Agar Kucica Tetap Berkicau

Filed in Tak Berkategori by on 01/10/2012 0 Comments

Rahasia menangkarkan murai batu: buat mereka akur dan nyaman.

 

Kicauan murai batu kian sulit terdengar di alam. Populasi Copsychus malabaricus memang melorot. Dengarlah penuturan Narawana-ia enggan nama sebenarnya disebut-pemasok burung ke pasar besar di Jakarta. Hingga 1980-an, ia bisa menyetor puluhan murai batu hasil buruan di Banten dan beberapa daerah di selatan Jawa Barat. Namun, kini, “Sebulan berburu belum tentu dapat, lebih sering tidak melihat sama sekali burungnya,” katanya.

Setali tiga uang dengan kondisi di Sumatera Utara yang sohor sebagai tempat murai batu medan. Murai medan yang berpostur sedikit lebih besar daripada murai di Jawa memiliki suara indah dan lantang. “Pemburunya malah sering ‘hilang’ tersesat karena perlu masuk lebih dalam ke hutan. Itu pun belum tentu dapat,” ujar Pang Lesmana, kolektor murai batu di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menirukan ucapan rekannya yang juga pemburu kucica hutan selama 20 tahun.

Teritorial

Kondisi itu pula yang mendorong para kolektor burung berusaha menangkarkan anggota suku Turdidae itu. Menurut Dr Dewi Malia Prawiradilaga, ahli burung dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Cibinong, Bogor, penangkaran murai batu relatif mudah. Itu karena jantan murai batu berpoligami. Setiap kali kawin di alam, betina menghasilkan 3-4 telur. “Bandingkan dengan elang yang hanya bertelur 1 butir. Itu pun setahun sekali, ” papar Dewi.

Penangkaran murai batu itu kini dilakukan Pang Lesmana sejak setahun lalu. Pang Lesama tak tanggung-tanggung menangkarkan murai. Ia membangun kandang penangkaran berbentuk tiga per empat lingkaran dengan diameter 2 m dan tinggi 4 m. Kandang itu kemudian diisi 9 murai berumur 1-3 tahun dengan komposisi 4 jantan dan 5 betina. “Murai batu tergolong hewan teritorial yang akan mempertahankan wilayahnya,” ujar Pang. Burung lain yang masuk ke wilayah burung lain bisa diserang agar pergi.

Oleh karena itu Pang mencegah salah satu burung menguasai kandang. Pria berusia 60 tahun itu menyiasati dengan memindahkan burung-burung itu serentak dari sangkar individu ke kandang besar. “Saat bersama di tempat asing, kecil kemungkinan terjadi persaing-an, malah mereka akan bekerja sama,” kata Pang. Terbukti, kesembilan murai batu itu akur sejak pertama kali dipindahkan pada Maret 2012 hingga sekarang.

Bila sudah akur burung-burung itu sesungguhnya merasa nyaman sehingga bakal cepat berpijah. Namun, jangan pernah mencoba mengganggu kenyamanan itu. Pang mengisahkan pada Agustus 2012 lalu ia meminta pegawai mengintip jumlah telur di kandang. Hasilnya? Betina yang tengah bersarang merasa terganggu hingga pergi meninggalkan telurnya. Alhasil telur-telur itu membusuk. Menurut Iman, penangkar murai batu di Jakarta Barat, hal itu lazim terjadi bila betina merasa tidak aman karena ada gangguan. “Mereka ogah mengerami,” kata Iman.

Berkaca dari kejadian itu Pang mulai berhati-hati. Begitu melihat betina membangun sarang, 3 pekan berikutnya ia tidak mencoba mengusik. “Kandang dan minum dibersihkan setiap 4-5 hari,” tutur pengusaha suku cadang kendaraan bermotor itu. Upaya itu berbuah manis karena pada pertengahan September 2012 Pang mendapati cangkang telur di lantai kandang, pertanda terdapat piyik. Selanjutnya Pang membiarkan piyik itu menerima pakan pertama dari sang induk supaya tumbuh lebih sehat. “Ibarat ibu memberi ASI kepada bayi,” katanya.

Tinggi protein

Untuk menjodohkan murai yang biasanya hidup di sangkar soliter, Pang punya trik sendiri. Lazimnya penjodohan diawali dengan mendekatkan kandang burung jantan dan betina. Jika ada kecocokan-kerap berusaha saling mendekat dan berkicau bersahutan-baru betina dimasukkan ke dalam sangkar jantan. Namun, menurut Pang, prosesnya tidak semudah itu. “Sifat teritorinya bisa jadi muncul yang membuat perkawinan tidak terjadi,” kata ayah 3 anak itu. Belum lagi sikap saling mendekat dan berkicau bersahutan sebetulnya bisa berarti mengusir.

Pang mengantisipasi kemungkinan itu dengan memindahkan kedua burung itu ke dalam kandang isolasi berukuran 50 cm x 50 cm x 30 cm. Cara itu terbukti manjur. Induk mau berpijah. Bahkan terbukti pula pemakaian kandang isolasi itu membuat burung siap mabung alias berganti bulu saja bisa akur saat bersama-sama dimasukkan ke dalam kandang penangkaran, seperti Trubus saksikan di kediaman Pang. Padahal, burung mabung cenderung galak kepada sesamanya.

Di alam, pakan murai batu berprotein tinggi, seperti serangga, telur serangga, sampai larva. Itulah sebabnya Pang memberikan pakan alami berupa jangkrik, voer, kroto, dan ulat hongkong. Pakan-pakan itu harus berkualitas. Voer, misalnya, harus berbau segar, tidak tengik, dan bebas cendawan. Pun jangkrik tanpa bagian kepala dan kaki yang bisa menyebabkan luka di mulut dan organ pencernaan murai batu karena berduri.

Upaya Pang Lesmana menangkarkan murai batu sejauh ini berhasil. Ia kini tengah menjodohkan 3 pasang induk lagi. Di alam, murai batu berpijah saat pakan berlimpah saat musim hujan. Namun, murai batu di penangkaran bisa “dipaksa” untuk terus berproduksi hingga bisa bertelur 6-8 kali setahun. Jadi melalui penangkaran, populasi murai batu pelan-pelan bisa bertambah. (Argohartono Arie Raharjo)

Keterangan Foto :

  1. Murai batu bersifat teritorial
  2. Burung dalam sangkar soliter lebih rajin berkicau
  3. Jangkrik mesti bebas dari bagian kepala dan kaki yang tajam
  4. Burung betina kerap turun untuk mengambil bahan sarang
  5. Pakan dicampur dalam 1 wadah untuk mempermudah pengontrolan
  6. Kroto memenuhi kebutuhan protein murai batu
 

Powered by WishList Member - Membership Software