Pendapatan Naik 26%

Filed in Majalah, Topik by on 10/10/2017

575_ 105-7

 

Mino sebutan untuk peranti yang menghasilkab gelombung udara berukuran mikro di dalam air. Itu model baru dari sistem aerator yang lebih efektif. Berbeda dengan aerator itu hanya menghasilkan udara dengan ukuran besar (makrobubble) yang akan naik dan pecah di permukaan air. Adapun Mino menghasilkan udara berukuran mikro dengan diameter kurang dari 40 mikron yang bertahan lebih lama.

Sebab, gaya angkat lebih kecil. Penggagas alat itu adalah Muhammad Nabil Satria Faradis dan dua rekannya, Fajar Sidik Abdullah dan Untari Febrian Ramadhani. Nabil sebagai sebagai Chief Executive Officer (CEO) bertugas untuk mengelola tim, hubungan dari luar, misal mencari investor dan mitra. Sementara itu Fajar Sidik sebagai Chief Technical Officer (CTO) bertanggung jawab untuk teknis di lapangan, riset, hingga pemilihan material, dan pompa.

Adapun Untari, sebagai Chief Financial Officer (CFO), bertugas untuk menganalisis manajemen, keuangan, bisnis investasi, dan penentuan harga. Menurut Nabil gelembung mikro menghasilkan gabungan air dan gelembung yang sangat kecil. Saat mesin diaktifkan Mino menyemprotkan gelembung air dan udara yang superkecil sehingga mirip semprotan obat nyamuk.

Padat tebar naik
Kalau pada spray itu udara yang dominan keluar. Pada Mino air lebih dominan disemprotkan, sedangkan udara lebih sedikit. Ikan membutuhkan oksigen dalam air untuk kehidupannya. Di akuarium, aerator menghasilkan oksigen. Sementara di tambak, kincir air atau air yang mengalir terus-menerus juga menghasilkan oksigen. Namun, cara-cara menghasilkan oksigen yang rendah, hanya 3 ppm.

Pemakaian Mino meningkatkan oksigen terlarut hingga dua kali lipat, menjadi 7 ppm dan lebih tersebar merata. Oksigen terlarut lebih banyak mendorong metabolisme ikan lebih sehat. Akibatnya nafsu makan lebih tinggi sehingga ikan lebih cepat besar. Selain itu mino jug amampu menetralkan kotoran berupa amonium karena berekasi dengan oksigen. Dengan gelembung kecil ketersediaan oksigen terlarut lebih banyak dan tersedia lebih lama. Makin banyak gelembung air di dalam air, padat tebar ikan pun meningkat.

Biasanya setiap pekan, air kolam atau akuarium harus diganti untuk membuang kotoran ikan. Di lain pihak ketersediaan air bersih semakin menipis akibat pencemaran lingkungan. Pemakaian Mino menyebabkan ketersediaan oksigen terlarut dalam air kolam relatif tinggi sehingga air tidak perlu sering diganti. Kini penggantian air cukup setiap dua hingga tiga pekan sehingga pemakaian air lebih sedikit.

Keuntungan lain dari pemakaian alat itu kolam dapat dibuat lebih dalam sehingga volume kolam pun lebih besar. Normalnya, bila ukuran kolam terlalu dalam, oksigen tidak dapat sampai ke dasar kolam meski memakai aerator atau kincir air, oksigen terlarut hanya banyak terdapat di permukaan. Pemakaian Mino menyebabkan oksigen bisa mengisi hingga di dasar kolam dan tersebar merata hingga kedalaman 1,5 meter.

Selain itu, karena ketersediaan oksigen dalam air lebih banyak, lebih banyak ikan yang dapat dipelihara. Dengan berbagai kelebihan itu, pendapatan peternak yang memanfaatkan Mino meningkat 26%. (Syah Angkasa).

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software