Siasat Cerdas Pilih Pakan

Filed in Fokus by on 01/04/2010 0 Comments

 

Maklum, pertumbuhan ayam ras dan kampung sangat tergantung dari asupan pakan. “Jika ayam kekurangan zat tertentu pada umur 1 bulan pertama akibatnya fatal. Pertumbuhan bisa terhambat selamanya,” kata Dr Ir Sofjan Iskandar, MR ur, peneliti unggas Balai Penelitian Ternak (Balitnak) di Ciawi, Bogor. Jadi jangan salah pilih pakan agar kualitas ayam tak jadi korban.

Menurut Sofjan pemberian pakan harus memperhatikan komposisi nutrisi seperti protein, energi, vitamin, dan mineral. Yang disebut pertama berperan dalam pembentukan dan pertumbuhan jaringan tubuh seperti kulit, daging, otot, dan sebagian tulang.

Dr Ir Hanny Indrat Wahyuni MSc, ahli nutrisi unggas dari Fakultas peternakan, Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, mengatakan protein juga membantu proses pembentukan enzim. Kekurangan protein bisa menurunkan pertumbuhan ayam. “Unggas mudah terserang penyakit yang berujung pada kematian,” ujar Henny.

Jangan mubazir

Protein banyak diperoleh dari sumber hewani seperti tepung ikan dan tepung cacing yang masing-masing mengandung protein di atas 30%. Protein juga bisa didapat dari bahan nabati seperti bungkil kacang kedelai, kacang tanah, dan kelapa yang mengandung protein di atas 20%.

Menurut Sofjan pemberian protein sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan ayam pada setiap fase pertumbuhan. Misal ayam kampung pedaging umur 0—6 minggu membutuhkan 19% protein untuk pertumbuhan. Jika kurang, ayam kerdil. Namun, jika berlebih, maka mubazir. “Secara genetik ayam tak bisa mengubah kelebihan protein menjadi daging. Protein berlebih akan dibuang bersama kotoran,” kata Sofjan.

Energi dan nutrisi juga penting bagi pertumbuhan unggas. Energi dibutuhkan sebagai sumber tenaga untuk bergerak, melakukan proses produksi, dan membentuk telur dan daging. Energi banyak terdapat di bahan yang kaya karbohidrat. Contohnya jagung, beras, dan sorgum yang mengandung 2.900—3.200 kkal/kg. Energi juga bisa diperoleh dari bahan yang mengandung minyak atau lemak tinggi seperti minyak sayur, minyak kelapa, dan lemak hewan yang nilainya mencapai 8.000 kkal/kg.

Pakan juga mutlak diperkaya dengan gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Meski jumlah yang dibutuhkan sedikit, keberadaannya sangat penting. Bila jumlahnya kurang, proses fisiologis di tubuh ayam bisa terganggu. Contohnya daya tahan tubuh merosot, ayam rentan terpapar penyakit.

Setelah mengetahui kebutuhan gizi di setiap fase pertumbuhan ayam, peternak bisa meramu pakan sendiri untuk menghemat biaya. Contohnya dengan menggunakan bahan yang ada di daerah peternakan. Dengan begitu biaya pakan bisa ditekan. Itu yang dilakoni Fahni Ahmad Fathoni SPt, peternak ayam kampung potong di Ciamis, Jawa Barat. Ia menggunakan campuran tepung jagung giling, bungkil kedelai, bungkil kelapa, tepung ikan, minyak nabati, tepung biji kapas, dan tepung kulit kerang. Ia pun tak lupa memberikan vitamin dan mineral. Dengan ramuan itu biaya pakan bisa dihemat hingga 25% untuk memproduksi 1 kg ayam. (baca: Hemat Pakan, Produksi Moncer, Trubus Maret 2010).

Kombinasi pakan

Menurut Sofjan, untuk ayam kampung petelur umur 12—22 minggu bisa menggunakan campuran dedak padi 42,86% dan 57,14% jagung giling. Campuran kedua bahan itu lalu digabung dengan pakan pabrik ayam ras petelur. Perbandingannya 71,43% pakan ras petelur dan 28,57% campuran dedak serta jagung.

Pakan buatan itu mengandung protein 15%, energi 2.814 kkal/kg, 2,58% kalsium, dan 0,49% fosfor. Komposisi itu sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan ayam kampung petelur. Yaitu, protein kasar 15%, energi 2.700 kkal/kg, 3,5% kalsium, dan 0,45% fosfor. Kekurangan kalsium di pakan buatan dapat dipenuhi dengan menambahkan tepung kapur 2,63% atau sekitar 2,63 kg kapur setiap 100 kg campuran pakan.

Namun, meramu pakan sendiri bisa menjadi kendala bila bahan baku tak tersedia di lokasi peternakan. Benny Permadi, peternak ayam ras potong, di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memilih pakan pabrik murni. “Lokasi peternakan saya jauh dari bahan baku pakan. Selain itu, kualitas pakan pabrik sudah terjamin dan cocok untuk ternak ayam ras yang umur produksinya singkat, 25 hari,” ujar pria kelahiran Magelang itu.

Itu tak bermasalah selama peternak mengetahui pilihan pakan sesuai tujuan dan fase pertumbuhan. Benny menggunakan pakan broiler starter yang mengandung protein minimal 21%, energi 3—7%, serat kasar maksimal 5%, abu maksimal 7%, kalsium 0,9—1,1%, dan fosfor 0,6—0,9%. Dengan pakan tersebut bobot ayam 1 kg diperoleh pada umur 25 hari. (Rosy Nur Apriyanti)

Keterangan foto

  1. Komposisi pakan disesuaikan dengan fase-fase pertumbuhan
  2. Ayam ras bobot 1 kg dipanen 25 hari dengan pakan pabrik
  3. Sofjan Iskandar, meneliti bahan pakan lokal untuk pakan unggas
  4. Ayam kampung berbobot 700 g dalam 60 hari

Foto-foto: Rosy Nur Apriyanti

Powered by WishList Member - Membership Software