Adu Elok Daun Klasik

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 15/06/2019

Anthurium obor juara ke-1 milik Joko Arif Nugroho.

 

Kontes nasional anthurium dan philodendron.

Juri Radius Munarvi menilai jumlah daun, kesehatan, kerapian, penampilan, dan karakter tanaman.

Anthurium hookerii obor milik Joko Arif Nugroho itu tampil memikat. Daun hijau segar meliuk-liuk. Juri menobatkan tanaman bernomor pot 166 itu sebagai juara ke-1 kategori anthurium campuran pada kontes nasional aneka tanaman hias. Joko Arif merawat obor selama 1,5 tahun sejak 2017. Koleksi lain Joko juga menyabet juara ke-1 dan ke-2 kategori Anthurium jenmanii hijau serta juara ke-3 Anthurium jenmanii variegata.

Pehobi asal Kediri, Jawa Timur, itu mempersiapkan tanaman untuk kontes sejak awal pembibitan. “Saya memperbanyak sendiri dan memilih yang paling unggul dari 20—30 tanaman. Setelah itu saya mutasi untuk mendapatkan tanaman yang diinginkan,” kata Joko. Pria 47 tahun itu memperoleh bibit hookerii obor dari kolektor di Jakarta Selatan pada 2009. Pehobi tanaman hias sejak 2005 itu tengah mengembangkan hookerii warna merah muda.

Lima aspek

Penyelenggaraka kontes tanaman hias itu adalah Komunitas Pemuda Pencinta Tanaman Hias Ciapus (KPPTHC). Itu untuk kali pertama KPPTHC mengadakan kontes berskala nasional pada 28 April 2019. Pada tahun 2018 KPPTHC mengadakan kontes lokal untuk kategori caladium. “Melihat antusiasme pehobi keladi cukup tinggi, kami berniat mengadakan kontes yang lebih besar pada tahun 2019 ini,” kata anggota panitia kontes, Dika.

Kontes di Situ Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melombakan 7 kategori, yaitu Anthurium clarynervium, Anthurium crystallinum, Anthurium jenmanii hijau, Anthurium jenmanii variegata, Anthurium campuran nonjenmanii, philodendron hijau, dan philodendron variegata. Sebanyak 173 pot tanaman mengkitui kontes yang bertema memperkenalkan kembali si daun klasik.

Pehobi dari berbagai daerah seperti Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bandung—semua di Jawa Barat, Jakarta, dan Malang, Jawa Timur, memeriahkan kontes. Bahkan, “Ada satu peserta dari Thailand yang mendaftarkan koleksinya untuk kategori Philodendron variegata,” ujar ketua pelaksana, Febriadi Rahmatullah.
Dewan juri yang beranggotakan Amirrudin Pane, Boffi, Handry Chuhairy, Radius Munarvi, dan Ulih menilai peserta berdasarkan 5 aspek. Aspek itu meliputi jumlah daun, kesehatan, kerapian, penampilan, dan karakter tanaman. Menurut Ulih, “Kami pilih tanaman yang kompak, sehat, dan banyak daun. Tidak sulit, sebab kami bisa langsung mengenali mana yang menjadi kandidat juara.”

Crystallinum juara ke-1 koleksi Rendy Flora.

Bursa tanaman

Selain kontes, panitia juga membuka bursa penjualan tanaman hias. Ada Anthurium veitchii ukuran kecil seharga Rp150.000 dan Philodendron melanochrysum Rp 350.000. Ada pula kuping gajah hibrida golden seharga Rp2.000.000. Para kolektor sengaja datang untuk mengincar tanaman hias juara. Kolektor asal Jakarta Barat, Vera, mengincar Philodendron variegata pink princess yang sedang beradu.

“Semula mengincar pink princess, tapi mendapat Philodendron N-Joy. Bagus dan langka sebab ukurannya besar dan daunnya kompak menghadap atas,” ujar Vera. Menurut Joko kontes penting untuk memacu bisnis tanaman hias Nusantara. Selain kontes, KPPTHC juga membimbing pemuda Tamansari yang baru lulus sekolah menengah atas atau sederajat untuk memperkaya wawasan dan pengalaman berbisnis tanaman hias. (Sinta Herian Pawestri)

Tags: , , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software