Anthurium Kampiun

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 15/04/2020

Anthurium milik pehobi asal Tegal, Jawa Tengah, Yunius, meraih jawara di kelas mangkuk variegata prospek.

 

Anthurium variegata karakter tampil prima dan menjadi yang terbaik di kontes nasional.

Urat daun menonjol, berdaun tebal, dan variegata menyebar merata di sekujur daun menjadi modal juara bagi Anthurium jenmanii berbentuk mangkuk itu. Dewan juri memutuskan anthurium milik pehobi asal Tegal, Jawa Tengah, Yunius itu sebagai jawara di kelas mangkuk variegata prospek. Menurut juri asal Jakarta, Amirrudin Pane, penilaian anthurium variegata antara lain karakter (40%), kesehatan (30%), dan performa (30%).

Anthurium kobra variegata pemula milik pehobi asal Surakarta, Jawa Tengah, Muhammad Eko Iryanto.

Pane menuturkan, kelebihan anthurium bernomor pot 134 itu distribusi variegata pada daun lebih merata. Pola variegata terbagi menjadi menguas dan mengeblok. Menguas berarti tersebar merata solah digambar dengan kuas. Adapun mengeblok, variegata hanya terkonsentrasi di bagian tertentu saja. “Variegata menguas nilainya lebih baik dibandingkan dengan pola variegata mengeblok,” kata juri kelahiran Jakarta 45 tahun silam itu.

Pot pas

Jawara lain kelas kobra variegata pemula milik pehobi asal Surakarta, Jawa Tengah, Muhammad Eko Iryanto. Menurut Pane nilai plus lain adalah pemilihan pot. Wadah tanaman ibarat pakaian bagi manusia. Tanaman dengan kualitas premium hasilnya akan optimal jika menggunakan pot premium juga. Contohnya pot berbahan keramik lebih estetis dibandingkan dengan pot plastik.

“Ibaratnya jika pergi ke pesta, tentu akan lebih necis menggunakan jas atau batik dibandingkan dengan menggunakan pakaian kasual,” kata Pane. Ukuran pot juga perlu dipertimbangkan. Pot terlalu kecil bisa menjadi minus. “Jika daun lebih lebar sedikit dibandingkan dengan pot masih bisa ditolelelir,” kata Pane. Penilaian lain berupa kesehatan meliputi ada tidaknya cendawan dan cek ujung daun.

Jika ada serangan hama atau cendawan menyebabkan ujung dau kering akan ada pengurangan poin. Adapun penilaian untuk kelas nonvariegata lebih sederhana, yakni total 40% karakter, 30% kesehatan, dan 30% performa. Menurut pemilik anthurium kampiun kelas kobra variegata pemula, Muhammad Eko Iryanto, perawatan sehari-hari amat berperan terhadap performa tanaman saat kontes.

Anthurium kampiun kelas mangkuk hijau pemula.

Pehobi anthurium sejak 2007 itu mengelap rutin daun tanaman pada pagi hari. “Tanaman berdaun tebal kerap mengeluarkan air pada pagi hari,” kata Eko. Jika dibiarkan suhu air akan meningkat dan menyebabkan spot hitam pada tanaman. Perawatan lain dengan memperhatikan media. Ciri tanaman menghendaki penggantian media jika berdaun layu atau daun bawah berwarna kuning.

Eko kerap menggunakan klenteng atau biji randu, fermentasi sekam, dan akar pakis. Bagian dasar terdiri dari cacahan akar pakis, bagian tengah campuran klenteng dan fermentasi sekam, dan bagian atas berupa klenteng. Perawat anthurium jawara kelas mangkuk variegata prospek di Salatiga, Jawa Tengah, Eddy Pranoto, kerap menggunakan campuran pakis, klenteng, dan fermentasi sekam.

Anthurium kampiun kelas hijau madya.

Petani sejahtera

Pehobi asal Surakarta, Jawa Tengah, Muhammad Eko Iryanto. Anthurium kobra koleksinya meraih jawara.

Menurut Pranoto, “Media yang penting porus untuk anthurium.” Tujuan fermentasi mencegah cendawan dan mengoptimalkan nutrisi media. Perbandingannya 2:1:1 untuk pakis, sekam dan klenteng. “Media tidak bisa jadi patokan baku, klenteng bagus di Jawa Tengah. Namun, belum tentu bagus di Jakarta,” kata pehobi anthurium sejak 2004 itu. Eddy menyarankan penggunaan klenteng harus lembap.

Jika media kering menyebabkan akar busuk. Idealnya mengganti rutin media tanam selang 6 bulan agar pertumbuhan optimal. Perlakuan lain bisa menjemur tanaman pada pagi hari. Rumah tanam dengan paparan matahari pagi dengan sirkulasi baik akan mengoptimalkan potensi tanaman. Menurut panitia acara, Wardi Gipsum, total 205 tanaman meramaikan acara terdiri dari 11 kelas.

Peserta datang dari berbagai kota besar seperti Bandung dan Bogor, Provinsi Jawa Barat, Kediri, Jombang, Pasuruan, Banyuwangi, dan Malang (Jawa Timur), Jakarta, dan Yogyakarta. Kontes berskala nasional rutin diselengarakan setiap tahun oleh Komunitas Anthurium Solo Raya. Acara berlangsung pada 1 Maret 2020 di Terminal Wisata Makutoromo, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.

Asisten II Sekertaris Daerah Karanganayar Ir. Siti Maisyaroch, M.Si., menghadiri acara itu. Menurut Maisyaroch anthurium terutama jenmanii salah satu ikon daerah Kabupaten Karanganyar. Pemerintah daerah selalu mendukung kegiatan terutama kontes, tujuannya kembali menggairahkan masyrakat dan pelakunya terutama petani makin sejahtera. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software