Agus Roma Riswanto, S.Kom. : Laba Lemon Luar Biasa

Filed in Majalah, Topik by on 01/12/2020

Lemon kalifornia berumur 3—4 tahun potensi produksi 50—70 kg per tanaman per tahun.

 

Berkah di balik musibah pandemi korona karena permintaan lemon meningkat. Buah kaya vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Ketika pandemi, “Permintaan lemon malah makin tinggi,” Agus Roma Riswanto, S.Kom. Pekebun lemon di Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, itu rutin memasok 5—10 ton lemon kalifornia ke pabrik minuman dan pasar swalayan setiap bulan. Harga jual Rp10.000—Rp15.000 per kilogram. Harga jual Rp10.000 untuk memenuhi permintaan pabrik minuman di Jakarta.

Petani lemon kalifornia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Agus Roma Riswanto, S.Kom.

Permintaan pabrik itu sebetulnya lebih tinggi, yakni 40 ton per bulan. Namun, Agus belum mampu melayaninya. Pabrik lebih memilih lemon kalifornia karena rendemen air lebih tinggi dibandingkan dengan lemon lokal. Rendemen air lemon kalifornia bisa 30% sedangkan lemon lokal hanya 10—15%. Agus menuturkan, “Permintaan lemon untuk satu pabrik saja bisa 10 ton per minggu.” Ia memasok lemon untuk satu pabrik di Jakarta dan swalayan di Kota Bandung.

Bermitra dengan petani

Agus Roma mengatakan, pasar swalayan menyerap rata-rata 50% produksi lemon. Adapun harga kualitas premium Rp15.000 untuk kebutuhan pasar swalayan. Harap mafhum, pasar swalayan menerapkan standar kualitas tinggi. Syaratnya kulit buah berwarna kuning cerah, permukaan mulus, dan ukuran seragam berbobot 140—200 gram per buah. Adapun permintaan pabrik menerima produk tanpa sortir ukuran atau bobot.

Menurut Agus asal buah bersih dan sehat, tanpa gerekan serangga, pabrik mampu menerimanya. Itu karena pabrik hanya mengambil air sebagai bahan minuman. Pasokan ke pabrik dan pasar swalayan setiap pekan. Artinya, ceruk pasar lemon masih sangat besar. Omzet Agus minimal Rp50 juta per bulan dari perniagaan buah lemon. Agus mengatakan, biaya produksi per kilogram lemon hanya Rp1500—Rp2.000.

Petani itu menangguk laba dari mengebunkan lemon karena biaya produksi yang relatif rendah. Apalagi produksi tanaman cenderung melonjak. Ketika umur tanaman 3—4 tahun, tinggi tanaman mencapai 2,5 meter produksi 50 kg per tanaman per tahun. Makin bertambahnya umur tanaman, kian besar produksinya. Contoh tanaman berumur 5—6 tahun menghasilkan 60 kg per tahun.

“Produksi rendah hanya saat kemarau karena kekurangan air. Namun, bisa berproduksi sepanjang tahun,” kata petani berumur 41 tahun itu. Saat kemarau produksi lemon turun 50%. Namun, jika ketersediaan air memadai, produksi lemon tetap stabil meski musim kemarau. Sarjana Ilmu Komputer itu membuat sumur di lahannya untuk mengairi tanaman saat kemarau. Itulah sebabnya produksi lemon di kebun Agus relatif stabil. Menurut Agus tanaman anggota famili Rutaceae itu mampu berpoduksi dengan baik hingga umur 10—15 tahun.

Dari kebun itulah Agus memasok lemon untuk pasar swalayan dan pabrik. Agus Roma mengelola lahan sendiri 2 hektare berketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Petani lemon sejak 2013 itu mengebunkan 1.500 tanaman yang kini berumur 7 tahun. Produksi 3—5 kg per tanaman per bulan. Bobot buah rata-rata 140—200 gram. Pasokan minimal 4.500 kg per bulan dari kebun sendiri atau mencapai 5—10% dari total pasokan.

Permintaan bibit tanaman buah tidak terpengaruh pandemi.

Meningkat

Agus termasuk pionir pekebun lemon di Jawa Barat. Ketika masyarakat belum melirik lemon, insting bisnis Agus bergerak untuk mengebunkan tanaman kerabat kemuning itu. Saat itu ia tertarik mengebunkan lemon karena selama ini Indonesia mengimpor dari manacanegara. Agus melihat peluang bisnis itu sehingga mengebunkan lemon. Petani di sekitarnya kemudian mengikuti jejak Agus untuk mengebunkan lemon.

Semula mereka adalah petani sayuran. Kini para petani itu menjadi mitra untuk memasok pasar. Agus bermitra dengan 10 petani di Kabupaten Bandung dengan lahan seluas total 10 ha. Agus mengatakan, tren permintaan tinggi itu terutama saat pandemi korona. Sebagai gambaran, pasokan Agus sebelum Maret 2020 hanya 5 ton per bulan. Ketika terjadi pandemi terjadi lonjakan permintaan 100%.

Masyarakat mengonsumsi lemon yang kaya vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain permintaan buah yang tinggi, permintaan bibit juga sama saja. Petani alumnus Universitas Brawijaya itu menjual bibit lemon kalifornia setinggi 70 cm Rp25.000. Omzet peniagaan bibit buah rata-rata Rp10 juta—Rp20 juta per bulan. “Tren permintaan bibit meski pandemi tetap, mungkin petani terus menanam salama pandemi,” kata Agus. Ia memperbanyak sendiri bibit-bibit tanaman buah itu dengan teknologi grafting. (Muhamad Fajar Ramdhan)

 

Powered by WishList Member - Membership Software