Aral Tanam Tiram

Filed in Majalah, Profil by on 07/04/2017
Produksi jamur rentan terkontaminasi.

Produksi jamur rentan terkontaminasi.

Jalan yang ditempuh Triono Untung Piryadi tidak selamanya mulus. Petani jamur tiram di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu mengalami kemarau panjang pada 2002. “Saat itu produksi jamur sedang bagus-bagusnya tetapi tiba-tiba pasokan air habis,” kenangnya. Meskipun bersusah-payah membuat sumur bor untuk mendapatkan air, usahanya sia-sia.

Akibatnya produksi anjlok. Imbasnya banyak karyawan yang dirumahkan. Solusi satu-satunya adalah pindah lokasi produksi. Pada 2003 ia memindahkan produksi ke lokasi baru yang memiliki banyak air. Lokasi itulah yang digunakan tempat produksi Triono sampai sekarang. Kendala utama yang langsung menghadangnya ketika pertama kali membudidayakan jamur adalah penjualan.

Triono ingat betul saat pertama kali menjual jamur. “Dulu memasarkan jamur tiram 5 kilogram saja sulit,” kenangnya. Strateginya, Triono menyuguhkan olahan jamur tiram hasil panen kepada tamu yang datang. Cara lain yang ia tempuh dengan membuka lapak di pasar-pasar tradisional di Cianjur dan Sukabumi.

Perlahan tapi pasti cara itu membuahkan hasil, satu per satu pelanggan pun berdatangan. “Saat ini pasar menginginkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas,” kata Triono. Sebab itulah Triono sangat menjaga ketiga aspek itu untuk mempertahankan pasar yang ada sekaligus membuka pasar baru. Maraknya produsen baru yang menekuni budidaya jamur tidak membuat Triono merasa tersaingi. “Semakin banyak saingan menandakan pasar semakin besar,” jelasnya.

Banyaknya pesaing justru membuat Triono termotivasi untuk selalu melakukan inovasi. Salah satunya mengembangkan jenis bibit unggul produktivitas tinggi, mudah perawatan, dan tahan organisme pengganggu. Ia juga mengembangkan cara budidaya yang lebih mudah dengan hasil optimal (user friendly). Peluang pasar jamur memang masih besar, hanya bagaimana cara pelaku membuka pasar. Lagipula, “Teknologi jamur tidak pernah tuntas,” ujar alumnus berprestasi kategori kewirausahaan dari Universitas Gadjah Mada pada 2016. Oleh karenanya ia masih belajar terus agar lebih baik. (Desi Sayyidati Rahimah)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software