Avokad Lezat Asal Singkawang

Filed in Buah, Majalah by on 12/11/2019

Avokad lilin singkawang genjah dan berbuah lebat.

 

Harga avokad lilin singkawang Rp100.000 per kg bisa jadi termahal. Cita rasa lezat khas avokad mentega.

Avokad lilin singkawang banyak disukai karena warna daging buah kuning, tekstur daging buah halus nyaris tanpa serat, pulen, dan kering.

Di sehelai kardus tertulis harga avokad lilin singkawang Rp100.000 per kg. Harga jual itu bisa jadi paling tinggi untuk avokad lokal. Di Jakarta dan sekitarnya harga avokad lokal berkualitas seperti miki paling mahal Rp60.000 per kg. Meski berharga premium, penulis membeli beberapa kilogram buah di sebuah kedai di Pontianak, Kalimantan Barat. Ukuran buah avokad lilin singkawang tergolong sedang. Sekilogram buah hanya berisi dua buah.

Ketika membuka salah satu buah, tampak daging buah berwarna kuning cerah dan kelir hijau di bagian dekat kulit. Sayangnya, ukuran biji relatif besar sehingga ketebalan daging tertipis sekitar 1 cm. Namun, ada juga buah yang berbiji lebih kecil sehingga daging buah lebih tebal. Soal rasa ternyata sepadan dengan harga. Rasanya tergolong tipe daging mentega, halus nyaris tanpa serat, pulen, kering, dan enak sebagai buah meja.

Kunjungi kebun

Avokad lilin singkawang juga pas sebagai bahan jus terasa sangat kental, seperti ada rasa manisnya. Keistimewaan itulah yang mengundang rasa penasaran. Penulis bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Heronimus Hero, S.P., M.Si., berkunjung ke kebun lilin singkawang di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, yang berjuluk Hongkong van Borneo. Avokad berharga premium itu berasal dari kebun seluas 5 hektare milik Ahian.

Rombongan mesti melewati jalan tanah yang terjal untuk mencapai kebun. Itulah sebabnya rombongan menggunakan mobil berpenggerak empat roda. Namun, lelah setelah menempuh jalan berliku terobati saat tiba di lokasi. Di sana Ahian menanam varietas avokad. Beberapa di antaranya berasal dari Pulau Jawa. Namun, dari sekian banyak jenis avokad, ternyata tak semua jenis mampu tumbuh optimal.

Ahian terpaksa menebang jenis tertentu lantaran enggan berbuah. Avokad lilin tumbuh paling optimal. Ahian memberi nama lilin karena ciri khas buah yang berkulit mengilap seperti berlumur lapisan lilin. Itulah sebabnya ia memperbanyak lilin. Saat ini setidaknya 40 pohon avokad lilin singkawang tumbuh di kebunnya. Di kebun Ahian avokad lilin berbuah genjah. Persea americana itu mulai belajar berbuah pada umur dua tahun bila bibit hasil sambung pucuk.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Heronimus Hero, S.P., M.Si. (tengah), berkunjung ke kebun lilin singkawang.

Keunggulan lain dalam satu pohon berbuah susul-menyusul. Avokad berbuah hampir tanpa musim. Dalam satu pohon ada 5 tingkatan ukuran buah. Ada buah yang besar, sedang, pentil, “adiknya” pentil, sampai bunga. Kondisi itu menguntungkan bagi pekebun karena membuat harga avokad lilin stabil. Buah tersedia sepanjang tahun tanpa ada panen raya. Pada tanaman buah musiman biasanya harga jual buah anjlok lantaran pasokan buah hanya tersedia melimpah saat panen raya.

Harga naik

Avokad lilin singkawang, harganya bisa mencapai Rp100.000 per kg di tingkat konsumen.

Buah yang muncul susul-menyusul membuat produktivitas tanaman menjadi tinggi. Menurut Ahian dari satu pohon berumur 3 tahun mampu menghasilkan hingga 40 kg buah per tahun. Padahal, ia membudidayakan avokad lilin secara organik. Ahian menjual hasil panen langsung ke konsumen yang datang ke kebun dan pedagang buah. Ia menolak menjual buah ke pengepul yang menawarkan sistem ijon.

Tujuannya agar Ahian hanya memanen buah yang matang optimal untuk menjaga kualitas buah. Maklum, jika dibeli dengan sistem ijon biasanya buah muda ikut terpanen. Meski lilin singkawang berharga premium, tapi tetap laris manis. Bahkan, saat kembali mengunjungi toko buah yang menjual avokad lilin singkawang, harganya naik menjadi Rp100.000 per kg. Kehadiran avokad lilin singkawang itu menambah daftar potensi avokad unggul di tanah air.

Apalagi avokad lilin tumbuh optimal di dataran rendah. Selama ini sebagian besar avokad banyak tumbuh di dataran menengah hingga tinggi. Di kebun Ahian tanaman anggota famili Lauraceae itu juga belum pernah terserang hama ulat kipat Cricula trisfenestrata. Ulat itu momok bagi para pemilik pohon avokad karena sekali menyerang dapat menghabiskan seluruh daun sehingga pohon tampak meranggas.

Avokad lilin singkawang diharapkan dapat berkembang menjadi “borneo avocado” atau ikon avokad asal Pulau Borneo. Buah yang tergolong superfood itu nantinya juga menjadi komoditas andalan Kalimantan Barat. Dengan begitu kesejahteraan para pekebun atau pelaku agribisnis di Kalimantan Barat turut terangkat. (Anton Kamaruddin, S.P., M.Si., Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software