40 Inovasi & Solusi Agribisnis

Filed in Majalah, Topik by on 02/12/2019

Pesawat nirawak atau drone membantu petani mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

 

Beragam inovasi mutakhir yang solutif untuk mengatasi masalah agribisnis di tanah air.

Durma kini memiliki lebih banyak waktu bercengkerama dengan keluarga. Petani di Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu tidak lagi mengitari lahan sembari memegang selang untuk menyiram tanaman. Ia cukup menekan telepon pintar dan air akan menyirami tanaman di lahannya. Volume air per tanaman sesuai takaran, pas. Durma tak lagi memanfaatkan “perasaan” atau perkiraan ketika menyiram.

Inovasi i tu itu praktis, mudah, dan sangat efisien. Ia menerapkan sistem pertanian cerdas sejak April 2019. Pria 51 tahun itu menggunakan aplikasi yang terhubung internet atau digital. Inovasi itu bentuk konkret dari sistem pertanian 4.0. Agenda utama dari Pertanian 4.0 adalah transformasi digital di sektor pertanian, pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital di bidang pertanian. Pada akhirnya sistem itu mengerucut pada pertanian pintar, pertanian terukur, dan bioteknologi.

<script async src=”https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js”></script>
<ins class=”adsbygoogle”
style=”display:block; text-align:center;”
data-ad-layout=”in-article”
data-ad-format=”fluid”
data-ad-client=”ca-pub-4696513935049319″
data-ad-slot=”8129520315″></ins>
<script>
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
</script>

Petani menua

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si. mengatakan, arah inovasi pertanian Indonesia mengikuti perkembangan dunia yang memasuki revolusi industri 4.0. Indikasinya inovasi alat-alat mesin pertanian yang terintegrasi dengan jaringan internet. Inovasi pertanian berupa konsep pertanian cerdas merujuk pada penerapan teknologi informasi pada bidang pertanian.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P.

“Inovasi merupakan kunci dalam kemajuan pembangunan pertanian. Tidak hanya inovasi teknis namun juga kelembagaannya,” kata Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P. Periset itu mengatakan, inovasi teknis membuat bisnis pertanian lebih produktif dan berdaya saing, inovasi kelembagaan mempermudah proses produksi, peningkatan nilai tambah hingga pemasaran.

Penerapan sistem pertanian presisi seperti yang dilakukan Durma sangat membantu petani. Namun, Indonesia mengalami masalah aging farmer, para petani yang kian menua. Sensus Pertanian 2013 mencatat, 60,8% usia petani lebih dari 45 tahun. Sebagian besar mereka (73,97%) hanya berpendidikan setingkat Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, akses mereka terhadap teknologi pun rendah.

Dosen di Departemen Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran, Dr. Iwan Setiawan, SP., M.Si. mengatakan, “Keberlanjutan sektor pertanian menghadapi ancaman yang serius.” Selain hambatan sumber daya manusia, menurut Yudi sarana dan prasarana kita belum cukup siap untuk penerapan sistem pertanian cerdas pada saat ini. “Tetapi untuk konteks masa mendatang harus segera kita arahkan ke sistem pertanian cerdas,” kata Yudi.

Yudi mengatakan, penerapan pertanian cerdas 4.0 merupakan kebutuhan untuk menjawab tantangan pengembangan pertanian di Indonesia. Dengan penerapan pertanian cerdas 4.0 akan membuat pertanian kita menjadi lebih efisien dan produktif sehingga akan lebih kompetitif. Sistem pertanian cerdas itu sangat sesuai dengan karakteristik generasi milenial. “Pertanian cerdas adalah pertaniannya untuk anak muda. Oleh karena itu, konteks waktu ke depan memang pertanian cerdas 4.0 merupkan keharusan,” kata Yudi.

Hidroponik menjadi teknologi pertanian yang berkembang pesat.

Kondisi itu sesuai dengan prediksi Indonesia yang mengalami bonus demografi pada 2030. Saat itu penduduk usia produktif (15—64 tahun) lebih besar daripada penduduk usia tidak produktif. Yudi menuturkan, “Kita mendapat bonus demografi sehingga berlimpah generasi muda yang kita gerakkan untuk menjadi insan-insan petani muda yang menjadi penghela penerapan pertanian cerdas 4.0 di Indonesia.” (Sardi Duryatmo)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software