Omzet Besar Jambu Kristal

Filed in Majalah, Topik by on 04/10/2017
Rakhmad Hardiyanto membudidayakan jambu kristal di Batu, Jawa Timur.

Rakhmad Hardiyanto membudidayakan jambu kristal di Batu, Jawa Timur.

Berkebun jambu kristal menghasilkan omzet puluhan juta rupiah sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

Rakhmad Hardiyanto, S.T. memanen rata-rata 700—800 kg jambu kristal setiap pekan saat panen raya pada April, Agustus, November, dan Desember. Padahal, pekebun lain hanya menuai jambu kristal pada waktu-waktu tertentu. Sekitar 80% hasil panen itu termasuk kategori A atau kualitas terbaik. Ciri buah kategori A antara lain berbobot lebih dari 300 gram dengan lebar 4 jari.

Sementara bobot jambu kategori B 250—300 gram berdiameter 3 jari dan kategori C sekitar 200 gram. Petani muda di Bumiaji, Kotamadya Batu, Jawa Timur, itu senang dengan pencapaian itu. Harap mafhum harga jambu kategori A paling mahal mencapai Rp15.000 per kg. Bandingkan dengan kategori B Rp12.500 dan C yang hanya Rp7.000 per kg. Artinya omzet Hardi Rp33,6 juta—Rp38,4juta saban bulan saat panen raya.

Sumber bibit

Konsumen menyukai jambu kristal lantaran bertekstur renyah dan bercita rasa manis.

Konsumen menyukai jambu kristal lantaran bertekstur renyah dan bercita rasa manis.

Ia mengirimkan hasil panen ke pasar modern di Surabaya dan Malang, keduanya di Provinsi Jawa Timur serta Bali. “Kami membungkus jambu menggunakan jaring busa plus plastik sehingga pasar swalayan menyukai produk itu. Apalagi cita rasa jambu juga enak, manis, dan bertekstur renyah sehingga disukai konsumen,” kata pria berumur 33 tahun itu. Prospek jambu kristal makin besar dan permintaan terus meningkat.

Lokasi kebun produksi sekaligus untuk agrowisata

Lokasi kebun produksi sekaligus untuk agrowisata

Oleh karena itu, Hardi menambah populasi jambu kristal menjadi 6.000 tanaman, dari semula 60 tanaman pada 2012. Penanaman jambu kristal itu tersebar di 12 tempat di Kecamatan Bumiaji. Total jenderal luas kebun sekitar 4 hektare dengan 4.700 tanaman produktif. Hardi membudidayakan Psidium guajava secara intensif. Ia membenamkan 20 gram pupuk kalium dan 1 kg kapur setiap bulan per pohon.

Sementara pada kemarau Hardi mengandalkan 5 kg pupuk kandang terfermentasi dan 2 kg arang sabut kelapa setiap tiga bulan per pohon. Ia juga memberikan zat pengatur tumbuh (ZPT) kimia dan organik demi hasil panen maksimal. “Pemberian keduanya bergantian setiap dua pekan,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu.

Kebun 4 hektare milik Rakhmad Hardiyanto berisi 6.000 tanaman jambu kristal.

Kebun 4 hektare milik Rakhmad Hardiyanto berisi 6.000 tanaman jambu kristal.

Hardi rutin memangkas ranting serta tunas tidak produktif dan berpenyakitan setiap 2 pekan sekali agar panen setiap hari. Ia pun memotong cabang atau ranting yang saling menutupi. Tujuannya agar antarcabang tidak bersentuhan sehingga sinar matahari bebas masuk. Menurut Hardi pemangkasan secara tidak langsung memacu tanaman berbuah terus-menerus.

Rakhmad Hardiyanto membudidayakan jambu kristal karena tergiur harga tinggi.

Rakhmad Hardiyanto membudidayakan jambu kristal karena tergiur harga tinggi.

Setiap selesai panen, pekerja juga menebang cabang bekas dompolan buah sepanjang 5 cm untuk merangsang keluarnya tunas baru dan bunga. Pemanenan dan pemangkasan di waktu yang sama untuk menghemat biaya operasional. Hardi memproduksi 1.000 bibit jambu kristal bersertifikat per 3 bulan. Itu sumber pendapatan lain bagi Hardi.

Pencangkokan jambu kristal.

Pencangkokan jambu kristal.

Masyarakat menikmati
Hardi mendaftarkan bibit hasil cangkokan berumur 6 bulan ke Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) dan menjualnya seharga Rp35.000 per bibit. Total jenderal omzet Hardi Rp105 juta dari hasil perniagaan 3.000 bibit setiap tahun. Pundi-pundi Hardi membesar lantaran ia menyediakan wisata petik jambu kristal. Sekitar 1.500 pengunjung dari dalam dan luar negeri mendatangi kebun Hardi.

Penjualan bibit jambu kristal mencapai 3.000 tanaman per tahun.

Penjualan bibit jambu kristal mencapai 3.000 tanaman per tahun.

“Peran sosial media cukup ampuh untuk mempromosikan kebun kami,” kata pria kelahiran 29 September 1984 itu. Menurut Hardi kebun agrowisata memiliki beberapa keuntungan seperti harga semua jambu termasuk kategori A serta promosi gratis lantaran pengunjung berswafoto di kebun dan menyebarkannya melalui media sosial. Manfaat lainnya ia tidak mengeluarkan biaya panen dan pengemasan seperti ke pasar swalayan.

Rakhmad Hardiyanto beserta karyawan membuat mikroorganisme lokal menggunakan rempah-rempah.

Rakhmad Hardiyanto beserta karyawan membuat mikroorganisme lokal menggunakan rempah-rempah.

Menurut Hardi agrowisata membuat jambu kristal lebih terkenal di semua lapisan masyarakat. Sejatinya ia tidak melulu berkecimpung di buah. Kehadiran kebun buah tidak hanya berkah bagi Hardi. Kehidupan warga setempat pun relatif baik karena bekerja di kebun Hardi. Semula ia memiliki 2 karyawan, kini 17 orang. Semua karyawan ia bekali telepon pintar agar memudahkan koordinasi antarbagian.

Imam Ghazali, ayah mertua Hardi yang memberi inspirasi bertani organik.

Imam Ghazali, ayah mertua Hardi yang memberi inspirasi bertani organik.

Hardi sukses beragribisnis dan memberdayakan masyarakat setempat meski bukan berasal dari latar belakang pendidikan pertanian. Itulah sebabnya Hardi menyayangkan pemuda yang enggan terjun ke dunia pertanian. Padahal, Indonesia bertanah subur. “Itu modal besar untuk semangat mengembangkan dunia pertanian. Apalagi masyarakat memerlukan komoditas pertanian sampai kapan pun,” kata alumnus Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya itu. Ia membudidayakan jambu kristal karena tergiur harga tinggi (Bondan Setyawan)

Tags: , , ,

Powered by WishList Member - Membership Software