Penggemukan Sapi: Modal Minim Untung Maksi

Filed in Satwa by on 01/09/2009 0 Comments

 

Harga bakalan sapi berumur 1,5-2 tahun di pasaran yang menyentuh angka Rp9-juta-Rp10-juta awalnya membuat Sohih tepekur. Citacita bekas pedagang susu keliling di Mijen, Semarang, Jawa Tengah, itu untuk menggemukkan sapi hampir saja kandas. Untunglah ide gaduh atau meminjam sapi ke peternak lain muncul. ‘Saya yakin menggemukkan sapi menguntungkan,’ kata Sohih yang dititipi seekor sapi perah apkir itu.

Sapi perah itu kemudian digemukkan selama 4 bulan. Selama pemeliharaan sapi diberi beragam pakan: ampas kelapa, bekatul, singkong, dedak kopi, dan rumput gajah. Setiap hari Sohih harus menyisihkan Rp10.000-Rp15.000 dari keuntungan berdagang susu untuk menutupi ongkos pakan. Setelah sapi dijual dengan laba bersih Rp1,5-juta, Sohih menerima pendapatan Rp750.000 dari bagi hasil dengan pemilik.

4 bulan = Rp1-juta

Sekarang Sohih punya modal sendiri. Ia memiliki 2 sapi simetal umur 2 tahun yang tengah digemukkan. Empat bulan kemudian, diprediksi Sohih bisa mengantongi laba bersih Rp1-juta/ekor dengan harga karkas sapi sekitar Rp45.000/kg. ‘Idealnya perlu memiliki 4-5 sapi supaya ada yang dijual setiap bulan,’ tutur Sohih.

Nun di Garut, Jawa Barat, Bonny Irvan Faizal sudah mencecap gurihnya bisnis penggemukan sapi sejak 2000. Semula ia memelihara beberapa sapi untuk ujicoba kualitas pakan yang diproduksi sendiri. Hasilnya sapi tumbuh cepat. Dalam 4 bulan terjadi penambahan 120 kg dari bakalan yang dipelihara berbobot 200-400 kg. ‘Untungnya lumayan, sampai Rp1-juta per ekor,’ kata Bonny.

Skala usaha Bonny pun akhirnya diperbesar. Selain 40 sapi yang dibesarkan di Garut, ia membuka lokasi penggemukan di Bojongsoang, Bandung. Dana yang digelontorkan di lokasi baru itu senilai Rp200-juta. Kini ia juga membuat kandang sapi penggemukan dan sapi perah berkapasitas hingga 100 ekor di daerah Sumedang, Jawa Barat.

Bonny memilih sapi jenis PO varietas delanggu untuk digemukkan. ‘Sapinya lebih jinak dan mudah diatur,’ ujar alumnus Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran. Harga bakalan sapi umur 2 tahun itu berkisar Rp5,75-juta-Rp7-juta per ekor. Setelah 4 bulan digemukkan, sapi-sapi itu dijual dengan harga karkas Rp30.000/kg. Bonny memperoleh laba bersih Rp1,26-juta per ekor.

Menurut Bonny kunci memperoleh keuntungan tinggi adalah penambahan bobot sapi selama pemeliharaan. ‘Agar untung, peternak mesti memperoleh penambahan bobot sapi minimal 1 kuintal selama 4 bulan,’ katanya. Sebab itu Bonny memberi pakan yang mengandung karbohidrat dan kadar lemak tinggi. Konsentrat diberi sebanyak 8 kg/ekor/hari. Rumput dan jerami masing-masing 30 kg/ekor/hari dan 20 kg/ekor/hari. ‘Pemberian pakan ini bisa menambah bobot sapi 1 kg/hari,’ kata Bonny.

Peternak lain mengkombinasikan pakan dengan pemberian probiotik. Itu pula yang dilakukan Mohammad Rasmad, peternak di Bogor, Jawa Barat. Dari pengalamannya, setelah diberi probiotik yang mengandung mikroorganisme penting untuk produksi enzim dalam rumen sapi, penambahan bobot sapi minimal 1 kg/ekor/hari. ‘Enzim itu berperan aktif meningkatkan daya cerna serat dan protein di tubuh sapi,’ kata Dr Ir Budi Haryanto, MSc, ahli nutrisi Balai Penelitian Ternak di Bogor.

Swasembada

Penggemukan sapi memang tengah marak. Penambahan jumlah peternak maupun populasi sapi tidak hanya di Jawa, tapi juga di Sumatera, Nusa Tenggara, dan Kalimantan. Di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta misalnya, terjadi lonjakan populasi 3,5% dari 49.655 ekor pada 2007 menjadi 51.452 ekor pada 2008. Sementara di Sulawesi Selatan, populasi sapi meningkat dari 637.128 pada 2006 menjadi 668.622 ekor pada 2007.

Menurut Kikin Sodikin, mitra Bonny di Bandung, kebutuhan daging sapi di Kota Kembang itu baru terpenuhi 30%. ‘Masih ada kekurangan sekitar 2.000 sapi setiap tahun,’ kata Kikin. Itulah sebabnya harga karkas terus melambung. Pada awal 2008 harga karkas di kisaran Rp40.000-Rp45.000/kg; sekarang mencapai Rp45.000-Rp50.000 per kg.

Makanya pemerintah mencanangkan program swasembada daging sapi pada 2010 melalui proyek pengadaan sapi potong di berbagai daerah. Tak kurang dana sebesar Rp145-miliar dikucurkan bagi penambahan populasi sapi potong sebanyak 200.000 ekor pada 2009.

Mekanisme pelaksanaan program swasembada daging sapi itu dipercayakan pemerintah kepada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pihak institusi pendidikan. ‘Seorang sarjana peternakan atau dokter hewan bertugas membantu 1 kelompok-beranggotakan 10-peternak sapi,’ kata Dani Kusworo, peserta program Sarjana Membangun Desa (SMD) Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah.

Bakalan langka

Meski berprospek menjanjikan, bisnis penggemukan sapi tak lepas dari kendala. Kendala yang paling utama adalah ketersediaan bakalan. Selama ini para peternak harus memburu bakalan dari satu pasar hewan ke pasar hewan lainnya. ‘Dalam seminggu berburu kadang dapat, kadang tidak,’ ujar Dani yang memelihara 25 sapi.

Akibat langka, harga bakalan pun terus meningkat. Menurut Ikon Sartoni, peternak penggemuk sapi di Pasanggrahan, Sukabumi, Jawa Barat, pada 2007 harga bakalan sapi ongole umur 2,5 tahun sekitar Rp6-juta. ‘Sekarang bisa mencapai Rp8-juta,’ ujar ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nyalindung itu. Selain itu pakan menjadi kendala di beberapa daerah di luar Jawa. ‘Kami harus berebut bahan baku pakan dengan ternak lain seperti ayam dan babi,’ ujar dr Edy Waluyo, peternak di Medan, Sumatera Utara.

Hambatan lain adalah pemasaran. Meski mudah dijual ke pasar atau ke rumah pemotongan hewan (RPH), tetapi harga sapi sering kali lebih rendah sekitar 10-15% dari harga standar. Masalah lain perlu kehati-hatian bila mempercayakan penjualan lewat makelar. Dani, misalnya, punya pengalaman pahit. Dua puluh sapi siap jual dibawa kabur oleh makelarnya. ‘Saya rugi ratusan juta rupiah,’ ujar Dani. Toh beragam hambatan itu bukan tak dapat diatasi. Asalkan teliti dan cermat, dengan modal minim seperti Sohih saja penggemukan sapi bisa menjadi bisnis menjanjikan. (Tri Susanti)

 

 

Sapi peranakan ongole, salah satu pilihan peternak untuk digemukkan

Skala kecil maupun besar penggemukan sapi menguntungkan

Butuh komposisi pakan tepat untuk dongkrak bobot sapi 1 kg/ekor/hari

< Bonny, tekuni bisnis penggemukan sapi sejak 2000

Foto-foto: Tri Susanti

Powered by WishList Member - Membership Software