Aral Berternak Puyuh

Filed in Majalah, Satwa by on 05/01/2021

Menurut peternak puyuh di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Muhammad Rifky Pradipta, penting bagi peternak anyar mengenal lingkungan sekitar kandang terlebih dahulu. “Banyak juga peternak puyuh yang diprotes warga sekitar karena dianggap menggangu, itu terjadi terutama di lingkungan padat penduduk,” kata pemilik J-Kong Quail Farm itu. Banyak peternak anyar berguguran dan tidak konsisten.

Dua penyebab dominan karena penyakit dan diprotes warga sekitar kandang. Hasil riset Andi Arham Anwar dari Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, menunjukkan dari total 1.023 partisipan, 458 partisipan atau warga sekitar kandang merasa sangat terganggu dengan aroma bau yang mencemari udara. Sisanya, 251 responden cukup terganggu pencemaran air, dan 314 responden terganggu dengan manajemen penanganan limbah yang buruk.

Rutin memebersihkan kotoran, kandang bersih dan potensi serangan penyakit berkurang.

Menurut peternak puyuh di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Agus Setyawan, manajemen limbah buruk masalah klise peternak puyuh. Bagi peternak sejak 2017 itu, limbah puyuh justru menjadi tambahan omzet Rp54 ribu per hari dari 18 karung kotoran puyuh. “Bukan jual kotoran, hanya jasa menyediakan pupuk,” kata Agus. Kotoran puyuh kerap dimanfaatkan sebagai pakan bibit ikan dan pupuk.

Faedah lain rajin membersihkan kotoran di kandang setiap hari menjadikan puyuh lebih sehat dan tidak mudah stres. Harap mafhum, kotoran menumpuk bisa memicu sumber beragam bibit penyakit. Nun peternak puyuh di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Roesmana Andi Winata, kerap memberlakukan biosekuritas sebelum memasuki kandang. Peternak sejak 2012 itu menyemprot disinfektan pada tangan pakaian dan alas kaki siapa pun yang hendak memasuki kandang.

Menurut peternak puyuh di Kota Bogor, Jawa Barat, Verry Arya Firmansyah, kendala lainnya jika produktivitas rendah hanya 50—60 %. Solusinya peternak harus bisa memilih puyuh petelur berkualitas yang konsisten menghasilkan telur optimal. Menurut Roesmana ciri puyuh berkulitas bisa keluar dari cangkang telur mandiri tanpa bantuan saat penetasan.

Adapun siasat Agus Setyawan agar kualitas dan kuantitas telur selalu optimal dengan meremajakan lebih awal, yakni sudah menjual apkir puyuh berumur setahun meski masih berproduksi. Ancaman lain jika harga pakan terus naik membuat biaya produksi membengkak dan laba peternak menurun. Berkreasi meracik pakan sendiri pun di beberapa daerah tak menjadi solusi. Sebab, ketersediaan penghasil protein seperti tepung ikan terbatas. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software