Alor (2)

Filed in Nusantara by on 01/01/2010 0 Comments

  • Rumah lopo kanuruat, hanya boleh dimasuki oleh kalangan tertentu seperti kepala suku. Anak-anak dan kaum perempuan dilarang memasuki rumah Kanuruat. Bila aturan itu dilanggar maka akan timbul penyakit yang proses penyembuhannya harus melalui upacara adat. Rumah lopo kanuruat berfungsi untuk menyimpan benda-benda pusaka. 730
  • Setiap tiang penyangga rumah tradisional masyarakat alor selalu diberi kayu pembatas berbentuk bundar atau persegi. Tujuannya untuk menghindari tikus naik ke lantai atas yang merupakan ruang penyimpan hasil panen. 731
  • Stovel, tuan tanah di kampung Takpala sedang memasak di lantai satu rumah lopo. Selain berfungsi sebagai dapur, bagian pinggir digunakan untuk ruang tidur. 732
  • Anak-anak kampung Takpala bermain di pekarangan rumah yang berhadapan langsung dengan hamparan laut. 733
  • Pemandangan laut nan indah terlihat dari kampung Takpala 734
  • Deretan moko, gendang yang terbuat dari perunggu, di Museum Seribu Moko, Kecamatan Teluk Berlian, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Moko menjadi salah satu benda yang digunakan sebagai belis alias mas kawin bagi masyarakat tradisonal alor. 735
  • Nekara berukuran 1 x 1 m warisan nenek moyang warga Alor pada zaman perunggu. Ditemukan di Desa Kokar, Kecamatan Alor barat Laut pada 20 Agustus 1972 oleh Simon J Oil Balol. Ia menemukan nekara itu berdasarkan petunjuk yang diperoleh lewat mimpi. 736
  • Alor menyimpan keindahan laut yang mempesona. Terdapat 43 titik penyelaman di sekitar Pulau Alor. Keindahan bawah laut Alor diklaim menempati urutan kedua setelah taman laut di perairan Karibia, Hindia Barat.(dok-pemda-alor) 737
  • Setiap setahun sekali, biasanya pada September atau Oktober terjadi fenomena arus dingin di teluk Alor Kecil. Radius 300 m disekitar teluk terjadi arus dingin, suhu mencapai -5<sup>o</sup>C. Saat itu beragam ikan laut banyak mengapung di permukaan. Sehingga warga berebutan memungut ikan-ikan itu. Gerombolan lumba-lumba pun mudah ditemukan berkeliaran disekitar arus dingin. 738
  • Perahu naga, merupakan simbol penjaga hasil panen. Perahu naga di letakkan di depan lumbung dan dipercaya dapat menjaga hasil panen dari pencuri dan binatang. 739
  • Tari Lego-Lego, tarian tradisonal masyarakat alor yang melambangkan kekuatan persatuan dan persaudaraan antar warga. Lego-lego dilakukan secara massal dengan bergandengan tangan dan bergerak melingkar mengelilingi tiga batu bersusun alias mesbah. Para penari memakai busana adat. Di kaki para penari dipasang gelang perak yang bergemerincing saat menari. Tarian diiringi tabuhan gong, gendang, atau moko sambil mendendangkan lagu dan pantun dalam bahasa adat setempat. Lego-lego biasanya dilakukan semalam suntuk. (dok-pemda-alor) 740
  • Kotak penyimpan perhiasan terbuat dari daun pandan. 741
  • Panah, senjata tradisonal masyarakat Alor untuk berburu binatang di hutan. (dok-pemda-alor) 742
  • Bertenun salah satu kegiatan yang dilakukan oleh kaum perempuan Alor untuk menambah penghasilan. Sehelai kain Alor seharga Rp 400.000, dan sarung Rp 250.000, cukup untuk menyambung hidup saat paceklik di musim kering.(dok-pemda-alor) 743
  • Selendang yang dibuat manual, mulai dari pemintalan kapas hingga ditenun menjadi sebuah selendang. Pewarnaan pun menggunakan bahan alam seperti akar mengkudu untuk warna coklat—merah marun, kunyit- kuning, daun turi- hijau, rumput tarum; biru—hitam, dan akar jati; merah. 744
  • Mama Dina Takalapeta Meller, salah satu tokoh pelopor pengembangan tenun alor. Berkat kegigihannya, tenun alor merambah pasar luar negeri. Bekerjasama dengan Seiichi Okawa, pemerhati budaya Indonesia berkebangsaan Jepang, Dina berhasil memasarkan tenun alor di negeri sakura. 745
  • Tenun menunjukkan identitas. Setiap kampung punya motif tenun khusus yang tidak boleh ditiru oleh kampung lain. Hasil tenun warga Kolana dihiasi gambar pedang, kelewang, mata burung, moko dan alat pemintal benang. 746
  • Kampung Kui memiliki motif tenun dengan corak bunga-bunga dan gambar orang-orangan. 747
  • Di Batulolong, perajin tenun terinspirasi dengan keindahan langit. Motif tenun mereka bercorak bintang. 749
  • Selain itu terdapat juga motif umum yang boleh dibuat oleh siapa saja. Motif itu biasanya bercorak gambar hewan seperti cumi, gajah, ikan, naga. 750
  • Tenun alor bermotif kura-kura. 751
  • Pohon beringin eksotik berumur puluhan tahun berdiri kokoh di sisi jalan menuju Alor Kecil. 752
  • Perbukitan yang tandus ditanami warga dengan jagung varietas lokal, jagung pulut paitoko. 753
  • Singkong salah satu makanan pokok warga Alor. Seorang bocah dengan lahap menyantap singkong rebus sambil menunggu orangtuanya bekerja di ladang. 754
  • Pantai mali, salah satu tujuan wisata yang berlokasi tidak jauh dari bandara mali. 755
  • Jagung titi, penganan lokal khas alor, banyak dijajakan di pasar. Satu kantong isi sekilo dihargai Rp15.000 756
  • Hutan Nostalgia, hutan kenangan bagi wisatawan yang pernah melancong ke Alor. Setiap pengunjung bisa menanam satu bibit pohon di hutan seluas 5 ha itu. Nama dan alamat penanam pun dicantumkan didekat bibit yang ditanam. Itulah cara unik Pemerintah Kabupaten Alor menggaet wisatawan sekaligus melestarikan hutan. 757
  • Iwata Go, wisatawan Jepang, bekunjung ke Alor pada tahun 2004. Ia menanam pohon kenari sebagai tanda pernah berkunjung ke alor. 758
  • Bunga bangkai juga banyak tumbuh liar di kawasan hutan nostalgia. 759
  •  

    Powered by WishList Member - Membership Software