Sehat Itu Enak

Filed in Topik by on 01/03/2009 0 Comments

Padahal menu ayam goreng dan nasi pecel yang disajikan Agro Wiyata Mini-nama restoran itu-juga mudah ditemukan di rumah makan lain di kota itu. Usut punya usut restoran itu punya minuman istimewa: jus buah naga daging merah Hylocereus costaricensis. Harga segelas jus di restoran itu selangit: Rp15.000/gelas. Itu karena harga bahan baku buah naga masih mahal, Rp30.000/kg. Segelas jus perlu separuh buah naga. Daging buah yang telah dikupas, dimasukkan ke dalam blender ditambah sedikit air dan air gula.

Menurut Imam Hambali, pemilik restoran, belakangan jus buah naga daging merah memang diburu kalangan menengah di Kediri. Itu karena buah naga digadang-gadang berfaedah bagi kesehatan. (baca: Buah Lezat Berkhasiat Obat, Trubus edisi November 2007).

Petik sendiri

Yang lebih istimewa bahan baku jus boleh dipetik sendiri dari kebun 2.800 m2 yang terhampar di belakang restoran. Menurut Dra Emma S Wirakusumah MSc, ahli gizi kuliner Institut Pertanian Bogor (IPB), mengkonsumsi buah yang baru dipanen sangat baik bagi kesehatan. Semakin lama rentang waktu panen dan konsumsi, nutrisi kian berkurang.

Tanda buah naga merah berfaedah tinggi buat kesehatan terlihat dari warna merah yang mencolok. Hasil penelitian Patricia Esquivel dari Institute of Food Technology Hohenheim University, Jerman, menyebutkan buah naga merah mengandung indicaxanthin. Itu salah satu tipe pigmen betaxanthin pemberi warna merah pada daging buah naga Hylocereus polyrhizus dan H. costaricensis.

Penelitian di Jerman itu dikuatkan riset L Tesoriere dari Departemen Farmakokimia, Universita di Palermo, Italia, yang menggunakan indicaxanthin pada terapi pasien talasemia beta yang mengalami kerusakan rantai betaglobin. Betaglobin salah satu molekul hemoglobin yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Ternyata pemberian 1-10 mikromolar indicaxanthin per hari meningkatkan daya tahan betaglobin dari kerusakan.

Menurut Emma, kandungan gizi dan senyawa seperti indicaxanthin lebih mudah diserap tubuh bila buah naga dikonsumsi sebagai jus. ‘Dinding sel selulosa pada buah akan hancur dan larut sehingga mudah dicerna lambung dan saluran pencernaan,’ kata alumnus Centre Michigan University, Amerika Serikat, itu.

Toh bukan berarti satu-satunya cara terbaik mengkonsumsi buah naga hanya dijus. ‘Yang penting masih segar dan jangan dimasak terlalu panas,’ kata Emma. Cukup ikuti cara suku Indian mengkonsumsi buah naga: belah buah naga menjadi dua bagian. Daging buah lalu diceduk dengan sendok. Cara lain buah dibelah menjadi empat bagian. Kulit buah lalu dikupas persis seperti membuka kulit pisang. Antara kulit dan daging buah dengan mudah terpisah. Daging buah pun siap disantap. Boleh juga buah dipotong-potong seperti semangka.

Antikanker

Kabar baik manfaat buah naga juga datang dari penelitian Abdul Azis Ariffin dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan Universiti Putra Malaysia. Ia meneliti kandungan biji buah naga- seukuran biji wijen dan terserak di daging buah-kaya asam linoleat dan linolenat. Risetnya menyebutkan biji buah naga daging merah mengandung 49,6% asam linoleat.

Menurut Prof Dr Ir Made Astawan MS, ahli gizi dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, asam linoleat yang juga terdapat pada margarin berperan melindungi tubuh dari serangan kanker.

Beragam khasiat buah naga itu membuat pekebun dan ahli kuliner mencoba membuat banyak menu dari buah naga. ‘Biar tidak bosan hanya makan buah segar dan jus,’ kata Vincent Edi Yasin, pekebun buah naga di Jombang, Jawa Timur. Ia mengolah buah naga menjadi sup untuk menjamu para kolega.

Di Sector Bar and Restaurant di Balibeach Golf Course di Bali juga dibuat beragam menu. Sebut saja dragon fruit salad, dragon fruit and pumpkin soup, dan dragon fruit pudding.

Namun, hati-hati mengolah buah naga berdaging merah. Hindari pemanasan terlalu tinggi. Contohnya saat membuat puding. Tunggu hingga suhu larutan air dan agar-agar turun hingga di bawah 80oC. ‘Vitamin C-banyak terkandung dalam buah naga-rusak jika dipanaskan pada suhu 80-90oC,’ kata Emma. Pada temperatur itu agar-agar belum membeku. Setelah itu baru campurkan buah naga yang sudah dipotong dadu atau yang telah dihancurkan. Dengan begitu kelezatannya tetap terasa, khasiatnya pun terjaga. (Imam Wiguna)

Powered by WishList Member - Membership Software