Banyak Kaki, Tetap Berbuah

Filed in Buah by on 02/05/2011

 

Durian bhineka berasa manis pahitRakit BhinekaMestinya pada bulan-bulan itu di Alasmalang, Kemrajen bermunculan lapak penjual durian. Maklum kecamatan berjarak sepuluh kilometer dari kota Purwokerto itu salah satu sentra durian terkenal di Jawa Tengah. “Tahun sekarang tidak ada,” ujar Sarno.

Itu yang Trubus saksikan waktu mengunjungi kecamatan itu. Tidak terlihat buah berduri bergelayutan di pohon. Pemandangan serupa ditemui di sentra lain. Panen durian nihil. Tepi jalan raya menuju kota Wates, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DI Yogyakarta yang biasanya ramai oleh penjaja durian pun terlihat sepi. “Durian menoreh (durian unggul asal Kulonprogo, red) biasanya panen raya pada Januari – Februari. Tahun ini sama sekali tak berbuah,” ujar kepala seksi Sayuran dan Tanaman Obat Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Kulonprogo, Ir Tri Hidayatun.

Penangkar buah di Semarang, Jawa Tengah, Prakoso Heryono, yang kerap berburu durian unggul juga memberi informasi sama: hampir tak ada buah di sentra durian di Demak dan Jepara. Nun di Pandeglang, Provinsi Banten, pohon-pohon durian baru memunculkan bunga pada April 2011. Padahal lazimnya panen raya di sana pada Desember – April.

Banyak kaki

Ahli buah di Bogor, Jawa Barat, Dr Moh Reza Tirtawinata menyebut hujan yang turun terus menerus pada 2010 membuat sebagian besar tanaman buah enggan berbuah. Kemarau yang pendek tak cukup memberi “cekaman” bagi tanaman untuk berbunga. “Tanaman buah biasanya memerlukan stres akibat kemarau minimal 1 – 2 bulan,” kata Reza.

Toh, lima pohon durian di kebun Sarno Ahmad tetap dibanjiri buah. Dari 5 pohon berumur 15 tahun, pemilik kebun Sarakapita itu menuai 1 ton buah sepanjang Januari – Maret 2011. Itu jelas berkah buat Sarno. Buah Durio zibethinus dari kebun langsung tandas diserbu pembeli tiap kali jatuh pohon. Bahkan beberapa toko buah di Jakarta berani memanjar sebelum jatuh. Sarno menduga “anomali” 5 pohon durian miliknya karena sosoknya yang juga nyeleneh. Lima pohon itu punya banyak “kaki” di batangnya. Kaki itu berupa batang durian asal biji yang disusukan ke batang utamanya monthong, kumbokarno, dan kani. Untuk pohon berumur 15 tahun, Sarno menyusukan hingga 30 kaki. Makanya ia menyebutnya durian bhineka karena ditopang berbagai jenis durian.

Menurut Reza jumlah kaki banyak membuat penyerapan hara ke batang utama lebih optimal. Setiap 3 bulan Sarno memberikan 2 kg pupuk kompos. Sementara 1 kg NPK berkadar fosfor (P) dan kalium (K) tinggi diberikan setiap 6 bulan. Hara diolah melalui fotosintesis menjadi karbohidrat. “Karena energi dari karbohidrat berlimpah, tanaman menjadi lebih siap beralih ke fase generatif,” kata Reza.

Apalagi jika durian yang digunakan sebagai batang utama memiliki sifat genetik mudah dipacu untuk berbunga seperti monthong. Karena itu meski masa kering hanya berlangsung singkat tanaman langsung berbunga.

Pantas, masih di Kemrajen tapi di luar kebun Sarno, 500 pohon bhineka lain – ratarata berbatang atas monthong juga berbuah sepanjang Januari – Maret 2011. Pun 50 pohon yang ditanam seorang pelanggan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pahit beraroma

Kepala Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT) IPB, Sobir PhD berpendapat sama. “Nutrisi melimpah dapat dimanfaatkan optimal jika jumlah daun juga banyak. Dengan begitu proses pemasakan nutrisi melalui fotosintesis pun lebih optimal,” tutur Sobir.

Jumlah karbohidrat berlimpah juga membuat buah lebih manis. Ketika buah matang pohon, rasa manis itu berpadu citarasa pahit dan harum. “Pada proses pematangan buah, terjadi fermentasi karbohidrat menghasilkan alkohol sehingga rasa daging buah agak pahit dan aromanya kuat,” imbuh Sobir. Pantas bhineka selalu jadi incaran mania durian. Apalagi ketika panen dari daerah lain kosong. (Pranawita Karina/Peliput: Imam Wiguna)

Keteraangan foto

RAKIT BHINEKA

  1. Sarno Ahmad menambah kaki bertahap sesuai pertumbuhan tanaman. Penambahan kaki dilakukan sejak bibit. Bibit berupa hasil sambung agar cepat berbuah pada umur 3 – 4 tahun. Bibit asal biji berbuah setelah 7 tahun. Sarno menyusukan 2 bibit asal biji pada kanan dan kiri batang utama sehingga tampak simetris. “Bibit untuk kaki sebaiknya durian unggul,” katanya. Durian unggul memiliki metabolisme lebih baik sehingga mampu menopang pertumbuhan batang utama lebih optimal.
  2. Saat diameter batang utama bertambah besar, jumlah kaki ditambah. Posisi kaki ditata agar simetris sehingga pasokan hara juga merata. Kaki tambahan juga disusukan ke kaki penujang batang utama atau kaki sekunder.
  3. Siapkan bibit durian hasil sambung untuk batang utama
  4. Tanam biji durian di sekeliling batang utama
  5. Setelah batang bibit asal biji berdiameter seukuran sumpit, tekuk batang pada ketinggian sejajar sambungan batang utama, lalu biarkan hingga luka akibat lekukan kering.
  6. Sayat kulit calon kaki dan batang utama hingga terlihat kambium. Tempelkan kaki dan batang utama, lalu ikat dengan plastik es hingga menutupi seluruh luka sayat.
  7. Potong batang calon kaki ganda berbentuk V terbalik.
  8. Sayat kulit bagian bawah sambungan batang utama dengan arah ke atas. Sisipkan batang bibit kaki pada batang utama lalu ikat dengan plastik es hingga menutupi seluruh luka.
  9. Setelah 3 bulan, sambungan kaki ganda dan batang utama bertaut dan siap ditanam.
 

Powered by WishList Member - Membership Software