Vanili Kiat Irit Bibit

Filed in Majalah, Perkebunan by on 11/11/2018

Metode pembibitan pendek efisien menghasilkan banyak bibit.

Lazimnya pekebun vanili menggunakan bibit sepanjang 1—1,5 m bahkan 2 m. “Bibit panjang lebih cepat berbuah,” kata pekebun vanili sejak 1979 di Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Misbah. Sebanyak 2.000 tanaman berumur 2 tahun milik Misbah di lahan 1.250 m² berbunga untuk kali kedua. Pada April 2018 ia memperoleh 62 kg polong segar yang merupakan buah pertama. Itu berarti bunga pertama muncul pada tahun ke-3, saat tanaman berumur 2 tahun.

Tunas calon daun warna putih mirip taji ayam jantan.

Seiring bertambahnya panjang sulur, produksi meningkat selama tanaman vanili terawat. Misbah menyatakan, kebun itu menghasilkan 200 kg polong segar pada 2000. Selama ini ia memanfaatkan sulur sepanjang minimal 1 m untuk membuat bibit. Namun, calon pekebun baru harus membeli bibit. Kalau mengikuti cara Misbah menanam sulur minimal 1 m sebagai bibit, calon pekebun harus membeli banyak sulur.

Padahal, “Dalam 1 m sulur ada 4—8 ruas,” kata pekebun vanili di Wuluhan, Kabupaten Jember, Abu Darin. Itu sebabnya banyak pekebun membibitkan dengan setek pendek yang hanya terdiri atas 1—2 ruas atau sepanjang 10—25 cm (lihat boks Setek Pendek halaman 123). Pertimbangannya murni efisiensi, demi mendapat bibit sebanyak mungkin. Metode pembibitan setek pendek menghasilkan 4—9 tanaman baru dari sulur setek sepanjang 1 m alih-alih hanya 1 tanaman baru dengan cara lama.

Irit bibit

Susanto mencoba setekan 1 ruas untuk membibitkan vanili.

Periset vanili di Kota Bogor, Prof Mesak Tombe membibitkan vanili dengan sulur 2 ruas sepanjang 20—25 cm. Alasannya pun efisiensi. Ia mengutamakan kebun milik dinas setempat, Balai Penelitian Tanaman Industri (Balitri) Sukabumi, atau pekebun yang benar-benar melaksanakan prosedur pencegahan dan penanggulangan organisme pengganggu tanaman (OPT) (baca boks: Setek Pendek halaman 123).

“Kecepatan tumbuh bibit berbeda-beda. Kelompokkan berdasarkan kecepatan tumbuh, buang dan musnahkan yang sakit,” kata Mesak. Cara pembibitan itu efektif menghasilkan tanaman sehat, produktif, dan relatif bebas penyakit. Kecuali tentu saja, kerusakan fisiologis akibat kekurangan air, hara, maupun kelebihan sinar matahari akibat kurang naungan. Nun di Kecamatan Wuluhan Susanto pun tertarik menanam vanili.

Ia memanfaatkan sisa pangkasan dari kebun Misbah untuk sulur setek. Ayah 4 anak itu memotong sulur menjadi bahan setek 1 ruas atau sepanjang 11—15 cm. Ia menyusun setekan itu dalam keranjang plastik berukuran 45 cm x 30 cm setinggi 20 cm. Susanto melapisi dasar keranjang dengan serbuk sabut kelapa atau cocopeat untuk menahan kelembapan. Ia menata rapi setekan di atas lapisan itu.

Petani vanili di Jember, Jawa Timur, Misbah, membibitkan vanili dengan setekan 1—1,5 m.

Selanjutnya ia melapisi lagi dengan cocopeat lalu menata setekan di atasnya, begitu seterusnya sampai keranjang penuh berisi 4 tingkat setekan. Setiap selesai menghamparkan cocopeat ia menyemprotkan air untuk melembapkan olahan sabut kelapa itu. Berselang 3 pekan, setekan menumbuhkan tunas calon akar atau daun. Calon tunas daun berbentuk segitiga warna putih, mirip taji ayam jantan. Ia lantas memindahkan dalam polibag 10 cm.

Susanto melembapkan pupuk organik kascing dengan air. Pascapemindahan ke polibag, pria 67 tahun itu menyemprotkan pupuk hayati mengandung 25 mikrob bermanfaat dengan konsentrasi 20 ml per liter air. Sayang, cara itu hanya menghasilkan 80 bibit dari 187 setekan. Susanto menduga ia terlalu cepat mengeluarkan polibag dari sungkup. Meskipun terlindung dari sinar matahari langsung, banyak setekan mengering kehabisan kelembapan.

Cara itu justru lebih repot ketimbang yang sebelumnya ia lakukan, yaitu membibitkan 2 ruas. Susanto biasa menanam langsung setekan 2 ruas di polibag 10 cm berisi serbuk sabut dan arang. Purnatugas BUMN itu mengambil setekan dari tanaman yang belum berbuah. Setelah menancapkan calon setekan, ia menyemprotkan ekstrak 1 kg bawang merah dalam 10 liter air. Mesak Tombe dan Susanto membuktikan bahwa setekan pendek efektif menghasilkan bibit. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: , , , , ,

Powered by WishList Member - Membership Software