Avokad Berbuah di Pot

Filed in Majalah, Topik by on 19/05/2020

Avokad bestari mulai berbunga sejak umur setahun setelah sambung.

 

Tabulampot avokad berbuah perdana pada umur setahun, produktif, cocok menghias halaman rumah.

Handa Sugiharto mulai membudidayakan avokad bestari sejak 2017.

Handa Sugiharto tidak puas-puasnya melihat pohon avokad setinggi 1 meter dalam pot plastik. Pohon anggota famili Lauraceae itu memunculkan 6 buah. Pehobi di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, itu memiliki 20 pohon avokad yang kini berumur 2,5 tahun. Semua pohon tengah berbuah serempak pada Maret 2020. Sejatinya jumlah buah bisa lebih banyak. Namun, Handa menyeleksi dan mempertahankan rata-rata 5—6 buah per tanaman.

Pehobi tanaman buah itu menyeleksi ketika buah seukuran biji kopi atau 30 hari setelah mekar bunga. tanaman Buah kerabat kayu manis itu siap petik setelah berumur 6—7 bulan sejak berbunga. Bobot buah rata-rata 500—700 gram. Karakter buahnya berkulit tebal dan lentur. Handa mudah mengupas kulit buah, mirip mengupas buah pisang. “Dari segi rasa enak, manis dan lembut,” ujar lelaki kelahiran 27 November 1978 itu.

Avokad bestari

Sejak berbuah perdana, Handa memberi nama avokad bestari yang berarti berbudi pekerti yang baik. Asal-muasal avokad bestari dari rekan Handa di Jakarta Selatan. Handa memperoleh mata tunas atau entres dari rekannya itu. Sayang, pemilik pohon di Jakarta tidak mengetahui nama avokad itu. Menurut Handa rekannya memiliki avokad yang enak, daging lembut, kadar air sedikit, dan manis. Oleh karena itu, Handa tertarik menanamnya.

Pada 2017 rekannya mengirimkan 20 entres. Handa lalu menyambung atau grafting entres itu dengan tanaman avokad di kebunnya. Jadi, avokad lokal milik Handa menjadi batang bawah. Total jenderal Handa menyambuung 30 tanaman. Namun, beberapa tanaman mati dan yang bertahan hanya 20 tanaman. Setahun sejak penyambungan, tanaman mulai berbunga. “Semula saya abaikan karena saya pikir tanaman stres. Saya kira juga hanya sebentar,” ujar Handa.

Prediksi Handa keliru. Tanaman itu justru makin rajin berbunga dan bertunas baru. Padahal, saat itu ia tak memupuk dan memberi hormon tanaman sama sekali. “Daunnya juga rimbun. Akhirnya saya fokuskan untuk dibuat tabulampot,” kata pehobi tanaman buah berumur 42 tahun itu. Menurut Handa bunga avokad akan optimal menjadi bakal buah bila terjadi penyerbukan silang.

Rasa buah avokad bestari enak, daging lembut, kadar air sedikit, dan manis.

Atas dasar itulah Handa memelihara trigona atau kelanceng. Serangga penghasil madu itu sekaligus sebagai agen penyerbuk andal. Ia menempatkan tabulampot avokad bestari berdekatan, berjarak 0,5 meter antarpot. Pot-pot itu berjajar di halama rumah Handa di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu. Area itu berketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Alumnus Magister Manajemen, Universitas Brawijaya itu menggunakan media tanam campuran tanah, sekam, dan kompos dengan perbandingan 1 : 2 : 1.

Pupuk daun dan NPK

Adapun sumber nutrisi berupa pupuk NPK. Ia melarutkan satu sendok makan pupuk NPK dalam lima liter air, mengaduk rata, dan menyemprotkan ke sekujur tanaman. Interval pemupukan 30 hari. Hingga Maret 2020, avokad bestari koleksi Handa beberapa kali berbuah. Handa memetik rata-rata 5—6 buah per pohon per panen. Buah matang bergantian. Oleh karena itu, ia memanen bergantian.

 

Setiap kali usai panen buah terakhir, Handa memberikan pupuk NPK itu. Selain itu ia juga memberikan pupuk daun berkonsentrasi 1 gram per liter air. Interval pemupukan daun juga 30 hari sekali. Selama ini organisme pengganggu tabulampot avokad hanya kutu putih, belalang, dan ulat. Handa mengendalikannya secara manual dengan mengambilnya langsung. “Karena tanamannya perdu dan selalu berbunga dan berbuah, saya tidak pakai pestisida, hanya manual saja kalau ada hama,” ujar pehobi mendaki gunung itu.

Bobot avokad bestari bisa mencapai 700 g per buah.

Berkat budidaya intensif itu, avokad bestari tumbuh subur, rimbun, dan berbuah susul-menyusul. Itu yang membuat Ahut F Hendarul kagum. Pehobi tanaman buah di Kotamadya Malang, Jawa Timur, itu terkesima saat Trubus menunjukkan foto bestari. “Wah, kelihatan bagus,” kata Arul. Menurut Arul karakter avokad yang cocok untuk tabulampot di antaranya genjah, fruitset bagus, tajuk kompak, dan ukuran buah tak terlalu besar.

Syarat lain, “Tajuk kompak didukung dari ranting yang tidak lemas atau menjuntai plus ukuran daun tidak terlalu lebar,” ujar Arul. Menurut Handa kabar avokad bestari berbuah di pot tersiar ke sesama pehobi tanaman. Beberapa di antaranya berminat untuk mengoleksinya. Sayang, Handa belum merilis bibitnya di pasaran. “Masih tahap perbanyakan induk dan akan saya lakukan uji elevasi untuk dipelajari lebih dalam karakternya,” ujar Handa. (Bondan Setyawan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software