Akuarium Berpanorama Rimba

Filed in Ikan hias, Satwa by on 06/09/2013 0 Comments

Penampilan akuarium dinding kini kian semarak. Mengedepankan suasana alam liar.

Jerapah, gajah, dan beberapa satwa liar lain itu tampak melintasi padang rumput di Taman Nasional Serengeti di Tanzania, Afrika. Sementara itu beberapa burung terbang di atas taman nasional yang memiliki ekosistem tertua di muka Bumi itu. Namun, suasana alam liar itu sedikit ‘ternoda’ oleh kehadiran beberapa terumbu karang dan cangkang siput yang letaknya di tengah-tengah padang rumput. Dua-tiga ikan badut Amphiprion ocellaris bahkan tampak berenang di atasnya. Aneh? Jawabnya tidak.

Itulah wajah baru dari akuarium dinding pada 2013. Penampilan gres dari tema akuarium dinding itu menjadi unggulan di stan Aquatic Style pada Aquarama 2013 di Singapura. Beberapa pengunjung anjungan yang datang berdecak kagum lantaran gambaran bawah laut bak lenyap. “Perubahan itu sebagai bentuk variasi tema akuarium laut,” kata Lim Wei Sheng, anggota staf Aquatic Style itu.

Satwa-satwa liar itu sesungguhnya hanyalah gambar yang ditempelkan di bingkai akuarium berukuran 242,6 cm x 39,4 cm x 14 cm. Agar menegaskan seperti di habitat sesungguhnya, latar dinding akuarium dalam pun diberi gambar serupa dengan dominasi padang rumput. Dari dekat maupun jauh kesan yang tertangkap di akuarium seharga Rp8-juta itu adalah padang rumput dengan satwa liar di dalamnya.

 

526_33-2

Platy, salah satu ikan hias air tawar yang cocok untuk akuarium dinding

Sejatinya penampilan akuarium dinding selama ini belum menyentuh bidang bingkai. Konsentrasi perancang akuarium lebih bagaimana menghadirkan suasana bawah air di kotak persegi panjang itu. Kalaupun terdapat inovasi, tujuannya lebih banyak memperkaya kedalaman dari tema yang ditampilkan. “Biasanya inovasi itu terdapat pada tata lampu,” ujar Lim Wei Sheng. Tata lampu bisa diatur memakai warna-warna tertentu seperti biru atau merah.

Menurut Tan Lye Hee dari Atlantis Aquatic, produsen akuarium asal negeri Singa, pehobi sekarang cenderung menyukai akuarium laut. Gambaran sulit merawat sudah tidak ada lagi. “Meskipun harus total mengganti air setiap pekan karena akuarium itu tidak memiliki protein skimmer,” ujar Lye Hee. Protein skimmer berperan menangkap amonia dari sisa pakan dan hasil metabolisme satwa di dalam akuarium.

Aquascaping dalam bentuk akuarium dindingbanyak mengambil tema ladang dan kebun

Aquascaping dalam bentuk akuarium dinding
banyak mengambil tema ladang dan kebun

Lye Hee menyebutkan Atlantis Aquatic yang sejak Aquarama 2007 fokus menampilkan desain akuarium aquascaping, kini mulai membuat akuarium dinding aquascaping. Akuarium dinding itu juga mengambil latar ladang dan kebun dengan kehadiran beberapa tanaman air. “Tanaman air yang dipakai dipilih jenis tertentu seperti rumput supaya pehobi tak perlu repot memangkas dan memupuk,” ujar Lye Hee.

Menurut Steven Frans, pehobi dari Johor Bahru, Malaysia, perlengkapan akuarium dinding cukup ‘bandel’. Lampunya bisa tahan 3—4 tahun. Filter cukup dibersihkan 3—4 bulan sekali. “Tidak sulit merawatnya,” ujar Steven yang sudah memiliki sebuah akuarium dinding pada 2012 itu.

 

Peluang

Kehadiran akuarium dinding yang tengah naik daun itu sesungguhnya bisa menjadi peluang bisnis. Bila melihat ukuran akuarium, beberapa tanaman air yang dikembangkan di tanahair bisa dipakai seperti Echinodorus yang paling pol tingginya tak lebih dari 15 cm dan kompak.  Perawatannya pun mudah. “Secara penampilan Echinodorus cukup bagus,” ujar Matali dari Golden Leaf Aquatic, penangkar tanaman air di Malang, Jawa Timur.

Keberadaan ikan hias laut atau tawar di dalamnya pun potensial untuk dipasok. Beberapa ikan hias yang dipakai antara lain molly Poecilia sphenops, corydoras Corydoras aeneus, kelompok udang hias neocaridina seperti red shrimp dan bumble bee, serta platy Xiphophorus helleri.

Selain akuarium dinding, masih ada akuarium meja yang kini dimodifikasi dengan penambahan sedikit tanaman hias. Bentuknya tetap sama seperti sudah diperkenalkan pada Aquarama 2009: bundar bergaris tengah 30 cm dengan tinggi 25 cm. “Kehadiran unsur air di dalam akuarium memberi efek visual pada ruang sehingga tidak terkesan berat dan kering,” ujar Setiawan, desain interior di Jakarta Pusat. (Dian Adijaya Susanto)

 

Powered by WishList Member - Membership Software