Bank Indonesia-Trubus-PKK: Panen Cabai di Halaman

Filed in Sayuran by on 04/12/2015
Hasil panen cabai bisa sampai 1,5-2 kg per tanaman.

Hasil panen cabai bisa sampai 1,5-2 kg per tanaman.

Para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga bersukacita memanen cabai hasil budidaya sendiri.

Sere Rohana Napitupulu girang bukan kepalang saat melihat 1.000 tanaman cabai dalam polibag tampak semarak buah. Ia memperkirakan dua pekan lagi Capsicum annuum itu siap panen. Sebelumnya ia tak menduga bakal bisa bertani di perkotaan, apalagi di kota besar seperti Jakarta. “Lahan di tempat kami terbatas,” ujar ibu yang juga ketua RT 03, RW 02, Kelurahan Malakasari, Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur, itu.

Untuk mempersiapkan lahan pun Sere mesti bergotong-royong bersama rekannya sesama kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menyingkirkan tumpukan sampah. Lahan yang digunakan untuk membudidayakan cabai itu sebelumnya adalah tempat penampungan sampah sementara bagi warga yang menabung di bank sampah yang ia kelola.

 Hayatulloh (kiri bawah), Sere (kedua dari kanan atas) di Kelurahan Malakasari, Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur.

Hayatulloh (kiri bawah), Sere (kedua dari kanan atas) di Kelurahan Malakasari, Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur.

Pengalaman pertama
Sere mengatakan, “Kami bekerja hampir tak tahu waktu. Setiap pagi hingga sore kami membereskan lahan dan melakukan pindah tanam cabai secara bertahap.” Perempuan asal Balige, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, itu lantas memasang perangkap kuning untuk menjebak lalat buah yang menjadi hama bagi cabai. Ia memanfaatkan botol bekas minuman dalam kemasan.

“Kebetulan kami memiliki bank sampah. Botol bekas dari bank sampah bisa digunakan sebagai perangkap kuning. Cukup dicat kuning, lalu setelah kering dilumuri lem tikus,” papar perempuan peraih Kalpataru itu. Bagi Sere dan rekan-rekan, itu adalah pengalaman pertama membudidayakan cabai. “Kami belajar menanam cabai dari nol. Kami berupaya mengikuti standar operasional penanaman cabai yang diajarkan Trubus dan Bank Indonesia,” papar Sere.

Kini jerih payah itu berbuah manis. Lahan seluas 3.600 m2 yang semula tumpukan sampah itu kini tampak asri dengan deretan tanaman cabai dalam polibag yang tertata rapi. Kegembiraan juga dirasakan para kader PKK di lingkungan RT 05 RW 06, Kelurahan Pondokrangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Mereka baru saja panen perdana tanaman cabai yang disemai pada 26 Agustus 2015.

“Hasil panen perdana baru 100 gram cabai dari 50 tanaman. Saya optimis hasil panen selanjutnya semakin bagus,” kata Sri Lestari, ketua Kader PKK di wilayah itu. Di sana Sri dan rekan-rekan membudidayakan 937 polibag tanaman cabai di lahan 500 m2. “Di lahan ini ada 322 polibag cabai varietas Jacko, 302 polibag cabai varietas carika, dan 213 cabai varietas batari,” katanya.

Warga Kampung Kramat RT 001 RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, juga panen perdana cabai. “Hasil panen baru 500 gram cabai carika, serta 250 gram cabai batari dan jacko. Hasil itu kami panen dari 8—10 tanaman,” kata Siti Elyana, kader PKK setempat. Hasil panen akan bertambah. Di wilayah itu terdapat 1.000 tanaman cabai dalam polibag di lahan 3.500 m2 yang ditanam pada 4 Agustus 2015.

Lahan cabai urban farming di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Tanaman berderet rapi dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm.

Lahan cabai urban farming di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Tanaman berderet rapi dengan jarak tanam 60 cm x 70 cm.

Sambut positif
Kegiatan pertanian perkotaan atau urban farming di 3 kelompok di 3 kelurahan di Kota Jakarta Timur itu adalah salah satu kegiatan corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Majalah Trubus dan PKK Provinsi DKI Jakarta. Total ada 5 wilayah kota dengan 15 kelompok yang dibina. Menurut Hayatulloh SP, penyelia program pertanian perkotaan Trubus wilayah Jakarta Timur, setiap kelompok yang menjadi sasaran program mendapatkan bantuan berupa 1.000 polibag tanaman cabai.

“Cabai yang ditanam terdiri atas 3 varietas, yaitu cabai kriting batari, cabai rawit carika, dan cabai rawit jacko,” papar Hayatulloh. Menurut Hayatulloh dari setiap polibag diharapkan mampu menghasilkan 1,5—2 kg cabai, tergantung pemeliharaan. Panen raya serentak pada November—Desember 2015. Program pertanian perkotaan itu mendapat sambutan positif dari para kader PKK yang menjadi sasaran program.

“Kami bersyukur bisa mendapat banyak ilmu dari kegiatan pertanian perkotaan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Trubus,” kata Sere. Menurut Sri kegiatan itu memberikan dampak positif bagi kegiatan ibu-ibu. Para kader PKK di daerahnya tidak hanya mendapat ilmu, tetapi juga mendapatkan hasil berupa panen. “Minimal hasil panen untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Kami bersyukur jika sampai bisa menambah pendapatan,” kata perempuan kelahiran 2 Juni 1971 itu.

Sri Lestari (paling kiri) dan para kader PKK RT 05/ RW  06, Kelurahan Pondokrangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, di lahannya.

Sri Lestari (paling kiri) dan para kader PKK RT 05/ RW 06, Kelurahan Pondokrangon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, di lahannya.

“Sebelumnya kegiatan ibu PKK hanya mengaji dan belajar memasak,” kata Siti. Kegiatan pertanian perkotaan itu juga menambah keakraban para kader PKK. “Kami rutin bergiliran tiap pagi dan sore hari untuk melakukan penyiraman,” tambahnya. Menurut Amirudin, ketua RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, dengan adanya kegiatan pertanian perkotaan di wilayahnya, banyak tetangga dari RW lain yang juga ingin mengikuti kegiatan itu.

“Bahkan dari Kelurahan Jatiwaringin, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, Jawa Barat, juga ingin mencoba urban farming,” katanya. Ia senang sekali jika kegiatan itu bisa menjadi inspiriasi positif bagi warga wilayah lain. “Semoga ke depan Trubus dan Bank Indonesia bisa terus mengadakan program yang inspiratif seperti ini,” kata Amirudin. (Muhamad Fajar Ramadhan)

 

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software