Menakar Peluang Pamelo Merah

Filed in Majalah, Topik by on 01/05/2017

Pekebun berpeluang mengembangkan pamelo berkulit merah asal Thailand dengan syarat tertentu.

Pamelo berkulit merah asal Thailand.

Pamelo berkulit merah asal Thailand.

“Saya baru pertama kali melihat pamelo berkulit merah,” kata Sulistyanawati Purwanto dengan wajah berbinar. Ia terkagum-kagum menyaksikan buah pamelo berkulit merah itu bergelantungan di pohon. Harap mafhum kulit pamelo di tanahair lazimnya berwarna hijau atau hijau kekuningan. Sulistyanawati mengikuti acara Trubus Agrotur pada Maret 2017. Salah satu kunjungan ke kebun milik Bun Leue di Nakhonratchasima, Thailand.

Tampilan buah pamelo merah itu amat seronok. Kulit buah anggota famili Rutaceae itu merah pekat. Sudah begitu cita rasanya pun kombinasi manis dan sedikit masam sehingga terasa menyegarkan (baca: Kabar dari Thailand Pamelo Merah halaman 8—13). Selain itu buah tanpa rasa getir. Akankah buah pamelo merah menjadi idola baru bagi pehobi dan pekebun tanaman buah? Apakah buah pamelo merah layak dikembangkan?

Menurut pengamat buah nasional di Kota Bogor, Jawa Barat, Dr. Ir. Mohamad Reza Tirtawinata, M.S., pamelo merah berpotensi dikembangkan di tanah air. Apalagi Thailand dan Indonesia sama-sama beriklim tropis sehingga pendatang baru itu relatif lebih mudah beradaptasi di tanahair. Bagaimana peluang pengembangan pamelo merah di Indonesia? Berikut pendapat para ahli dan praktikus tanaman buah nasional.

570_ 16-3

Dr. Ir. Mohamad Reza Tirtawinata, M.S.

Dr. Ir. Mohamad Reza Tirtawinata, M.S.
Pengamat buah nasional
Bogor, Jawa Barat

Selama ini belum ada pekebun di Indonesia yang membudidayakan pamelo dalam skala luas. Pasalnya, pasar pamelo belum kuat dan kalah besar dibandingkan dengan pasar jeruk-jeruk jenis lain seperti siam dan keprok. Konsumen juga menganggap pamelo sebagai buah kelas kaki lima karena ketika musim berbuah banyak yang menjajakan di tepi-tepi jalan. Dari segi rasa sering kali kurang memuaskan karena ada rasa pahit setelah mengonsumsi pamelo.

Kualitas buah seperti itu akibat sulitnya membedakan antara buah yang masih muda dan siap panen. Hingga kini belum diketahui umur buah yang tepat untuk panen. Apalagi para pengepul biasanya memborong seluruh buah dari satu pohon tanpa seleksi buah yang benar-benar matang. Dengan stereotip seperti itu maka konsumen hanya membeli, tapi setelah itu tidak akan membeli lagi.

Jadi percuma mengebunkan pamelo jika buah yang dihasilkan kualitasnya seperti itu-itu saja. Jika hendak mengebunkan, sebaiknya pilih jenis pamelo yang eksklusif. Pamelo berkulit merah berpotensi untuk dikembangkan karena berkesan eksklusif. Jika pamelo merah itu masuk ke hotel-hotel dan pasar swalayan, akan terlihat menarik perhatian dan pamelo terlihat bergengsi tinggi.

Buah pamelo merah bisa dijual dengan harga lebih tinggi, misalnya Rp150.000 per buah, bukan lagi hanya Rp20.000 per buah seperti pamelo yang dijual di pinggir jalan. Di Indonesia sebetulnya terdapat beberapa varietas pamelo yang rasanya enak seperti pamelo muria asal Kudus, Jawa Tengah. Pamelo-pamelo unggul seperti itu sebaiknya diciptakan sedemikian rupa agar memiliki citra sebagai pamelo unggul. Misalnya dengan mengemas buah secara eksklusif dan mempublikasikan keunggulan rasa buah.

570_ 17-2

Tatang Halim.

Tatang Halim
Pekebun dan pemasok buah
Muarakarang, Jakarta Utara

Pasar pamelo di Indonesia terus meningkat. Dahulu permintaan pamelo hanya meningkat pada waktu-waktu tertentu, seperti saat menjelang hari Imlek. Pada hari raya itu pamelo menjadi buah untuk persembahan saat sembahyang. Kini konsumen membeli pamelo benar-benar untuk konsumsi. Itu karena beberapa pasar swalayan menjual pamelo berkualitas bagus dengan rasa manis dan tanpa getir.

Tatang mampu menjual pamelo secara ajek, mencapai 300—400 buah per pekan sepanjang tahun. Di Indonesia ada beberapa sentra pamelo yang berkualitas baik, di antaranya Aceh, Kudus (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur). Pamelo dari setiap daerah itu memiliki ciri khas masing-masing. Pamelo asal Aceh, misalnya, terdapat varian berdaging putih dan merah muda.

Pamelo berdaging putih biasanya bertekstur lebih kering dan manis bila dipanen matang, sedangkan pamelo berdaging merah muda lebih segar. Ada pun pamelo asal Kudus yang terbaik adalah berdaging merah. Tekstur daging buah lembut dan juicy. Rasanya manis dan tanpa getir bila buah dipetik matang. Namun, karena berkadar air tinggi buah mudah basi sehingga tidak tahan jika disimpan lama. Karakter pamelo asal Banyuwangi mirip dengan Kudus.

Pamelo berkulit merah asal Thailand berpotensi dikembangkan jika rasanya digemari konsumen, yaitu manis dan tanpa getir. Meski berpenampilan menarik, kualitas rasa tetap paling menentukan keputusan konsumen untuk membeli. Jika rasanya kurang baik, maka konsumen hanya sekali membeli, setelah itu tidak akan membeli lagi. Contohnya terjadi pada jeruk dekopon dan mangga irwin.

570_ 17-3

Ir. Arry Supriyanto, M.S.

Kedua buah itu berpenampilan menarik. Namun, rasanya lebih masam. Akibatnya sebagian besar konsumen kurang menyukai rasa dekopon dan irwin. Pamelo berkulit merah juga harus adaptif dikebunkan di berbagai daerah sehingga dapat menghasilan kualitas warna kulit dan rasa yang baik dan stabil.

Ir. Arry Supriyanto, M.S.
Peneliti senior Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
Kota Batu, Jawa Timur

Warna pamelo berkulit merah cukup menarik. Baru kali ini melihat pamelo berkulit merah. Namun, keunggulan itu tetap harus ditunjang dengan rasa buah yang enak, yaitu harus manis dan tidak getir. Rasa itu menjadi preferensi konsumen pamelo. Warna daging buahnya tergolong biasa, hanya menarik warna kulit luarnya. Andai daging buahnya berwarna merah menyala tentu akan semakin menarik. (Imam Wiguna/Peliput: Bondan Setyawan)

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software