Sayuran Hidroponik Menghiasi Pelaminan

Filed in Majalah, Topik by on 01/06/2017
Pelaminan berhias selada hidroponik.

Pelaminan berhias selada hidroponik. (Foto: Indarto)

Dekorasi pelaminan dengan bunga itu biasa. Namun kalau selada romaine, monday, atau pagoda menghiasi singgasana pengantin, pasti unik. Tamu yang datang pun penasaran dan tertarik. Alhasil di akhir acara, hiasan itu ludes tak bersisa diboyong pengunjung. Itulah kreasi Indarto, pelaku hidroponik sekaligus pendekorasi pernikahan di Magelang, Jawa Tengah. Menurut Indarto biaya dekorasi bunga paling murah Rp700.000 saja masih tampak sederhana.

Usai pernikahan, bunga-bunga indah dan mahal itu hanya teronggok menjadi sampah. “Begitu saya pajang sayuran hidroponik dengan harga sama, pelaminan pun unik, indah, dan semarak,” kata Indarto. Tamu yang datang pun banyak yang bertahan sampai selesai karena ingin mengambil sayuran yang jarang mereka lihat. Dekorasi unik itu pun menjadi alternatif pasar sayuran hidroponik.

Sayuran yang tidak terjual di pasar modern tapi masih segar pun bisa laku. Jika tidak mendekorasi pelaminan, Totok—panggilan Indarto—menyemai benih sayur yang lantas ia jual kepada pelaku pembesaran seharga Rp400 per tanaman. Imron menempuh cara lain untuk memasarkan sayuran hidroponik. Pekebun di Magelang, Jawa Tengah, itu menantang seorang penjual mi ayam menggunakan caisim produksinya.

Kebetulan sehari setelah membeli sayuran Imron, sang penjual mi ayam libur berjualan selama 3 hari karena seorang tetangga meninggal dunia. Begitu akan berjualan lagi, penjual itu terkejut melihat caisim yang ia beli dari Imron masih segar tanpa menjadi layu atau menguning. Ia tidak ragu menggunakan caisim itu untuk berjualan. Sejak itu sang penjual menjadi pelanggan. (Argohartono Arie Raharjo)

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software