Lezat Lagi Kaya Khasiat

Filed in Majalah, Obat tradisional by on 21/11/2017
Mi Soba dengan tambahan jamur maitake

Mi Soba dengan tambahan jamur maitake

Maitake jamur berkhasiat kesehatan. Lezat diolah dalam beragam jenis hidangan.

Waktu menunjukkan pukul 20.00 saat Trubus tiba di Kota Yuzawa, Distrik Minamiuonuma, Prefektur Niigata, Jepang. Kota yang ditempuh sekitar 2 jam dari Kota Tokyo, Jepang, menggunakan kereta itu begitu sepi. Waktu makan malam sudah lewat sehingga sebagian besar warga berada di rumah. Beruntung restoran Yasuyoshi masih buka untuk makan malam. Jarak restoran dari hotel tempat menginap sekitar 500 m.

Di restoran itu pengunjung dapat memilih duduk di kursi atau duduk lesehan beralas tatami—tikar khas Jepang yang terbuat dari tenunan jerami. Setelah menentukan tempat duduk, seorang pramusaji pun menghampiri seraya membawa daftar menu. “Kami pesan menu makanan berbahan maitake,” tutur Direct Marketing General Manager Yukiguni Maitake Co., Ltd., Yu Ochiai yang mendampingi Trubus.

Aneka hidangan berbahan jamur maitake yang disajikan di restoran Yasuyoshi

Aneka hidangan berbahan jamur maitake yang disajikan di restoran Yasuyoshi

Makanan samurai
Maitake jamur yang sangat populer di Jepang karena kelezatan dan khasiatnya. Guru besar emeritus Univeritas Kobe, Jepang, Prof. Hiroaki Nanba, Ph.D., menceritakan maitake makanan para samurai pada zaman Edo pada sekitar 1800-an. “Para samurai itu jarang sekali sakit dan memiliki stamina prima,” ujar peneliti maitake sejak 1983. Maitake tak hanya berkhasiat tetapi juga lezat.

Itulah sebabnya maitake menjadi begitu berharga. Jika menemukannya di alam, maka sang penemu akan menari kegirangan. Pantas jamur itu diberi nama maitake yang dalam bahasa Jepang berarti penari. Sayangnya jamur itu sulit dibudidayakan sehingga masyarakat menganggap maitake sebagai “a mushroom in phantasm” alias jamur fantasi. Sampai akhirnya seorang petani di Jepang, Yoshinobu Ordaira, berhasil membudidayakan Grifola frondosa pada1980-an. Pada 1983 Yoshinobu mendirikan Yukiguni Maitake Co., Ltd., yang fokus memproduksi maitake.
Hiroaki Nanba gembira saat Yoshinobu datang kepadanya memberi kabar tentang keberhasilannya membudidayakan maitake.

Sup jamur maitake yang lezat dan menghangatkan badan

Sup jamur maitake yang lezat dan menghangatkan badan

Itu artinya membuka jalan untuk membuktikan khasiat maitake seperti banyak diceritakan dalam sejarah secara turun-temurun. Setelah melalui penelitian panjang selama 10 tahun, Nanba akhirnya menemukan senyawa aktif unik pada maitake yang disebut MD-fraction. Senyawa dari golongan polisakarida itu bahkan terbukti secara klinis membantu penyembuhan beberapa jenis kanker.

Setelah menunggu selama 15 menit, pramusaji pun datang membawa nampan berisi aneka jenis makanan. Menurut Yu ciri khas restoran Jepang, dalam satu paket menu terdapat banyak jenis makanan, tapi dengan porsi kecil-kecil.

Dalam menu itu terdapat tiga jenis makanan yang menggunakan bahan utama maitake. Salah satunya maitake yang diolah menjadi tempura, makanan khas Jepang yang biasanya terbuat dari aneka sayur-sayuran atau makanan laut yang dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu dan telur. Warga di sana mengencerkan adonan dengan air dingin, lalu menggorengnya dalam minyak goreng yang banyak hingga warna kuning muda.

Jamur maitake yang diolah menjadi nimono.

Jamur maitake yang diolah menjadi nimono.

Pramusaji menghidangkan tempura maitake bersama tempura labu kabocha dan mentimun jepang alias kyuri. Ia menempatkan penganan lezat itu dalam wadah seperti nampan, tapi gagang bagai keranjang. Selain itu pramusaji juga menghidangkan sup maitake putih Grifola frondosa dalam poci keramik kecil. Padahal, poci lazimnya untuk menyajikan teh. Ternyata sup dalam poci itu untuk memudahkan konsumen menikmatinya menggunakan sumpit.

Konsumen dapat menyantap sayuran dalam sup menggunakan sumpit, kemudian menikmati air sup dengan menuangkannya ke cawan kecil yang tersedia dan meminumnya. Hidangan maitake terakhir adalah nimono maitake, yaitu makanan yang direbus dalam kaldu yang diberi bumbu dashi—bumbu dasar dalam masakan Jepang, mirin, dan kecap asin. Orang Jepang biasanya mengolah aneka jenis sayuran dan jamur menjadi nimono.

Ikon baru
Untuk mengolah maitake menjadi nimono, juru masak merebus bahan makanan itu hingga kaldu habis meresap. Rasa nimono agak manis yang berasal dari mirin. Yu menuturkan di Kota Minamiuonuma banyak restoran yang menyajikan hidangan berbahan maitake. Menurut Yu kota seluas 584,8 km2 itu menjadi sentra produksi maitake sejak Yukiguni Maitake Co., Ltd., berhasil membudidayakan maitake di luar habitat aslinya pada 1983.

Aneka produk olahan jamur maitake dalam bentuk kering, siap masak, dan aujiro produksi Yukiguni Maitake Co., Ltd.

Aneka produk olahan jamur maitake dalam bentuk kering, siap masak, dan aujiro produksi Yukiguni Maitake Co., Ltd.

Yukiguni Maitake Co., Ltd., salah satu produsen maitake terbesar di Jepang. Perusahaan itu memiliki 4 lokasi budidaya berkapasitas produksi 31 ton maitake per hari. “Di sini juga banyak petani yang membudidayakan maitake dalam skala kecil. Mereka biasanya memasok restoran-restoran di sini,” tutur Yu.

Kini maitake menjadi ikon baru di Minamiuonuma. Sebelumnya kota yang menjadi tujuan wisata saat musim dingin itu juga dikenal sebagai penghasil beras terbaik di Jepang. Di sana juga terdapat gerai-gerai yang menyediakan buah tangan berupa maitake segar dan dalam berbagai bentuk olahan, seperti maitake kering dan olahan siap masak. Yukiguni juga memproduksi suplemen berbahan ekstrak maitake dalam bentuk tablet dan aojiru.

Aojiru (dalam bahasa Jepang berarti jus hijau) adalah minuman yang ditemukan dr. Niro Endo, dokter militer pada 1943. Dalam masa peperangan itu ia membuat eksperimen membuat jus sayuran daun, salah satunya kale. Jus itu ternyata mampu menyembuhkan anaknya yang menderita pneumonia atau infeksi paru-paru dan istrinya yang menderita nefritis atau infeksi ginjal.

Jamur maitake yang diolah menjadi tempura.

Jamur maitake yang diolah menjadi tempura.

Yukiguni membuat aojiru dari bahan baku daun barley muda dan ekstrak maitake. Perusahaan itu terlebih dulu mengolah maitake menjadi ekstrak dan mencampur dengan barley dalam jus hujau. Jadi, banyak cara merasakan kelezatan dan khasiat jamur maitake. (Imam Wiguna)

Tags: , ,

 

Powered by WishList Member - Membership Software