Antara Risiko Letusan dan Kesuburan

Filed in Eksplorasi, Majalah by on 23/04/2020

Kawasan gunung berapi memiliki tanah yang relatif subur dan produktif sehingga dipadati penduduk. Menurut ahli tanah Belanda, Mohr Edward Carl Julius, hasil Sensus Penduduk pada 1930 mengungkap tanah yang paling subur dan penduduknya padat di Indonesia adalah tanah abu vulkanik muda. Mohr menggambarkan tanah dan kepadatan penduduk di daerah sekitar Gunung Merapi di Jawa Tengah sebagai fenomena luar biasa.

Daerah dengan endapan abu vulkanik termuda memiliki kepadatan penduduk di atas 400 jiwa/km2, sementara daerah tanpa endapan abu vulkanik menunjukkan hanya 245 jiwa/km2. Secara lebih detail Mohr menyebut angka bahwa ketika itu di daerah sekitar lereng Gunung Merapi memiliki kepadatan penduduk dari 800 sampai lebih dari 1.000 jiwa/km2. Dia mencatat bahan induk tanah di daerah itu sangat subur karena memiliki komposisi batuan basaltik dengan kandungan kalsium, magnesium, besi, fosfor yang sangat tinggi.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”8129520315″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Mohr juga mencatat sisa-sisa peradaban masyhur orang Jawa seperti ibu kota lama Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Candi Borobudur terletak di sekitar gunung berapi aktif yaitu Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Ia juga mencatat lereng Gunung Merapi dan Merbabu di Jawa Tengah merupakan salah satu lereng gunung api yang sejak lama banyak dihuni penduduk dengan mata pencaharian bertani.

Tanah vulkanik itu di kalangan ilmuwan tanah disebut tanah andosol. Istilah itu berasal dari bahasa Jepang yang berarti tanah hitam (an = hitam; do = tanah). Di Jepang tanah hitam yang berkembang dari abu vulkanik diberi nama kurobokudo atau black fluffy soils (Wada 1988). Tanah andosol itulah yang kini menjadi kawasan pertanian seperti di Puncak, Kabupaten Bogor dan Cipanas, Kabupaten Cianjur maupun di Lembang dan Pangalengan Kabupaten Bandung Barat. Sementara di Lombok Timur, daerah Sembalun yang terkenal sebagai sentra pertanian juga merupakan Andosol. (Destika Cahyana dan Yiyi Sulaeman, peneliti di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian)

Tags: ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software