Baper dan Lope Jengkol Top

Filed in Majalah, Sayuran by on 07/04/2019

Jengkol lope memiliki ukuran besar dan bercita rasa pulen.

 

Dua jengkol baru hasil eksplorasi. Mereka calon varietas unggul baru.

De gustibus non est disputandum. Peribahasa lawas itu bermakna tidak ada yang patut diperdebatkan menyangkut selera. Begitu pun kegemaran menyantap jengkol Pithecellobium lobatum. Bagi penggemar menu balado jengkol sangatlah nikmat. Cita rasa dan tekstur jengkol yang khas sukses membuat penggemarnya ketagihan. Buah jengkol kini juga kian berkelas. Beberapa restoran dan rumah makan menyuguhkan menu berbahan dasar jengkol.

Penampilan buah jengkol baper.

Di Indonesia, ada banyak sekali variasi jengkol. Musababnya, mayoritas masyarakat menanam jengkol dari biji. Oleh karena itu, jengkol banyak tumbuh di hutan-hutan desa, ladang masyarakat, dan daerah perbukitan. Keberagaman jengkol membuat peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika tertarik untuk mencari jenis jengkol terbaik. Wilayah eksplorasi di berbagai provinsi seperti Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bengkulu, Jambi, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Pulen

Sumatera Barat menyimpan ragam jengkol yang berpotensi sebagai calon varietas unggul. Lokasi penemuan jengkol unggul itu di Kabupaten Pesisir Selatan. Di lokasi penemuan itu peneliti tertarik dengan 2 aksesi jengkol yang berbeda karakter. Yang pertama, jengkol berukuran kecil yang disebut jengkol bareh oleh warga setempat. Bareh artinya beras merujuk pada ukuran jengkol yang kecil serupa beras. Yang kedua, jengkol berukuran besar yang disebut jengkol lokan. Kedua aksesi itu memiliki keunggulan masing-masing.

Masyarakat penggemar jengkol di Sumatera Barat sepakat menyebut jengkol bareh sebagai jengkol paling enak. Bareh memiliki buah berbentuk bulat ini dan bertekstur sangat pulen. Yang menarik, aroma bareh tidak begitu menyengat. Pohon induk tunggal bareh berumur kurang lebih 9 tahun dan telah berproduksi selama 4 tahun. Pohon dengan tinggi 11 meter itu memiliki daun majemuk. Setiap tangkai memiliki 4-6 helai daun.

Tim peneliti eksplorasi jengkol dari Balai Penelitian Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat.

Ukuran daun sangat bervariasi. Makin ke ujung tangkai ukuran daun kian besar. Bareh memiliki diameter biji 3,66—4,55 cm dan bobot 24,54—29,97 gram. Bagian bareh yang bisa dimakan sebesar 53,39­—55,00%. Setiap 100 gram jengkol bareh mengandung beragam nutrisi. Sebut saja protein (4,91—5,65 g), lemak (0,44—0,45 ), kadar abu (0,54—0,59 g), dan serat kasar (2,73—2,97). Kandungan lain berupa air (62,77—64, 49 %), amilosa (3,85 – 3,89 %), amilopektin (96,11—96,12 %), dan sulfur (18,51 ppm).

Sementara jengkol lokan memiliki buah yang sangat besar. Satu telapak tangan orang dewasa hanya bisa menampung 2 buah jengkol lokan. Oleh karena itu, jengkol lokan banyak dicari untuk diolah menjadi kerupuk. Kerupuk asal jengkol lokan berukuran lebih lebar dibandingkan dengan jengkol jenis lainnya. Lokan juga memiliki cita rasa pulen.

Pohon induk tunggal jengkol lokan berumur kurang lebih 11 tahun dan telah berproduksi selama 5 tahun. Pohon dengan tinggi 10 meter itu memiliki daun majemuk. Setiap tangkai daun memiliki 4—6 daun. Ukuran daun sangat bervariasi, makin ke ujung tangkai ukuran daun kian besar.

Proses identifikasi pohon induk.

Jengkol lokan memiliki buah berukuran besar berdiameter biji 3,60—4,50 cm dan bobot 23,95–32,52 gram, serta edible portion 46,76— 52,82%. Dalam 100 gram, jengkol lokan mengandung beragam nutrisi seperti protein (5,97– 7,60 g ), lemak (0,42 – 0,44 g), kadar abu (0,46 – 0,48 g ), serat kasar (2,77 – 3,15 g), air (69,14 – 70,52 %), amilosa (3,02 – 3,38 %), amilopektin (96,61 – 96,97 %), dan sulfur (11,54 ppm).

Kekinian

Kedua aksesi diberi nama kekinian agar mudah diingat. Para peneliti Balitbu memberi nama jengkol baper untuk mengganti jengkol bareh. Baper singkatan dari bareh pesisir. Adapun jengkol lokan berubah nama menjadi nama lope—singkatan dari lokan pesisir. Kabupaten Pesisir Selatan memang sohor sebagai sentra jengkol dan petai. Ketika panen raya penduduk menjual jengkol hingga Pekanbaru, Provinsi Riau. (Mega Andini, S.P., Affandi, S.P., M.Sc., Ph.D., Kuswandi, S.P., M.Si., peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Solok, Sumatera Barat)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software