmani variegata asal Yogyakarta
  4. Anthurium jenmani tanduk variegata koleksi Pardomuan
  5. Anthurium silangan black dragon dan wave of love putih  variegata koleksi Handry Chuhairi
 

Powered by WishList Member - Membership Software