Akuarium Nano: Tiga Tahun Tanpa Kuras

Filed in Ikan hias by on 31/07/2011

 

Dengan smart back system filter air jernih selama 3 tahunSistem filterisasi baru itu kini sudah banyak dipakai di beberapa produk akuarium nano. Sebelumnya akuarium nano bebas dari teknologi filterisasi. Yang tampak hanya sosok kotak kaca berukuran kecil dengan tata cahaya lampu. Konsekuensinya pemilik akuarium harus rajin menguras minimal sepekan sekali agar air tetap jernih. Aktivitas menguras itu membuat akuarium nano sulit dilengkapi tanaman-tanaman air yang memerlukan sistem filterisasi.

Kehadiran smart back system filter (SBSF) memang membuat akuarium nano tampil beda. “Teknologi itu akan meminimalkan perawatan akuarium,” ujar Alvin Yap dari Qian Hu, salah satu produsen akuarium nano dari Singapura. Minim perawatan lantaran perangkat SBSF bekerja keras menangkap kotoran sekaligus “menyehatkan” air dari amonia dan nitrit hasil dekomposisi sisa pakan dan metabolisme ikan.

Sederhana

Cara kerja SBSF sederhana, mirip sistem filterisasi biologi di kolam koi yang terdiri atas  bak-bak penyaring. Hanya saja bak-bak penyaring pada akuarium nano itu berukuran mini, bergantung pada ukuran akuarium. Akuarium berukuran  24 cm x     24 cm x 28 cm, misalnya, memiliki bak filter hanya 10 cm x 10 cm.

Pada SBSF jumlah bak filter mencapai 6 buah yang bekerja secara pararel dimulai dari bak pertama yang berisi busa kasar. Selanjutnya air mengalir menuju bak ke-2 dan ke-3 yang masing-masing berisi busa lembut dan keramik berbentuk cincin. Pada bak ke-3 itulah tempat tumbuh dan berkembang biak bakteri pengurai amonia dan nitrit seperti nitrosomonas dan nitrobacter.

Isi filter bak ke-4 sama persis bak ke-2. Nah, untuk memastikan tak ada racun yang lolos saat air jernih itu kembali ke dalam akuarium, di bak ke-5 terdapat karbon aktif. “Karbon aktif membuat air akuarium nyaman bagi ikan dan tumbuhan di dalamnya,” ujar Stefan Walter, direktur pengembangan Dennerle GmBH, produsen perlengkapan aquascaping dan akuarium di Jerman. Berikutnya pada bak ke-6 diisi busa wol. Fungsinya memastikan tidak ada lagi kotoran yang mungkin lolos dari penyaringan-penyaringan sebelumnya.

Menurut Alvin teknologi SBSK dirancang sedemikian rupa sehingga berbobot ringan dan  memerlukan daya listrik kecil. Ringan karena teknologi SBSK berbobot kurang dari 0,5 kg  itu  dan gampang  dibongkar-pasang  di  bagian  belakang  akuarium nano. Jika hendak membersihkan hobiis tinggal mencopot perangkat filterisasi itu dalam  hitungan detik. Proses filterisasi yang berlangsung  24 jam penuh itu hanya menyedot 12 volt daya listrik. Daya itu sebagian besar terpakai untuk mesin pompa yang akan mengangkat air jernih masuk ke dalam akuarium.

Tiga bak

Inovasi lain dari filterisasi akuarium juga ditampilkan di anjungan inovasi baru Aquarama 2011 di Singapura. Sebuah akuarium nano berkapasitas 100 liter buatan Jerman hanya mengandalkan 3 bak filter biologis. Lokasi ketiga bak itu persis di belakang akuarium. Bak-bak plastik yang tersusun pararel itu masing-masing berisi busa, keramik cincin, dan zeolit. Yang disebut terakhir berfungsi serupa dengan karbon aktif.

Sistem sirkulasi filter 24 jam penuh itu mampu menyaring 10 liter air per menit. Keunggulan lain akuarium nano berbentuk kotak adalah terdapat lampu ultraviolet dan light emitting diode (LED). Lampu dioda cahaya itu cocok dipakai bila akuarium nano berisi terumbu karang. “Lampu ultraviolet berguna untuk mengurangi jasad renik dan lumut,” ujar Stephan.

Produsen seperti Eheim, juga mengedepankan teknologi filterisasi modern untuk akuarium nano. Salah satunya sistem filter satu tabung. Filter berukuran 1,5 kali botol kemasan air mineral itu dilengkapi media penyaring biologis yang efektif bekerja untuk akuarium nano berkapasitas hingga 60 liter. Keunggulan lain air jernih yang masuk lebih kaya oksigen terlarut karena telah melewati proses oksigenisasi yang terintegrasi di dalam tabung. Jadi dengan teknologi-teknologi itu pantas bila akuarium nano tetap  jernih selama 3 tahun. (Dian Adijaya S)

 

Powered by WishList Member - Membership Software