Anak Muda yang Berkarya

Filed in Majalah, Muda by on 16/01/2020

Ketua Yayasan Bina Sawadaya, Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi. M.Si., dan tim penilai Trubus Kusala Swadaya.

 

Penghargaan untuk pemuda yang terjun ke dunia agribisnis.

Pemberian Trubus Kusala Swadaya oleh Bambang Ismawan, pendiri majalah Trubus (sebelah kiri).

Tetangga dan teman meledek Shofyan Adi Cahyono ketika kuliah di Fakultas Pertanian. Apalagi setelah lulus, ia juga beragribisnis. Namun, pandangan tetangga berubah setelah Majalah Trubus mengulas bisnis Shofyan yang mengelola sayuran organik. “Saya jadi dikenal orang banyak sekarang. Banyak anak muda sekarang tertarik sekolah pertanian,” kata petani sayuran organik di Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu.

Adi Cahyono mengemukakan hal itu ketika menerima Trubus Kusala Swadaya tepat pada hari ulang tahun Majalah Trubus, 1 Desember 2019. Pria kelahiran 20 Juli 1995 itu menjadi penerima penghargaan terfavorit pilihan warganet  di media sosial instagram Trubus. Sejak kecil Shofyan bertani bersama orang tuanya. Kini pria 24 tahun itu membudidayakan sayuran organik.

Produk oleoresin

Selain Adi Cahyono, penerima Trubus Kusala Swadaya adalah Hanjar Lukito Jati, Yumrotul Khasanah, dan Sari Nurmayani. Hanjar Lukito mendirikan PT Pengayom Tani Sejagat yang mengayomi 1.200 petani padi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Mayoritas keuntungan hingga 80% untuk petani. Salah satu komoditas unggulan beras organik yang mengisi pasar ekspor. Hanjar semringah menerima penghargaan bergengsi itu.

Yumrotul Khasanah mendirikan rumah herbal di Yogyakarta. Alumnus Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada itu membawa herbal asli Indonesia menjadi lebih modern. Tawaran pekerjaan seperti menjadi dosen atau berkarier di sebuah industri farmasi tersohor menghampiri perempuan 26 tahun itu. Namun, ia memilih berwira usaha membangun rumah sehat herbal. Ia menyediakan herbal racikan berbentuk kapsul untuk memudahkan konsumsi.

Penerima penghargaan lain, Sari Nurmayani, mengolah beragam produk menjadi oleoresin. Inovasi itu berdampak pada serapan produk pertanian termasuk yang apkir. Sekadar contoh, pasar menolak buah avokad berbentuk kurang sempurna. Sari mengabaikan bentuk sehingga tetap dapat mengolahnya menjadi oleoresin. Oleoresin merupakan olahan pangan paling tinggi, lebih tinggi daripada minyak esensial.

Para penerima Trubus Kusala Swadaya (memegang pigura). Kiri-kanan: Hanjar Lukito Jati, Sari Nurmayani, Yumrotul Khasanah, dan Shofyan Adi Cahyono.

“Terima kasih kepada Bapak Bambang Iswawan dan Trubus. Ini adalah salah satu penyemangat bagi saya yang saat ini dalam masa perjuangan yang tentu penuh dengan ujian. Namun, akan tetap saya lalui dengan sabar, tidak menyerah dan kuat dalam kondisi apa pun,” kata Sari setelah menerima Kusala. Bambang Iswawan yang dimaksudkan Sari adalah pendiri Majalah Trubus pada 1 Desember 1969.

Kusala

Tim penilai terdiri atas Dr. Ir. Bayu Krisnamurthi. M.Si., Dr. Ir. Eri Trinurini Adhi, M.Sc., dan Dr. Sardi Duryatmo, M.Si. Mereka memilih ratusan pemuda yang pernah Trubus tampilkan pada Rubrik Muda Plus. Sejak 2015 Majalah Trubus menampilkan rubrik itu untuk merangsang kaum muda beragribisnis. Rubrik itu menampilkan petani muda unggul, berusia maksimal 35 tahun, dan menjalankan agribisnis berkelanjutan minimum 3 tahun.

Kale Brassica oleracea menjadi salah satu komoditas andalan Shofyan Adi Cahyono.

Selain itu Majalah Trubus juga dua kali membuat edisi khusus berupa pemuda yang sukses beragribisnis untuk memperingati hari Sumpah Pemuda. Para nomine juga mengirimkan video kepada panitia. “Trubus Kusala Swadaya bukan lomba atau kompetisi, sehingga hadiah untuk ketiga pemenang sama. Kami menilai dan mempertimbangkan masukan dan misi Majalah Trubus,” kata Bayu. Panitia memilih tiga terbaik dan satu juara favorit.

Bayu yang juga ketua Yayasan Bina Sawadaya itu bertekad agar Majalah Trubus tetap terbit hingga 50 tahun yang kesekian kali lagi. “Trubus berusaha menambahkan sedikit hara kepada pertanian, kepada kegiatan yang dilakukan di pertanian,” kata Bayu Krisnamurthi saat membuka acara perayaan ulang tahun ke-50 Majalah Trubus di Indonesia Convention and Exhibition (ICE), Kabupateng Tangerang, Provinsi Banten.

Pada 2019 pemberian penghargaan itu bertepatan dengan perayaan ulang tahun Majalah Trubus yang genap setengah abad. Sejak 2007 Majalah Trubus rutin memberikan penghargaan Trubus Kusala Swadaya kepada individu yang memberdayakan masyarakat. Dalam bahasa Sansekerta kata kusala bermakna penghargaan. Pendiri Majalah Trubus, Drs. Bambang Ismwan, M.S. memberikan penghargaan itu kepada empat pemuda yang merintis agribisnis. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software