Sinergi Pemerintah dan Pelaku Agribisnis

Filed in Uncategorized by on 09/08/2017

IMG_0239“Meningkatkan daya saing dan melindungi komoditas lokal salah satu strategi dan kebijakan terintegrasi untuk menghadapi kekurangan bahan pangan di Indonesia,” ujar pemimpin Komisi IV DPR, Dr. Ir. H.E. Herman Khaeron, M.Si dalam seminar nasional sosial ekonomi pertanian yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung pada 27 Juli 2017.

Menurut Direktur Utama PT Pertani, Dr. Ir. Wahyu, M.M., pertanian terutama pangan akan selalu strategis secara ekonomi politik. Ketahanan pangan adalah ketahanan nasional dan kedaulatan pangan adalah kedaulatan nasional. Namun, pertanian di Indonesia dihadapkan pada beberapa masalah seperti meningkatnya alih fungsi lahan, lemahnya daya saing kualitas dan harga pertanian, makin fluktuatifnya harga, pasokan, dan stok komoditas strategis, serta dampak perubahan iklim dan krisis ekologis. “Hanya komunitas dan BUMN pangan yang terintegrasi dalam skema sistem pangan nasional yang memungkinkan dapat menghadapi dan mengimbangi dominasi dalam memanfaatkan peluang pertanian,” kata Wahyu.

IMG_0276Ir. Hendy Jatnika, MM. selaku perwakilan dari Dr. (H.C). H. Ahmad Heryawan, Lc. M.Si. strategi pasar nasional yang tepat dalam pembangunan tanaman pangan dan hortikultura akan meningkatkan ketersediaan dan daya saing produk lokal. “Dengan pola kerja sama antara pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan secara bersinergis untuk pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi untuk mencapai peningkatan produksi pangan,” kata perwakilan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat itu.

Menurut dosen Universitas Padjadjaran Ir. Ronnie S. Natawidjaja, M.Sc. Ph.D., peluang meningkatkan daya saing produk lokal yang berkelanjutan dalam kerangka Free Trade Agreement (FTA) menjadi salah satu kunci utama dalam berkelanjutannya agribisnis lokal. FTA merupakan suatu perjanjian perdagangan bebas yang dilakukan antara suatu negara dengan negara lainnya. Pembentukan berbagai FTA merupakan akibat dari liberalisasi perdagangan yang tidak dapat dihindari oleh semua negara. Indonesia tidak dapat lepas dari aturan FTA. “Komoditas pertanian lokal hanya bisa berdaya saing di pasar internasional bila sudah menjadi produk terdiferensiasi yang memiliki standar kualitas,” ujar Ronnie. ***

 

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software