Rumah Tanpa Tikus

Filed in Uncategorised by on 30/11/2012 0 Comments

Yuyu Sri Wahyuni tak lagi putus asa menghadapi tikus di rumahnya. Dengan meletakkan buah muda bintaro Cerbera odollam tikus pun kabur.

Rumah tanpa tikus Rattus rattus bagai mimpi bagi Yuyu Sri Wahyuni. “Saya sudah gunakan umpan beracun, perangkap, hingga lem tikus. Semuanya gagal total,” kata guru di Sekolah Menengah Atas di Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu. Beragam cara itu hanya berhasil saat digunakan pertama kali. Itu pun hanya 1-2 tikus tertangkap. Pada pemasangan berikutnya kawanan tikus menghindari jebakan mematikan itu.

Menurut Ir Syaiful Asikin, ahli tikus dari Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, tikus rumah tergolong mamalia cerdik. Saat menemukan makanan, tikus mencicipi sedikit demi sedikit untuk mengetahui reaksi dalam tubuh. Bila tidak terjadi reaksi apa pun, ia melanjutkan menyantap makanan. Sebaliknya, bila merasa ada yang tidak beres, ia menghindari makanan itu lagi.

Buah muda

Tikus juga pandai mengenali perangkap saat melihat rekannya terjebak. Itu sebabnya seringkali jebakan berumpan gagal menangkap kerabat mencit itu. “Jadi mengatasinya gampang-gampang susah. Tikus tak mau jatuh pada lubang yang sama,” kata Syaiful. Apalagi populasinya berkembang pesat. Induk tikus melahirkan sepanjang tahun tanpa kenal musim. Sekali melahirkan 5-8 ekor anak. Pantas banyak yang menyebut melawan tikus ibarat perang gerilya tiada akhir. Tikus dilawan dengan beragam perangkap secara bergantian.

Beruntung Yuyu yang tinggal di Ciampea, Kabupaten Bogor, mendapat informasi dari seorang pemilik toko kelontong di Pasar Ciampea, pada dua bulan silam. Sang teman mengisahkan bahwa buah bintaro pengusir tikus. “Saya langsung berburu buah bintaro di sekolah tempat mengajar. Kebetulan di sana banyak pohon yang berbuah,” kata Yuyu. Ia lantas memilih buah muda lalu meletakkannya di jalur yang sering dilewati tikus.

Yuyu juga meletakkan buah muda di sudut kamar dan sudut loteng. Sejak saat itu tikus tak lagi betah di rumahnya. “Tidak ada lagi suara berisik di atas loteng. Sudut rumah juga bebas dari kotoran tikus,” katanya. Rumah Yuyu pun bebas dari tikus dalam 2 bulan belakangan. Yuyu mengganti bintaro setiap 14 hari. Saudara, tetangga, dan teman mengajar Yuyu mengikuti cara serupa dengan hasil sama. Semua mengatakan tikus tak lagi betah di rumah.

Mereka menyukai cara itu karena bintaro tidak membunuh tikus sehingga tak perlu repot membuang bangkainya. Khasiat bintaro mengatasi tikus sejatinya bukan hal baru. Dua dasawarsa lampau, Hien TT dari Institut Fisiologi, Toulouse, Perancis, mengungkapkan faedah buah itu. Dalam jurnal “Ethnopharmacol” Hien melaporkan senyawa cerberin pada bintaro meracuni tikus dengan mengganggu sistem saraf pusat otak. Ia menyebut biji bintaro lebih mematikan ketimbang daun. Riset belakangan melaporkan racun biji bintaro dapat menghentikan detak jantung hewan dan manusia bila tertelan.

Rodentisida

Menurut Dr Suryo Wiyono, kepala Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, beberapa tanaman memang bersifat rodentisida atau racun untuk hewan pengerat seperti tikus dan mencit. Sebut saja bintaro, gadung, jarak, dan mahoni yang dikenal sebagai rodentisida nabati. Namun, pengguna harus memperoleh ekstrak komoditas itu. Lalu, dalam penggunaannya mereka mencampurkan ekstraksi pada umpan tikus seperti beras, ikan, atau selai.

Sementara penggunaan buah anggota famili Apocynanceae itu sebagai rodentisida relatif mudah. Meski demikian sedikit orang yang melakukannya. Syaiful yang mengekstrak buah bintaro untuk bahan insektisida kerap pusing saat mengolahnya. Itu karena cerberin pada buah bintaro gampang menguap dan terhirup. “Tikus menghirup cerberin dari buah bintaro yang diletakkan, lalu kabur karena tidak betah di ruangan,” kata Syaiful.

Mekanisme itu lebih menguntungkan karena bintaro tidak membunuh tikus, tetapi membuatnya menghindar. Namun, menurut Syaiful, meletakkan buah bintaro segar di loteng atau di lubang tikus jauh lebih aman ketimbang di kamar. “Cerberin tidak akan terhirup oleh manusia,” kata lulusan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Universitas Lambung Mangkurat itu. Syaiful menyebut aroma asap bakaran kayu bintaro meracuni penghirupnya (Baca: Kelampan Pengemplang Hama, Trubus Januari 2012). Bila terpaksa meletakkan bintaro di kamar, pastikan di lokasi tikus biasa bersembunyi.

Aromatik

Bukan hanya bintaro yang menolong manusia dari gangguan hewan. Sebut saja lavender, geranium, patah tulang, dan lantana. Bedanya 4 tanaman hias aromatik alias mengeluarkan aroma harum itu bukan pengusir tikus, tapi penghalau nyamuk. Lavender Lavandula sp yang tumbuh menjulang di pot dan berdaun panjang di letakkan di dalam ruangan. Saat embusan angin dari luar-atau dari kipas angin-menggoyangkan daunnya, maka aroma khas lavender menguar.

Menurut Lanny Lingga, praktikus tanaman hias di Bogor, Jawa Barat, aroma itu membuat nyamuk enggan mendekam di ruangan. “Aromanya aman bagi manusia, tapi nyamuk tidak suka,” kata Lanny. Hasil uji laboratorium di Institut Teknologi Bandung, menunjukkan aroma itu berasal dari senyawa permetrin dan simpermetrin yang dikenal bersifat insektisida. Lavender juga menjadi salah satu bahan baku obat nyamuk yang banyak beredar di pasaran.

Tiga tanaman lain memiliki mekanisme serupa dengan lavender untuk mengusir nyamuk. Hanya kandungan senyawa aktif yang berbeda. Contohnya geranium mengandung minyak citronella yang membuat nyamuk menghindar. Patah tulang Euphorbia tirucalli mengandung euphorbone, taraksasterol, alaktucerol, dan euphol yang dibenci nyamuk. Sementara Lantana camara juga mengeluarkan senyawa yang bersifat insektisida, fungisida, nematisida, dan antimikrobakterial. Senyawa itu antara lain humule, lantadene A, lantadene B, asam lantanolat.

Terungkapnya beragam tanaman yang mampu menolong manusia dari hewan pengganggu itu tentu menjadi kabar baik. “Ini benar-benar tak terduga. Ternyata pengusirnya ada di sekitar kita,” kata Yuyu. Apalagi bintaro, lavender, geranium, patah tulang, dan lantana merupakan tanaman yang akrab dan berlimpah di Indonesia. Tertarik mencoba? (Ridha YK, kontributor Trubus Kalimantan Selatan)

Keterangan Foto :

  1. Bintaro mengandung senyawa cerberin yang dapat eracuni sistem pusat syaraf otak tikus. Bila tertelan dapat menghentikan detak Jantung
  2. Aroma patah tulang membuat nyamuk pergi. Pastikan getahnya tidak tertelan atau terkena mata karena berbahaya
  3. Lavender mengandung permetrin dan simpermetrin yang bersifat insektisida tapi aman bagi manusia
  4. Geranium mengeluarkan aroma bila tertiup angin sehingga nyamuk enggan mendekat
  5. Lantana, tanaman hutan berbunga indah yang bersifat insektisida, nematisida, dan fungisida

Powered by WishList Member - Membership Software