Rawat Taman Vertikal

Filed in Majalah, Tanaman hias by on 13/11/2017
Taman vertikal di rumah Hezty Azzahrah. Kolam berenang dengan tema menyatu ke alam.

Taman vertikal di rumah Hezty Azzahrah. Kolam berenang dengan tema menyatu ke alam.

Taman dinding dapat dinikmati lebih lama dengan pemilihan bahan dan perawatan yang tepat.

Hezty Azzahrah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, senang menghabiskan waktu di halaman belakang rumah. Di sana ia biasa berenang sembari memandang taman dinding berukuran 15 m x 2,5 m. “Rasanya seperti berenang di alam,” katanya. Sudah empat tahun ia menikmati keindahan lili paris, begonia, philodendron, calathea, dan kadaka di dinding yang berpadu cantik dan tetap prima tampilannya.

Bagi perempuan pekerja seperti Hezty, taman dinding solusi untuk memiliki taman awet tanpa perlu waktu khusus untuk merawat. “Taman dinding itu bekerja otomatis,” katanya. Penyiraman dilakukan setiap 4 jam menggunakan sistem irigasi tetes mulai pukul 08.00—16.00. Sementara pemupukan setiap pekan. Air dan pupuk mengalir melalui pipa yang terpasang di bagian atas rangka taman.

Taman vertikal di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Taman vertikal di Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Pupuk hidroponik
Pipa itu terhubung dengan pompa air yang memiliki pengukur waktu otomatis. Alat pengukur itu akan mengatur waktu penyiraman. Pompa mengalirkan air selama 20 detik. Pompa aktif 4 kali dalam sehari. Satu unit pompa dapat dipakai untuk taman dinding hingga berukuran 25 m x 10 m. Menurut Hezty kebutuhan air dan nutrisi pada taman dinding bakal tercukupi.

Menurut manajer pemasaran PT Godong Ijo, Asri Rizki Syahrazi, perawatan taman vertikal memang relatif mudah. “Untuk aplikasi di dalam ruangan atau taman luar yang tidak terkena sinar matahari, taman harus dibantu dengan lampu artifisial sebagai sumber cahaya untuk proses fotosintesis,” ujar Rizki. Ia memilih kain geotekstil sebagai wadah tanam karena tahan lama.

Sistem penyiraman otomotis dengan irigasi tetes.

Sistem penyiraman otomotis dengan irigasi tetes.

“Di mancanegara geotekstil kerap digunakan untuk menutup tanah atau sebagai alas galian yang bersifat permanen,” kata Rizki. Penggunaan karpet glasswool—bahan karpet duduk—untuk wadah tanam taman vertikal hanya tahan 5 tahun. Geotekstil pun mampu menyimpan air sehingga air penyiraman tidak merembes dan merusak dinding. Sebagai sumber nutrisi, Rizki dan rekannya memberikan pupuk hasil racikan sendiri.

Sayang, Rizki enggan menjelaskan bahan dan cara meramu pupuk itu. Interval pemupukan dua pekan sekali. Pupuk diberikan berbarengan dengan penyiraman. Perancang taman vertikal di Kota Depok, Jawa Barat, Fathul Maki, menggunakan pupuk AB mix yang lazim digunakan para petani hidroponik. Adapun electrical conductivity (EC)—tingkat kepekatan nutrisi hidroponik—1.400—1.800 ppm.
Frekuensi pemupukan 3 pekan sekali. “Sistem perawatannya seperti pada hidroponik, pupuk yang digunakan pun sama,” kata Maki. Pemilihan media tanam turut berperan pada kelangsungan hidup tanaman di taman dinding. Oleh karena itulah tanaman dibungkus geotekstil berisi media tanam berupa serbuk sabut kelapa atau rockwool. Rizki memilih media yang ringan agar tidak memperberat bobot panel.

Di PT Godong Ijo terdapat 4 tahap budidaya agar tanaman siap untuk taman dinding.

Di PT Godong Ijo terdapat 4 tahap budidaya agar tanaman siap untuk taman dinding.

Tempat umum
Pembungkusan media bertujuan agar tanaman tetap menempel bagus sampai perakarannya kokoh. Setiap sisi geotekstil lalu disobek agar air mudah mengalir saat penyiraman. Setelah itu baru tanaman diletakkan dalam lubang panel. Berbeda dengan Godong Ijo yang menggunakan media rockwool, Maki menggunakan media tanam humus, kompos, dan sekam. Media sekam relatif ringan agar tidak memperberat bobot panel.

Rizki Syahrazi, manajer pemasaran PT Godong Ijo Asri.

Rizki Syahrazi, manajer pemasaran PT Godong Ijo Asri.

Karena kemudahan perawatannya sehingga taman dinding kini juga hadir di berbagai fasilitas dan sarana umum seperti masjid Daarul Tauhid di Bandung.Taman memanjang ke atas membuat masjid menjadi asri dan hijau. Menurut Admin Teknis Manajemen Kontruksi (MK) Pembangunan Masjid Darut Tauhid, Harun, taman itu penambahan dari yang ada sebelumnya. Ia menambahkan salah satu usaha untuk membuat jamaah semakin nyaman berada di dalam masjid. Uniknya, terdapat lafaz Allah di taman itu. Itu sengaja dibuat oleh vendor pembuat taman.

Pembuatan kerangka untuk taman dinding vertikal.

Pembuatan kerangka untuk taman dinding vertikal.

“Itu sengaja, tadinya ingin dengan lafaz Muhammad, tapi tidak memungkinkan karena sulit,” jelas Harun. Ketika memasuki lobi utama Bintaro Jaya Xchange Mall, Kota Tangerang, Provinsi Banten, pengunjung pun dimanjakan dedaunan hijau yang menempel di permukaan dinding pusat perbelanjaan itu. Taman dinding itu dibuat pada akhir 2012. Di taman dinding seluas 2.100 m² terdiri dari 140.000 tanaman. (Tiffani Dias Anggraeni)

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software