Undangan Kematian Bactrocera

Filed in Tekno by on 01/01/2014
1.Lalat buah menjadi musuh para pekebun mangga

1. Lalat buah menjadi musuh para pekebun mangga

Mengundang lalat buah lalu menjebaknya menjadi cara jitu mengendalikan hama itu.

Lalat buah Bactrocera papayae yang mungil itu mampu mencuri laba pekebun mangga hingga Rp21-miliar. Lalat-lalat itu menyerang 86.000 pohon mangga di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. “Serangan itu merugikan petani hingga 40%,” kata Hikmat Sumantri, periset di pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) wilayah Kecamatan Tomo dan Kecamatan Jatigede, Balai Proteksi Tanaman Pangan. Dengan harga mangga saat itu Rp2.500 per kg dan produktivitas rata-rata 100 kg per pohon per tahun, total kerugian petani Rp21—miliar lebih.

Menurut Hikmat, mangga terserang lalat buah terdapat bintik-bintik hitam seperti bekas tusukan di sekitar kulit buah.  Buah pun akan jatuh sebelum matang. “Kalau sehat, dari persarian bunga hingga buah matang butuh waktu sekitar 90 hari. Itu baru umur 60 hari saja, buah sudah rontok,” kata Hikmat. Buah pun busuk, karena di dalam buah muncul larva.

3.Buah mangga menjadi incaran hama lalat buah Bactrocera papayae

3. Buah mangga menjadi incaran hama lalat buah Bactrocera papayae

Perangkap

Peneliti lalat buah dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), Bogor, Jawa Barat, Prof Dr Ir Agus Kardinan, MSc menyarankan untuk menggunakan perangkap dibanding insektisida kimia pembasmi lalat buah. “Perangkap lalat buah lebih ramah lingkungan,” kata Agus.

Akhirnya, Hikmat bersama para petani mangga di Desa Mekarsari, Kecamatan Tomo menerima saran Agus untuk merangkap lalat buah. Di dalam perangkap diberi minyak daun selasih sebagai penarik lalat buah jantan. Hikmat mencoba perangkap di Desa Mekarsari di lahan 50 hektar. Ia menggantung perangkap itu di pohon mangga dengan jumlah satu perangkap per 3 pohon atau radius sekitar 20 meter. “Untuk satu hektar butuh sekitar 18 perangkap,” kata Hikmat. Menurut Agus Kardinan, dari 1 kg daun selasih segar bisa menghasilkan 6,1 ml minyak asiri. Minyak itu sebagai atraktan karena mengandung senyawa metil eugenol sekitar 74%.

Menurut Suputa SP MS, ahli serangga dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, metil eugenol memiliki dua fungsi bagi lalat buah. Fungsi pertama untuk dikonsumsi lalat yang nantinya menghasilkan zat repelen atau zat penolak serangga predator. Fungsi kedua, sebagai seks feromon. “Lalat jantan yang mengonsumsi metil eugenol lebih disukai lalat betina dibanding yang tidak mengonsumsi metil eugenol,” kata Suputa.

Sebulan pascapemasangan, lalat buah masuk ke dalam perangkap melalui lubang-lubang yang sengaja dibuat (lihat ilustrasi). Dalam sebulan, total lalat buah yang terperangkap mencapai 500 ekor lebih. Menurut Hikmat, dari penggunaan perangkap buah itu, kerugian petani akibat lalat buah menurun drastis dari yang awalnya 40%, kini tak sampai 10%.

2.Suputa SP MS “Lalat jantan yang mengonsumsi metil eugenol lebih disukai lalat betina dibanding yang tidak mengonsumsi metil eugenol,”

2. Suputa SP MS “Lalat jantan yang mengonsumsi metil eugenol lebih disukai lalat betina dibanding yang tidak mengonsumsi metil eugenol,”

Sejatinya selain perangkap lalat buah buatan Agus, Balittro juga membuat perangkap lalat buah yang efektif untuk mangga. Perangkap yang pertama terbuat dari botol bekas wadah air mineral 600 ml. Mula-mula, potong sepertiga bagian kepala botol, lalu masukkan potongan botol itu dengan kepala botol menghadap ke dalam kemudian tutup rapat. Ikat bagian depan dan belakang botol dengan kawat agar mudah digantungkan di pohon. Pada bagian tengah botol, ikatkan segumpal kapas yang sudah ditetesi 2-4 ml metil eugenol, kemudian isi botol dengan air seperempat bagian dan jangan sampai mengenai kapas. “Air itu akan menenggelamkan lalat yang masuk ke dalam botol,” kata Agus.

Kemudian, pasang perangkap agak miring agar air tidak tumpah. Dalam waktu satu minggu, perangkap dapat menjebak 50—150  lalat jantan. Menurut Agus, keunggulan perangkap model itu adalah menggunakan bahan murah dan mudah diperoleh. “Cara membuatnya pun mudah, dan dapat dibawa ke lapangan,” kata Agus. Namun, kelemahannya, kalau sering turun hujan, air dalam botol akan bertambah sehingga merendam kapas yang mengandung metil eugenol. Akibatnya, perangkap tidak berfungsi. Oleh karena itu, sebaiknya setelah turun hujan dilakukan pengecekan untuk mengetahui kondisi perangkap.

Stoples

Perangkap ke-2 menggunakan bahan stoples plastik bertutup dengan tinggi 8—10 cm dan diameter 14 cm. Bagian pinggir stoples diberi tiga buah lubang bulat sebagai tempat untuk menempelkan corong plastik kecil. Dalam sebulan perangkap itu sanggup menangkap 300—400 lalat. Kelemahan perangkap model itu adalah bila dipasang di daerah yang sering terjadi angin kencang, corongnya sering lepas. Bila ada hujan, maka air masuk ke dalam stoples. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan secara teratur.

Perangkap ke-3 terbuat dari stoples plastik dengan ukuran tinggi 13 cm dan diameter bawah atau alasnya 12 cm. Tutup stoples dilubangi sesuai ukuran gelas plastik bekas kemasan air mineral. Dalam gelas plastik dipasang corong kecil yang menghadap ke bawah atau ke botol dan tangkai corong dipotong sebatas pangkalnya. Stoples dicat warna gelap, hitam atau abu-abu.

Pada bagian tepinya dibuat lubang dengan lebar 0,6 cm dan panjang 4 cm sebanyak 3 buah dengan jarak yang sama. Kapas yang ditetesi atraktan digantungkan pada lubang corong, sehingga kapas berada dalam stoples gelap sekitar 2/3 tinggi toples. Pada leher stoples diberi ikatan kawat untuk menggantungkan perangkap di pohon. Lalat buah yang tertarik atraktan akan masuk melalui lubang stoples yang dicat gelap. Lalat buah tidak menyukai keadaan gelap, sehingga lalat akan naik melalui corong kemudian terperangkap dan mati di dalam gelas plastik. Dalam sebulan jumlah lalat yang tertangkap 400 ekor lalat. Menurut Agus Kardinan, beragam pilihan model perangkap itu cocok untuk berbagai jenis lalat buah dan tentunya ramah lingkungan. (Bondan Setyawan)

Perangkap lalat buah

Perangkap lalat buah

 

FOTO:

  1. Lalat buah menjadi musuh para pekebun mangga
  2. Suputa SP MS “Lalat jantan yang mengonsumsi metil eugenol lebih disukai lalat betina dibanding yang tidak mengonsumsi metil eugenol,”
  3. Buah mangga menjadi incaran hama lalat buah Bactrocera papayae

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software