Panen Padi di Pipa

Filed in Majalah, Sayuran by on 16/11/2017
Budidaya padi  secara vertikultur memiliki produktivitas tinggi.

Budidaya padi secara vertikultur memiliki produktivitas tinggi.

Menanam padi secara vertikultur cocok untuk pekarangan rumah. Sebagai sumber pangan sekaligus bernilai estetika tinggi.

Malai padi menguning memenuhi pipa polivinil klorida (PVC) yang tegak berdiri. Dzoharul Arifin Al-Faqiri memanen padi itu dengan mencabut tanaman hingga akarnya. Ia memang membudidayakan padi dengan cara yang tak biasa, yakni secara vertikal bukan horizontal seperti umumnya petani. Pemimpin Pondok Modern Sumber Daya At Taqwa (Pomosda), Kabupaten Ngajuk, Jawa Timur itu membudidayakan padi secara vertikultur.

“Selain hemat lahan juga bisa memberdayakan warga setempat,” ujar Kyai Tanjung, sapaan akrabnya. Ia menanam benih padi pada pipa itu. Sebuah pipa setinggi 1,5—2 m dan berdiameter13 cm terdiri atas 12 lubang tanam. Jarak antarlubang tanam mencapai 20 cm sesuai dengan tinggi padi dewasa. Arifin menanam 1 benih per lubang tanam. Di lahan 150 m² ia membangun 600 tiang pipa untuk budidaya padi.

Produksi tinggi

Pemimpin Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda), Ngajuk, Jawa Timur, Kyai Tanjung.

Pemimpin Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (Pomosda), Ngajuk, Jawa Timur, Kyai Tanjung.

Jumlah anakan per lubang sebanyak 12 tanaman. Tiga bulan berselang ia memanen padi vertikultur. Adapun jumlah bulir per malai sekitar 130 biji. Itulah sebabnya total produksi per batang verikultur mencapai 18.720 bulir. “Per m² bisa ditanami isi 4 batang pipa vertikultur,” ujar Arifin. Total produksi mencapai 74.880 bulir per m² yang terdiri atas 4 tiang vertikultur. Produktivitas padi vertikultur terbilang tinggi.

Arifin menuai sekitar 74.800 bulir padi atau 1,9 kg per m² dengan bobot per 1.000 butir rata-rata 27 g. Bandingkan dengan penanaman secara konvensional secara horizontal yang tak sampai 1 kg per m². Produktivitas tanaman tinggi, karena, “Populasi tanaman lebih tinggi karena penanamannya ke atas bukan ke samping,” ujar Irawan Arifianto Wardhana dari Pomosda.

Tentu saja, untuk memperoleh produktivitas setinggi itu, “Kunci utama konsisten,” ujar Kyai kelahiran Nganjuk, kelahiran Nganjuk 16 Juni 1970 itu. Menurut peneliti di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Dr. Ir. Priatna Sasmita, M.Si., dalam budidaya padi yang penting tercukupinya unsur hara, air, dan sinar matahari. “Sejatinya vertikultur lebih terkendali dibandingkan dengan di lahan luas. Mungkin yang jadi kendala mengatur intensitas matahari agar tidak kekurangan, sehingga penempatan vertikultur harus tepat,” ujar doktor Agronomi alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Padi lazimnya ditanam di lahan secara horizontal.

Padi lazimnya ditanam di lahan secara horizontal.

Menurut Priatna Sasmita vertikultur sangat bagus dan cocok untuk pertamanan di halaman rumah yang butuh sentuhan estetika. “Kalau untuk mengejar produktivitas agak susah sehingga arahnya bukan ke sana. Karena akan susah mengontrol tanaman dalam skala luas termasuk dari segi ekonomisnya. Untuk penanaman padi di pemukiman dan pengenalan sosial amat bagus,” ujar Sasmita.

Dari segi produktivitas per m² yang mencapai 1,9 kg juga tergolong tinggi. “Yang perlu dilihat kadar air. Kalau diterapkan secara luas juga tidak berarti linear dengan per m², tetapi ada faktor koreksi di antaranya seperti faktor media tanam dan iklim. Makin luas semakin tinggi faktor koreksinya,” ujar Priatna Sasmita. Namun, budidaya padi secara vertikultur amat bagus terutama untuk memberdayakan masyarakat di pemukiman.

Nutrisi tanaman

Irawan Arifianto Wardhana membutuhkan konsistensi untuk sukses budidaya padi secara vertikultur.

Irawan Arifianto Wardhana membutuhkan konsistensi untuk sukses budidaya padi secara vertikultur.

Proses budidaya padi vertikultur dimulai dengan menyiapkan pipa sebagai wadah tanam. Ia memanfaatkan pipa berdiameter 13 cm agar ruang media untuk padi memadai. Selain itu, kemampuan wadah menahan perubahan suhu dan cuaca saat terpasang.

Harga pipa juga terjangkau dan mudah memperolehnya. “Dalam proses pembuatannya, petani perlu mempertimbangkan aspek keindahan atau nilai estetika,” tuturnya. Arifin menggunakan media tanam berupa campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 3 : 2 : 1. Ia mencampur media itu hingga rata media itu kemudian siram dengan pupuk organik cair sebanyak 250 ml yang dicampur 10 liter air.

Sebagai sumber nutrisi bagi tanaman, Kyai Tanjung menggunakan pupuk organik cair yang mengandung beragam mikroorganisme baik. Bakteri baik yang terkandung di antaranya Trichoderma, Azotobacter, dan Azozpirilium rhizobium. Menurut ahli tanah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Ir. Tualar Simarmata, bakteri Trichoderma sangat baik untuk tanah dan tanaman padi.

Budidaya padi di pot pilihan lain bagi masyarakat perkotaan.

Budidaya padi di pot pilihan lain bagi masyarakat perkotaan.

“Trichoderma mempunyai dua fungsi yaitu memaksimalkan penguraian bahan-bahan organik dan agen hayati sebagai imun tanaman,” kata alumnus Jurusan Ilmu Pertanian, Universitas Justus Leibig, Jerman, itu. Menurut Tualar Simarmata Azotobacter dan Azozpirilium rhizobium berfungsi untuk membantu mengikat nitrogen dari udara, sehingga penggunaan pupuk kimia yang mengandung nitrogen berkurang 10—25%.

Sementara aspergillus membantu melarutkan fosfat agar mudah terserap tanaman. “Pupuk hayati sangat bagus untuk tanah dan tanaman padi,” ujarnya. Kyai Tanjung menuturkan pupuk sejatinya bukan hanya sebagai makanan bagi tanaman, tetapi juga untuk menguatkan ekosistem lahan. Oleh karena itu, pemberian pupuk harus merata dari vertikultur bagian atas hingga bawah. (Bondan Setyawan)

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software