Basari Produksi Besar

Filed in Satwa by on 04/03/2013 0 Comments

Basari mampu hasilkan susu 3—4 liter/hari; PE 0,8—2 liter/hariBasari: 3—4 liter, PE: 0,8—2 liter per ekor per hari.

Namanya pendek: basari, tetapi produksinya tinggi. Basari akronim dari Babakanpalasari, sebuah wilayah di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, merujuk lokasi peternakan kambing perah miliki Bangun Dioro. Peternak yang mengelola lahan 9 ha itu membidani lahirnya basari sebagai hasil persilangan antara kambing saanen jantan dan PE alias peranakan ettawa betina.

 

Bangun Dioro silangankan saanen dan PE betina sejak 2002Kualitas susu basari seperti PEMenurut Dr Ir Akhmad Shodiq MScAgr, dekan Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, kambing saanen berasal dari lembah Saanen, Swiss bagian barat. Kambing terbesar di negeri Helvetika itu berbobot 90 kg dan tinggi 90 cm (jantan); bobot betina 60 kg dan tinggi 80 cm. Shodiq menyebutkan selain unggul sebagai pedaging, saanen juga unggul  sebagai penghasil susu. “Produksi susu mencapai 740 kg setiap masa laktasi,” kata doktor alumnus Universitas Kassel, Jerman, itu.

Satu : sepuluh

Pantas saja Bangun Dioro memanfaatkan saanen sebagai induk ketika menyilangkannya dengan peranakan ettawa. Menurut Bangun, susu peranakan ettawa lebih kental, gurih, dan manis. Sementara susu saanen bak hidangan kurang garam. Dengan penyilangan itu, Bangun berharap memperoleh keturunan yang berproduksi tinggi dengan kualitas susu  mumpuni.

Sejatinya Bangun mulai menyilangkan saanen dengan PE sejak 2002. Itu bermula saat bersua dengan sahabat dari Australia. Saat itu Bangun bercerita mengenai produksi susu kambing PE mencapai 1,5—2 liter per ekor per hari. Mendengar penuturan Bangun, sang teman mengeryitkan dahi karena seharusnya produksi kambing perah 8—12 liter per hari. Bangun kaget mendengar penuturan itu.  Saat itu sang teman menyebut saanen sebagai kambing perah potensial.

Menurut Bangun, ciri kambing perah berbulu tidak lebat. Bulu terlalu lebat berakibat asupan nutrisi guna pertumbuhan tersedot untuk pertumbuhan bulu sehingga produksi tidak maksimal. Ciri lain leher tidak terlalu panjang dan tidak bergelambir. Setahun berikutnya, Bangun menyilangkan pejantan saanen dengan betina PE. Pejantan saanen berkaki dan leher kokoh, badan panjang, buah zakar besar, serta bentuk kepala menyerupai rusa. Umur pejantan minimal 2 tahun.

Betina PE badan panjang, kaki dan leher kokoh, bentuk ambing menyerupai botol 2 biji, posisi badan belakang lebih lebar, dan berumur minimal 2 tahun. Indukan betina sebaiknya sudah melahirkan agar persentase kelahiran kembar lebih tinggi, Bisa di atas 60%,   dibanding yang belum pernah melahirkan. Selain itu produksi susu betina yang sudah melahirkan lebih banyak.

Perbandingan jantan dan betina 1 : 10. Artinya, satu jantan untuk 10 betina. Pejantan bisa dikawinkan 3 kali dalam sehari. Dari persilangan itu Bangun Dioro memperoleh 4 jantan dan 8 betina. Sayang, sosok hasil silangan pendek dan tidak setegap PE. Itu membuat Bangun patah arang dan tidak terlalu antusias. “Saya sudah terbius dengan tampilan PE yang tegap,” kata Bangun. Peternak terbaik se-Jawa Barat itu memberi nama hasil silangannya basari.

 

Produksi tinggi

Kambing basari jantan berciri tanduk pipih yang mengulir ke bagian belakang. Sementara betina mempunyai tanduk lurus ke belakang dengan sedikit mengulir di bagian atas.  Ia tetap memberikan perlakuan sama terhadap basari dan PE.  Pakan berupa hijauan yang terdiri dari 3 kg daun tarum, 1 kg daun singkong karet, 2 kg rumput gajah, dan 1 kg ampas tahu. Ia memilih daun tarum Indigofera sp lantaran mengandung protein tinggi, yakni  28—30%.  Selain itu, pria kelahiran 4 Desember 1971 itu juga menambahkan    1,5 kg  konsentrat berkadar protein 17%.

Rasa pesimististis yang menggelayuti benak Bangun perlahan sirna saat kambing basari berumur 1,5 tahun dan mengalami laktasi pertama. Produksinya mencapai        1,5 liter per ekor per hari. Sementara PE pada umur yang sama hanya menghasilkan 0,8 liter susu per ekor per hari.  Ketika laktasi kedua, umur 2,5 tahun, produksi basari melonjak menjadi 3 liter. Sementara PE berkisar 1—1,5 liter. Jika menghitung masa laktasi selama 120 hari, basari mampu menghasilkan 360 liter; PE 120 liter.

Dengan harga Rp25.000 per liter, seekor betina basari mampu menghasilkan Rp9-juta dalam satu masa laktasi. Bandingkan dengan PE hanya Rp3-juta. Soal kualitas susu, tidak ada perbedaan antara basari dan PE. “Kuncinya pada kualitas pakan,” kata Bangun yang kini mempunyai 60 ekor basari berumur 2—7 tahun. Sejak saat itu Bangun mulai giat memperbanyak basari.

Sapera

Berdasarkan pengalaman Bangun, produksi basari tergolong unggul. Pada umur  3—4   tahun,  basari menghasilkan 4 liter susu hasil 2 kali pemerahan, pagi 2,5 liter dan sore 1,5 liter. Ketika berumur 5 tahun, produksi basari meningkat menjadi 5 liter. Biasanya produksi menurun 3 liter per hari saat berumur 6 tahun. Namun, produksi itu tetap lebih tinggi daripada PE. “Tidak semua produksi basari  menurun, ada yang usia 6 tahun masih bisa menghasilkan8 liter,” kata Bangun.

Agus Susanto di Bogor, Jawa Barat, juga menyilangkan saanen dan PE untuk menghasilkan kambing perah dengan nama generik sapera alias silangan saanen dan peranakan ettawa itu. Nun di Surakarta, Jawa Tengah, Habib Abdillah Anis mempunyai  150 ekor sapera beragam usia. Menurut Isnan Ali, pengelola peternakan, produktivitas sapera lebih tinggi daripada PE. “Rata-rata 2,8 liter per ekor per hari,” tutur Isnan Ali. Saat laktasi pertama, sapera memproduksi 1,3 liter per ekor per hari.

Menurut Prof Dr I Ketut Sutama, periset di Balai Penelitian Ternak, persilangan saanen dan PE merupakan salah satu jalan pintas untuk meningkatkan produktivitas kambing perah. “Seleksi dalam rumpun peningkatkan mutu genetik yang diperoleh relatif kecil, 2—4% per tahun sehingga butuh waktu yang cukup lama untuk mencapai target perbaikan yang diinginkan,” ungkap Ketut.  Lewat kawin silang menghasilkan generasi unggul seperti basari mampu menghasilkan susu 2 kali lipat PE. (Faiz Yajri, kontributor  lepas Trubus di Jakarta)

 

Powered by WishList Member - Membership Software