Mereka Melawan Arus

Filed in Majalah, Sayuran by on 14/12/2017
Eva Lasti Apriani Madarona

Eva Lasti Apriani Madarona

Eva Lasti Apriani Madarona
Petani sayuran hidroponik di Bandung, Jawa Barat
Bisnis adalah kepercayaan. Ketika konsumen menginginkan kriteria khusus, maka berikan sesuai keinginannya. Eva malah menyarankan konsumen untuk menguji secara laboratorium bunga edibel yang ia tanam. Tujuannya memastikan produk itu bagus, bebas pestidida, dan aman untuk kesehatan. “Jadilah bermanfaat bagi orang lain. Jika bisa membantu, bantulah. Jangan berpikir keuntungan finansial karena hal itu dapat muncul di mana saja,” kata Eva.

Destario Metusala

Destario Metusala

Destario Metusala
Peneliti anggrek Kebun Raya Purwodadi
Banyak jenis anggrek di Indonesia terancam punah. Hasil mengambil dari alam tidak bisa langsung dijual, harus dibudidaya dahulu. Hasil budidaya itulah yang boleh dijual. Di sana terbuka peluang usaha budidaya anggrek alam yang mestinya dilirik pebisnis muda. Apalagi permintaan anggrek tinggi, baik itu di dalam atau luar negeri. “Manfaatkan plasma nutfah, cari tanaman endemik yang dapat dibudidaya. Di sana ada peluang bisnis besar,” kata Destario.

Rio Erlangga

Rio Erlangga

Rio Erlangga
Petani beragam buah di Sukabumi, Jawa Barat
Potensi pertanian luar biasa besar. Banyak ceruk yang menanti sentuhan. Ia opitimis Indonesia bisa menjadi raja dunia dan negara agraris yang maju. Ia kini mengelola 70 ha lahan dengan 31 karyawan. “Berbagi dengan yang lain, dahulukan petani, dahulukan karyawan, dahulukan plasma. Itu memacu produktivitas mereka, yang imbasnya pasti kembali kepada kita,” kata Rio.

Kevin Hilarius

Kevin Hilarius

Kevin Hilarius
Penangkar ikan hias di Tangerang Selatan, Banten
Ikan killi yang ia beli dari Eropa dapat ia jual kembali ke Eropa dengan kualitas lebih baik dan kuantitas lebih banyak. Dengan kata lain, ia ingin membuktikan bahwa sumberdaya di Indonesia sangat lengkap. Lahan, air, pakan, dan iklim mendukung.“Semua bisa dilakukan di Indonesia,” kata Kevin.

Hafidz Ilman Albana, S.pt

Hafidz Ilman Albana, S.pt

Hafidz Ilman Albana, S.Pt
Peternak domba di Karawang, Jawa Barat
Pesatnya industri mengundang pendatang dan meningkatkan populasi. Itu menjadi peluang usaha. Budidaya domba bisa mengisi ceruk kuliner dan akikah. Ia berharap semakin banyak pemuda berbisnis domba.“Anak muda dengan gaya kekinian dan menggembala domba itu keren,” kata Hafidz.

Faldi Adisajana S.P

Faldi Adisajana S.P

Faldi Adisajana, S.P.
Pebisnis boneka tanaman di Bandung, Jawa Barat
Bermula dari boneka lumut, ia berinovasi membuat bola lumut untuk media tanam anggrek, dekorasi, atau suvenir pernikahan. Promosi melalui komunitas dan media sosial efektif membuat produknya dikenal pasar dan mendapat tanggapan hangat. “Komunitas dan media adalah pasar potensial,” kata Faldi.

Yudi Permana

Yudi Permana

Yudi Permana
Petani jamur tiram di Cianjur, Jawa Barat
Merasakan kurangnya waktu dengan keluarga, Yudi keluar dari pekerjaan lalu membudidaya jamur tiram. Daya tahan jamur tiram hanya 24 jam sehingga ia mengikat kontrak. Pembeli membeli semua jamur tiram hasil budidayanya dan mitra petaninya dengan membayar tunai. “Memasok bahan baku, menampung hasil panen, dan membayar tunai cara terbaik menjaga ikatan bisnis dengan mitra,” kata Yudi.

Mya Amelia Harma

Mya Amelia Harma

Mya Amelia Harma
Produsen rendang pucuk ubi di Bogor, Jawa Barat
Mengubah citra makanan kelas bawah menjadi kelas premium adalah kunci usahanya. Di Sijunjung, Sumatera Barat, rendang pucuk daun ubi adalah makanan kelas bawah. Dengan proses baik dan kemasan menawan, rendang daun itu bercitarasa sempurna dan menjadi makanan kelas premium.“Kemasan menaikkan nilai jual produk,” kata Mya.

 

Sutarjo

Sutarjo

Sutarjo
Petani buah naga di Bogor, Jawa Barat
Bisnis pertanian dapat dijual dalam bentuk apa pun. Produk segar, olahan, bibit, tabulampot, jasa, bahkan dapat dibisniskan sebagai agrowisata. Sutarjo menjadikan mentor atau gurunya sebagai panutan sekaligus pesaing. Tujuannya untuk memacu semangat sehingga ia terus tertantang untuk selalu berkembang.“Dari 100 pemuda pelopor, pastikan kita ada di sana. Bila ada 10, pastikan salah satunya adalah kita. Bila hanya ada 1, pastikan itu adalah kita,” kata Sutarjo.

577_ 134-6

Aang Permana

Aang Permana
Pebisnis ikan di Cianjur, Jawa Barat
Menjadi wirausaha itu capai, bingung, rumit, pusing, melelahkan, sakit hati, tetapi bisa dilakukan. Makin dijalani kian banyak pula ilmu yang diperoleh, baik pengalaman sendiri ataupun orang lain. Ia memberdayakan kalangan yang kerap dianggap kurang produktif, yaitu perempuan berusia di atas 45 tahun atau janda. Mereka sulit mendapatkan kerja di tempat lain. “Indonesia tidak akan maju hanya karena orang sukses di Jakarta. Indonesia akan maju bila pemuda pulang dan sukses berkarya di desa,” kata Aang.***

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software