Sehektar 17 Ton

Filed in Uncategorised by on 01/08/2012 0 Comments

Fantastis, panen padi 17 ton sehektar.

 

Lima tahun menanam padi, baru pada April 2012 Markuat menuai padi hingga 17 ton gabah kering panen per ha. Panen-panen sebelumnya, petani di Tarogong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, itu paling pol memanen 12 ton per ha. Pantas saat panen ia mesti mengerahkan 100 tenaga panen-2 kali lebih banyak ketimbang biasanya. Setiap orang mesti mengangkut 170 kg padi agar panen tuntas dalam sehari.

Ia telah memprediksi lonjakan produksi itu 2 pekan sebelum panen sehingga mempersiapkan tenaga lebih banyak. Padahal, petani-petani lain di desa itu yang membudidayakan padi ciherang hanya menuai rata-rata 6 ton per hektar. Rahasia Markuat panen besar itu berkat penggunaan benih padi sertani. Potensi produksi sertani mencapai 14 ton per ha.

Pembibitan

Menurut Ir Surono Danu, pemulia padi sertani, sejatinya potensi kemampuan produksi sertani paling tinggi 14 ton per ha. Itu di atas rata-rata produktivitas gabah nasional. Perawatan optimal menjadikan produksi meningkat hingga 17 ton per ha. Tentu saja kesuburan tanah tetap berpengaruh. Di tanah subur seperti latosol, panen bisa saja lebih banyak ketimbang tanah jenis lain. Di Provinsi Lampung, tempat lahirnya sertani, petani malah hanya mampu menuai 9 ton per hektar.

Selain menanam bibit unggul, cara budidaya pun berperan meningkatkan hasil panen. Pada musim panen terakhir April 2012, pria 44 tahun itu menuai 14 ton per hektar. “Pada musim tanam sebelumnya setiap tanaman menghasilkan 25 anakan dengan 400 bulir per malai. Pada penanaman Januari 2012 dan panen  pada April 2012, setiap tanaman menghasilkan 60 anakan dengan 600 bulir per malai.

Markuat melarutkan 0,25 kg karbofuran dan 100 ml atonik dalam 50 liter air, lalu menggunakannya untuk merendam benih selama 48 jam. Karbofuran berfungsi menangkal serangan hama, sedangkan atonik meningkatkan kemampuan perkecambahan. Ia lantas membilas benih yang tenggelam agar bebas residu karbofuran. Benih yang mengambang dibuang.

Selanjutnya ia menanam benih itu di bedengan setinggi 10 cm berukuran 5 m x 7 m. Markuat menebar benih dengan jarak longgar, kira-kira 1 cm x 1 cm, agar pertumbuhan optimal. Pada hari ke-3 dan ke-6 pascasemai, ia menyiramkan 9 liter air berisi 10 ml hormon perangsang tumbuh. Ia memindahkan bibit setinggi 15 cm itu ke lahan pada hari ke-18 pascasemai.

Petani itu mempersiapkan lahan 2 pekan sebelum tanam. Ia menaburkan 1 ton kapur pertanian lantas membajak dan mendiamkan lahan. Tujuannya agar zat organik terurai sehingga meningkatkan hara tanah. Sepekan berselang, anggota Kelompok Tani itu menaburkan pupuk dasar berupa 50 kg SP36, 50 kg ZA, 50 kg KCl, dan 5 kg karbofuran merata di permukaaan tanah. Pupuk SP36 mengandung fosfor yang befungsi menguatkan batang.

Ayah satu putri itu menanam bibit saat lahan macak-macak. Pria 44 tahun itu menanam 1 bibit per lubang tanam sedalam 1 cm dan berjarak 30 cm x 30 cm. Mantan petani semangka itu menerapkan sistem jajar legowo empat baris. Setelah 4 baris tanam, ia merenggangkan 50 cm untuk baris berikutnya dan begitu seterusnya.

Tepat

Ketika tanaman berumur 10 hari, Markuat memberikan pupuk susulan berupa 150 kg Urea untuk memacu pertumbuhan tanaman. Ia menambahkan 250 kg NPK saat tanaman berumur 20 hari dan 200 kg NPK (berumur 30 hari). Selain itu, untuk sehektar lahan ia menyemprotkan larutan berupa 600 ml insektisida, 30 gram fungisida, dan 750 ml pupuk daun yang dicampur dalam 108 liter air. Pemberian larutan itu rutin setiap 10 hari hingga tanaman berumur 30 hari setelah tanam.

Ia menggenangi lahan pada ketinggian 2 cm di atas tanah selama 25 hari, pada hari ke-5 sampai 30 pascatanam. Setelah itu lahan dipertahankan macak-macak hingga padi berumur 75 hari. Tiga pekan sebelum panen, ia mengeringkan lahan dengan membuka saluran air. Markuat memanen padi saat tanaman berumur 100 hari setelah tanam. Periset padi di Balai Penelitian Tanaman Padi, Subang, Provinsi Jawa Barat, Dr Sarlan Abdulrachman menuturkan gabah kering panen yang dituai oleh Markuat tergolong fantastis.

Di tanahair rata-rata petani hanya mampu menuai paling pol 10 ton per ha saja dengan menggunakan benih varietas unggul dan teknik budidaya yang tepat. “Keberhasilan panen tak lepas dari potensi daerah, daya dukung lahan, serangan organisme pengganggu, dan pengairan,” ujarnya. Selain itu, panen tinggi tercapai jika kebutuhan hara terpenuhi. Padi membutuhkan 112,5 kg nitrogen, 50 kg fosfor, dan 50 kg kalium per musim tanam.

Pemupukan yang dilakukan oleh Markuat sudah memenuhi standar kebutuhan nutrisi itu sehingga tanaman mampu tumbuh optimal. Menurut Surono, “Lebih baik 65% organik, sisanya kimia. Toh dengan mengurangi bahan kimia hasil panen tetap tinggi,” kata Surono. Maklum, bahan kimia berpotensi meninggalkan residu yang berpotensi merugikan manusia sebagai konsumen akhir. (Andari Titisari)

Dongkrak Produksi

  1. Taburkan 1 ton kapur pertanian per ha sebelum pembajakan lahan. Dua hari kemudian, taburkan pupuk dasar berupa SP36, ZA, dan KCl masing-masing 50 kg dan 5 kg karbofuran merata di permukaaan tanah.
  2. Tanam bibit sertani berumur 18 hari pada jarak 30 cm x 30 cm dengan sistem tanam jajar legowo.
  3. Pada umur 10 hari setelah tanam, berikan pupuk susulan berupa 150 kg Urea. Pada hari ke-20 dan ke-30 pascatanam, tambahkan NPK masing-masing 250 kg dan 200 kg.
  4. Pengendalian hama dan penyakit menggunakan 600 ml insektisida, 30 gram fungisida, dan 750 ml pupuk daun yang dicampur dalam 108 liter air. Pemberian larutan itu rutin setiap 10 hari hingga tanaman berumur 30 hari setelah tanam.
  5. Genangi lahan di ketinggian 2 cm di atas tanah selama 25 hari, mulai ke-5 sampai 30 pascatanam. Setelah itu ia mempertahankan lahan macak-macak hingga padi berumur 75 hari. Tiga pekan sebelum panen, keringkan lahan dengan membuka saluran air. panen padi saat tanaman berumur 100 hari setelah tanam.

Keterangan Foto :

  1. Potensi produksi padi sertani mencapai ton/ha
  2. “Dengan perawatan optimal, panen padi sertani mampu ditingkatkan,” tutur Markuat
  3. Pemberian pupuk secara optimal mampu mendongkrak panen (dari kiri ke kanan : Dolomit, NPK, sp36, dan KCI)

Powered by WishList Member - Membership Software