Ahli Atasi Kuman Koch

Filed in Uncategorised by on 01/10/2012 0 Comments

Konsumsi sirup bawang lanang bebaskan Joko dari derita tuberkulosisKonsumsi bawang putih tunggal terbukti andal menumpas bakteri penyebab tuberkulosis.

Napas “ngos-ngosan” dan batuk disertai muntah darah menjadi pertanda kehadiran bakteri penyebab tuberkulosis di tubuh muda Joko Santoso. Batuk mulai mendera dan terus menjadi setiap kali malam yang dingin datang. Kejadian itu berulang hampir setiap hari.

Melihat kondisi itu kedua orang tua segera membawa murid sebuah Sekolah Menengah Pertama di Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, itu ke dokter. Dari gejala dan hasil pemeriksaan rontgen dokter mendiagnosis Joko menderita tuberkulosis. Sejak saat itulah Joko menjadi tergantungan pada obat dokter.

Infeksi bakteri

Tuberkulosis alias TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Menurut Dr dr Zulkifli Amin SpPD, di Departemen Ilmu penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, proses infeksi M. tuberculosis biasanya secara inhalasi, yaitu melalui saluran pernapasan. Oleh karena itu bakteri mungil itu kerap ditemukan menyerang paru-paru. Penularannya sebagian besar melalui inhalasi basil, terutama dari penderita TB paru dengan batuk berdahak yang mengandung basil tahan asam.

Zulkifli menjelaskan, penderita TB umumnya mengalami gejala klinis seperti demam, batuk, sesak napas, dan nyeri dada. Namun, ada juga pasien yang tidak mengalami keluhan sama sekali. Pada 2011 Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis angka prevalensi tuberkulosis di negara-negara anggota ASEAN. Kamboja menjadi negara dengan prevalensi TB tertinggi di ASEAN, yaitu 693 kasus per 100.0000 penduduk. Sementara Singapura memiliki prevalensi TB terkecil, 43 kasus per 100.000 penduduk.

Pada 2009 angka kematian akibat TB tertinggi terjadi di Kamboja, yaitu 71 kasus per 100.000 penduduk. Sedangkan kasus kematian akibat TB terendah yaitu di Brunei Darussalam dan Singapura, masing-masing 1,7 dan 2,3 kasus kematian per 100.000 penduduk. Indonesia menduduki peringkat ke-8 negara dengan risiko TB di ASEAN dan SEARO (South East Asia Region) dengan prevalensi 285 kasus per 100.000 penduduk.

Pada 1993, WHO mendeklarasikan TB sebagai global health emergency. Harap mafhum ketika itu sepertiga penduduk dunia terinfeksi mikobakterium TB. Sebanyak 75% penderita TB berada pada usia produktif, 20-49 tahun. Sejak Heinrich Hermann Robert Koch menemukan tuberkulosis 130 tahun silam, bakteri itu hingga kini masih menjadi momok.

Pada 2011 seorang rekan menyarankan Joko untuk mengonsumsi bawang lanang. Bawang lanang merupakan bawang putih Allium sativum yang hanya terdiri dari satu siung. Berharap kesembuhan datang, pria yang kini berusia 19 tahun itu pun mencoba mengonsumsi bawang tunggal itu. Joko mengonsumsi bawang lanang dalam bentuk sirup sehari tiga kali, masing-masing satu sendok makan. Ia juga berpantang makanan berminyak, keluar malam, dan merokok.

“Sebulan setelah konsumsi batuk berdarah berhenti,” ujarnya. Napasnya juga sudah normal, tidak “ngos-ngosan”, dan wajahnya terlihat lebih segar. Joko pun memutuskan berhenti berobat ke dokter. Namun, meski kondisi kesehatan tubuh sudah jauh membaik hingga kini ia tetap mengonsumsi bawang lanang.

Blokade bakteri

Khasiat bawang lanang sebagai antituberkulosis diperkuat riset Novena Yeti Lindawati S Farm Apt dan Crescentiana Emy Dhurhania di Akademi Farmasi Nasional Surakarta. Periset itu menguji bawang lanang secara prakilinis terhadap Mycobacterium tuberculosis. Dalam risetnya, Novena menggunakan eksrak bawang lanang dosis 240 µg/ml, 320 µg/ml, dan 400 µg/ml. Ketiga dosis itu dibandingkan dengan rifampisin (antibiotik untuk penyakit TB) dosisi 40 µg/ml media.

Dosen mikrobiologi di Akademi Farmasi Nasional Surakarta itu membagi sampel dalam 5 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol, tanpa perlakuan ekstrak bawang lanang dan rifampisin. Kelompok 2 perlakuan rifampisin 40 µg/ml media. Kelompok 3-5 perlakuan ekstrak bawang putih tunggal dosis 240 µg/ml, 320 µg/ml, dan 400 µg/ml media. Masing-masing perlakuan terdiri atas 8 cawan. Inkubasi dilakukan selama 4-6 minggu pada suhu 37ºC. Setelah itu mereka mengukur pertumbuhan bakteri.

Hasil penelitian menunjukkan ekstrak bawang lanang dosis 240 µg/ml media-setara 600 mg ekstrak bawang lanang per kapsul-berpotensi menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Bahkan lebih sensitif daripada rifampisin 40µg/ml (setara 100 mg rifampisin per kapsul). Dari 8 cawan dosis 240 µg/ml media, pada sebanyak 7 cawan tidak ditemukan koloni Mycobacterium tuberculosis, hanya 1 cawan yang mengalami pertumbuhan 26-100 koloni.

Jumlah koloni kontrol negatif dan rifampisin rata-rata terdapat lebih dari 26 koloni hingga bakteri menutupi seluruh permukaan media. Pada dosis 320 µg/ml dan 400 µg/ml pertumbuhan koloni rata-rata juga lebih dari 26 hingga menutupi seluruh permukaan. Pada kadar pemberian ekstrak bawang lanang yang lebih tinggi, 300 dan 400 µg/ml media justru tidak sensitif terhadap Mycobacterium tuberculosis. Novena menduga semakin tinggi dosis ekstrak bawang putih tunggal yang digunakan bakteri justru semakin resisten.

Resep herbalis

Novena menjelaskan senyawa dalam bawang lanang yang berperan terhadap tuberkulosis adalah alisin. Alisin mengandung enzim yang dapat memecah bakteri. Alisin sebagai antimikroba mampu menghambat bakteri penyebab TB dengan memblokade aktivitas enzim cystein proteinase dan alkohol dehidrogenase penyebab infeksi dan gangguan metabolisme. “Selain itu, bawang lanang juga mengandung scornidin yang mampu meningkatkan daya tahan tubuh,” kata Novena.

Kalangan herbalis sudah lama mengenal bawang lanang sebagai herbal. Herbalis di Surakarta, Jawa Tengah, Sudiyo, meresepkan bawang lanang untuk hipertensi, jantung, sinusitis, kolesterol, stroke, migrain, dan TB. Untuk mengobati TB, Sudiyo meresepkan bawang lanang secara kombinasi dengan madu, sarang semut, dan jeruk nipis.

“Bawang lanang membunuh bakteri, membuang zat amoniak dalam tubuh, dan memperbaiki sel jantung yang rusak,” ujarnya. Madu berfungsi meningkatkan imunitas. Jeruk nipis sebagai pereda batuk, kandungan vitamin C-nya tinggi baik untuk imunitas, sekaligus mengurangi bau tajam bawang lanang. Bersama mereka bawang lanang membuat kuman koch keok. (Desi Sayyidati Rahimah/Peliput Andari Titisari)

Keterangan Foto :

  1. Konsumsi sirup bawang lanang bebaskan Joko dari derita tuberkulosis
  2. Novena Yeti Lindawati SFarm Apt, peneliti bawang lanang antituberkulosis
  3. Hindari konsumsi makanan berminyak percepat pemulihan pasien tuberkulosis
 

Powered by WishList Member - Membership Software