Akhiri Pesta Marumba

Filed in Buah by on 05/02/2014
Kebun durian 15 hektar terserang hama ulat daun

Kebun durian 15 hektar terserang hama ulat daun

Ulat daun Marumba dyras menyerang puluhan pohon durian hingga gundul. Pohon mogok berbuah.

Deretan pohon durian itu tampak seragam: meranggas. Tak jauh dari deretan pohon itu di Desa Sukajaya, Kecamatan Ciapus, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, tampak kebun durian dengan panorama sama. Pohon-pohon berumur 15 tahun itu—total 35 tanaman—juga tak ada sehelai daun pun tersisa. Serangan ulat meludeskan daun tanaman anggota famili Bombacaceae itu. Penjaga kebun seluas 15 ha, Maman, mengatakan bahwa pada 2013 ke-35 pohon itu gagal panen.

“Tahun lalu (2012 red), kami bisa panen sekitar 50-an buah per pohon dengan berat rata-rata 3 kg dan kami mendapat harga sekitar Rp20.000 per kg,” kata Maman. Artinya, potensi kerugian pekebun itu mencapai Rp100-juta. Menurut  konsultan penanaman durian, Ajie Wien, daun-daun itu adalah bagian utama pohon durian. Tanpa daun, proses fotosintesis terhambat. “Jika tidak ada daun, maka pertumbuhan tanaman sangat terganggu. Durian pun tak jadi berbuah,” kata pemerhati durian sejak 20 tahun lalu itu.

 

Hama ulat daun

Hama ulat daun

Ulat daun

Peneliti buah dari Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD,  mengungkapkan hama yang menyerang pohon durian di Ciapus itu adalah ulat daun Marumba dyras. Menurut Sobir hama itu sangat rakus. “Ulat itu memakan semua daun baik daun tua maupun muda,” ujarnya. Akibatnya, tanaman durian yang terserang akan gundul alias daunnya habis. Yang tersisa hanya tangkai daunnya.

Hingga kini Sobir belum mendapat laporan bahwa ulat itu menyerang komoditas lain. Namun menurut ahli serangga dari Universitas Gadjah Mada, Dr Suputa SP MS, sangat jarang ulat menyerang hanya satu tanaman alias monofaga. “Kalau ada ulat hanya menyerang satu jenis tanaman, pasti cepat punah karena sangat tergantung dengan hanya satu pakan,” kata Suputa.

Menurut Sobir, ulat daun itu berasal dari India. “Kemudian ulat itu menyebar ke Myanmar, Cina selatan, dan Thailand sebelum masuk ke Indonesia,” ujarnya. Namun, Sobir tidak mengetahui secara pasti kapan ulat itu sampai ke Indonesia. Pada awal 2014 ulat-ulat itu menyerang durian di Bogor. Ajie Win menduga ulat yang menyerang pohon durian di Ciapus itu termasuk ulat Daphunas ocellaris. Ulat itu pernah menyerang pohon durian di Malaysia pada 2007. Hama itu menyerang perkebunan durian di Panggil dan Jalan Salim Sibu, keduanya di Serawak, Malaysia. “Dugaan terkuat penyebab meledaknya hama ulat itu adalah perubahan cuaca yang mendadak (red pancaroba),” kata Aji. Menurut Suputa, beberapa penyebab meledaknya hama ulat antara lain matinya musuh alami dan kompetitor alami ulat seperti burung. Burung memang kian langka di kebun yang terserang ulat itu.

Ajie Wien (bertopi), konsultan durian dan Maman, petugas kebun

Ajie Wien (bertopi), konsultan durian dan Maman, petugas kebun

Maman mengatakan, beberapa bulan terakhir keberadaan burung seperti pleci semakin jarang ditemui. “Banyak yang menangkapi burung itu untuk dijual,” ujarnya. Selain matinya predator, penggunaan pestisida kimia secara tidak bijaksana juga memicu meledaknya hama itu. “Terjadinya resurgensi akibat bahan aktif tertentu yang merangsang percepatan pertumbuhan pada ulat hama. Biasanya resurgensi disebabkan oleh bahan aktif insektisida kimia,” kata Suputa.

Ketersediaan pakan yang terus-menerus dan terkonsentrasi pada satu tempat atau wilayah tertentu seperti penanaman monokultur juga bisa jadi pemicu peledakan hama. “Meningkatnya konsentrasi karbondioksida dan suhu di atmosfer juga menjadi pemicu,” kata Suputa. Itu mempercepat siklus hidup, mempengaruhi rasio seks, dan meningkatkan daya makan serangga herbivora seperti ulat.

 

Pencegahan

Direktorat Perlindungan Hortikultura, Kemeterian Pertanian, menyebutkan hama itu meletakkan telur pada bagian atas daun, bawah daun, dan tangkai daun durian.  Serangga itu meletakkan telur secara berkelompok dengan ditutupi benang-benang putih.  Telur menetas selama 5—7 hari lalu menjadi larva dengan panjang 3—5 cm dan berwarna hijau kehitaman. Pada fase itulah hama meluluhlantakkan kebun durian dengan cara menyerang daun.

Pupa mengalami masa hidup 18—20 hari.  Pupa berwarna cokelat tua sampai hitam dan berada di bawah permukaan tanah di sekitar tanaman.  Ngengat ulat itu berwarna cokelat keabu-abuan. Pada siang hari ngengat bersembunyi di sela-sela daun dan aktif pada malam hari lantaran sangat responsif pada cahaya. Ajie Win mengatakan mencegah serangan ulat jalan terbaik. Ulat-ulat itu memang sebetulnya tidak membahayakan jika populasi terkontrol. Namun, ketika terjadi resurjensi hama, barulah membahayakan.

Ulat daun Marumba dyras memakan daun tua maupun daun muda tanaman durian

Ulat daun Marumba dyras memakan daun tua maupun daun muda tanaman durian

Oleh karena itu pekebun mesti menjaga keseimbangan ekosistem kebun. Predator ulat berupa beragam jenis burung, misalnya, harus terjaga. Ketika populasi ulat meledak, maka burung akan mengontrolnya. Namun, ketika  terjadi serangan hebat pekebun harus mengendalikannya. Menurut Sobir, beberapa cara untuk pengendalian hama ulat yakni kultur teknis dengan memusnahkan sisa-sisa tanaman yang terserang dan memusnahkan tanaman inang lainnya.

Adapun cara mekanis dengan memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dimusnahkan secara kimiawi. “Menggunakan insektisida yang efektif, terdaftar, dan diizinkan pemerintah pada saat tanaman telah selesai berbunga,” kata Sobir. Sementara menurut Suputa, hama ulat itu bisa dikendalikan dengan agen hayati. “Di antaranya menggunakan cendawan Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, dan Cordyceps sinensis,” kata Suputa.

Namun, cara yang paling baik menurut dosen taksonomi serangga Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada itu dengan tindakan preventif yaitu menyebarkan musuh alami ulat. Suputa menambahkan musuh alami ulat yang potensial adalah Brachymeria sp. Salah satu spesiesnya Brachymeria lasus. Cendawan itu juga yang menyerang pupa ulat bulu di Probolinggo, Jawa Timur,  hingga menurunkan populasinya dengan cepat dan tidak lagi meledak. Diharapkan Brachymeria lasus juga dapat menurunkan populasi ulat yang menyerang pohon durian. Dengan begitu pohon durian tetap berdaun dan produktif. (Bondan Setyawan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software