Anjing Jumbo Asal Tibet

Filed in Majalah, Satwa by on 12/03/2018
Anjing tibetan mastiff berkarakter patuh dan setia pada majikan.

Anjing tibetan mastiff berkarakter patuh dan setia pada majikan.

Beberapa pehobi memelihara anjing tibetan mastiff yang langka dan berharga ratusan juta rupiah.

Bobot anjing tibetan mastiff mencapai 60 kg sehingga tampak jumbo. Sudah begitu bulu lebat dan tebal membungkus tubuhnya sehingga bersosok mirip singa. Karakter itulah yang membuat pehobi anjing di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Gunawan, mengagumi anjing nan langka itu. “Di Indonesia baru ada sekitar 10 ekor,” ujar Gunawan. Itulah sebabnya ia membeli seekor tibetan US$10.000 setara Rp130 juta (kurs US$1 = Rp13.000).

Kuzo, tibetan mastiff berumur 1 tahun 6 bulan dari Hungaria.

Kuzo, tibetan mastiff berumur 1 tahun 6 bulan dari Hungaria.

“Saya kagum dengan sosoknya yang gagah,” kata Gunawan yang membeli anjing tibetan mastiff dari Hungaria pada Januari 2015. Ia membeli tibetan mastiff galur murni itu dan memberi nama Kuzo. Pada awal Mei 2017, Gunawan kembali membeli seekor tibetan mastiff berumur 4 bulan dari Rusia. Sang penjual mengantar Dom—nama anakan anjing itu—hingga bandara Rusia. Gunawan lalu mengambil Dom di bandara Soekarno–Hatta, Jakarta.

Jumbo
Meski Gunawan memperoleh tibetan mastiff dari Hungaria dan Rusia, anjing berwajah sangar itu sejatinya berasal dari Tibet, Tiongkok, seperti namanya. Anjing yang dikenal dengan sebutan do khyi itu juga ditemui di beberapa kawasan Nepal. Adapun sebutan mastiff berarti anjing besar. Kuzo yang kini baru berumur 1,5 tahun bobotnya mencapai 60 kilogram.

Tibetan mastiff berumur lebih dari satu tahun rata-rata tingginya 60—70 cm. Jika melihat penampilannya, sosok anjing jumbo itu terlihat ganas dan menyeramkan. “Tibetan mastiff sebetulnya sangat patuh dan setia kepada majikannya. Selain menjadi simbol status bagi pemiliknya, budaya setempat percaya anjing ini membawa keberuntungan dan keselamatan,” ujar Gunawan.

Ia menuturkan, tibetan mastiff sebetulnya ada yang berasal dari negara-negara di Asia tengah, seperti Tibet, Tiongkok, ada juga yang berasal dari Benua Eropa, seperti Hungaria dan Rusia. Yang membedakan, tibetan mastiff asal Tiongkok berdarah campuran tibetan dengan jenis chow chow. Itulah sebabnya struktur tubuh tibetan mastiff asal Negeri Tirai Bambu lebih pendek, bantet, dan lebih galak.

Anjing  kuno tibetan mastiff  lebih banyak aktif pada malam hari.

Anjing kuno tibetan mastiff lebih banyak aktif pada malam hari.

Adapun tibetan mastiff asal Eropa berdarah campuran tibetan dengan rottweiler. Karakter tibetan mastiff asal Eropa cenderung lebih pintar sehingga kerap mengikuti kontes anjing atau dog show. Pelatih anjing di Cengkareng, Jakarta Barat, Agus Susilo, menuturkan tibetan mastiff sangat agresif. Itulah sebabnya Agus melatih Kuzo setiap sore di taman untuk memperbaiki karakternya.

“Saya melatih Kuzo bertemu anak kecil, duduk, dan berlari. Tujuannya untuk membentuk mental dan agar mampu beradaptasi dengan masyarakat sekitar,” kata Agus. Meski tergolong agresif, tibetan mastiff tidak menyerang anak kecil atau anjing yang berukuran lebih kecil. Namun, jika ada anjing besar melawan atau orang asing di daerah kekuasaan, ia refleks menggeram dan menggonggong.

Penjaga
Menurut Gunawan, tibetan jenis anjing kuno. Salah satu sifatnya adalah protektor yang sensitif bila ada orang asing memasuki wilayahnya. Itulah sebabnya masyarakat Tibet memelihara tibetan mastiff untuk menjaga perkebunan atau peternakan. “Tibetan mampu mencium hormon dari manusia yang berniat jahat,” katanya. Namun, jika sudah mengenal tibetan bersifat ramah.

Gunawan, pehobi anjing di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, bersama Kuzo dan Dom.

Gunawan, pehobi anjing di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, bersama Kuzo dan Dom.

“Saya ingin mengedukasi masyarakat bahwa tibetan bukanlah jenis anjing ganas. Jika anjing tibetan membahayakan manusia, pasti tidak akan lolos menjadi indukan karena tidak bersifat human friendly,” kata Gunawan. Ia menuturkan, tibetan mastiff cenderung aktif pada malam hari dan lebih banyak tidur pada siang hari. Siaga pada malam hari adalah karakter tibetan sebagai anjing penjaga.

Tibetan mastiff lebih senang berada di suhu sejuk dan tidak lembap. Oleh karena itu, Gunawan memasang penyejuk udara selama 24 jam di kandang Kuzo dan Dom. “Jika cuaca panas dapat menyebabkan bulu rontok,” katanya. Menurut Gunawan tibetan mastiff bisa hidup hingga umur 10 tahun. Ia juga tergolong anjing yang tahan penyakit dan memiliki masalah kesehatan genetik yang lebih sedikit dibandingkan dengan anjing ras lain.

Anjing tibetan mastiff betina hanya mengalami sekali masa subur dalam setahun. “Untuk mengawinkan tibetan harus dengan jenis yang sama atau pure breed agar tidak menghasilkan anakan yang cacat,” kata Gunawan. (Marietta Ramadhan)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software