Setelah Bertemu dengan Higa

Filed in Agro Industri, Majalah by on 08/05/2017

Beasiswa pendidikan S-2 dari Fakultas Pertanian Universitas Ryukyus di Okinawa, Jepang, mempertemukan Ir. Gede Ngurah Wididana dengan Prof. Dr. Teruo Higa. Higa ahli mikrobiologi penemu teknologi effective microorganisme (EM). Ia meneliti aktivitas mikrob yang bekerja pada proses fermentasi yang menghasilkan de-ion, seperti glukosa, alkohol, ester, asam amino, asam nukleat, hormon, enzim-enzim, dan anioksi.

Dalam teori mikronutrisi, tanaman juga menyerap de-ion, selain ion. Tanaman yang menyerap de-ion lebih sehat dan kebal terhadap penyakit ketimbang tanaman yang hanya menyerap ion. Menurut Higa inti kekuatan EM terletak pada bakteri fotosintetik, bakteri yang lebih dikenal sebagai bakteri abadi karena mampu bertahan hidup pada suhu lebih dari 1.000°C.

Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr., bersama Prof. Dr. Teruo Higa (kanan), penemu teknolgi effective microorganism (EM).

Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr., bersama Prof. Dr. Teruo Higa (kanan), penemu teknolgi effective microorganism (EM).

Bakteri itu menyintesis zat-zat yang berbahaya seperti hidrogen sulfida (H2S), metan, dan amonia. Bahkan, belakangan diketahui bakteri fotosintetik itu mampu menekan racun-racun kimia, limbah industri, logam berat, oksigen bebas, dan radiasi nuklir. Eksekresinya berupa zat-zat bioaktif, seperti antioksidan, hormon, dan enzim. Pada 1980 Higa merekapitulasi hasil penelitian selama 12 tahun di laboratorium.

Selain itu ia juga melakukan hasil uji terap di lapangan selama dua tahun. Higa memperkenalkan seluruh hasil penelitian itu di hadapan para peneliti Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) dengan judul “Teknologi Effective Microorganisme (EM)”. Hasilnya, USDA mengeluarkan sebuah Report and Recommendation. Artinya, USDA memberi lampu hijau ke seluruh dunia untuk menggunakan tekonolgi EM.

Pada 1990 Wididana menyelesaikan studi di Universitas Ryukyus. Ia menjadi orang pertama di Indonesia yang menguasai teknologi EM. Wididana lalu kembali ke Jakarta dan menjadi dosen dan kepala laboratorium di Fakultas Pertanian Unas. Namun, jabatan itu hanya ia jalani hingga 1994. “Saya ingin berwirausaha,” tuturnya. Hasrat berwirausaha itu terwujud dengan mendirikan dua perusahaan, PT Songgolangit Persada dan PT Pak Oles Tokcer. (Imam Wiguna)

Powered by WishList Member - Membership Software