Kulit Pisang Musuh Katarak

Filed in Obat tradisional by on 12/04/2016
Kulit pisang kepok kuning terbukti mencegah dan mengobati katarak

Kulit pisang kepok kuning terbukti mencegah dan mengobati katarak

Fakta ilmiah kulit pisang mencegah dan mengobati katarak.

Masyarakat Indonesia secara turun-temurun memanfaatkan buah pisang batu sebagai obat diare. Ahli botani dari Belanda, Karel Heyne (1877—1947) dalam “Tumbuhan Berguna Indonesia” menyatakan biji pisang batu dan kulit kayu turi berkhasiat menyembuhkan rasa pedih di tenggorokan. Bahkan bunga, getah, dan akar pisang berkhasiat obat.

Bunga pisang antara lain berkhasiat sebagai obat diabetes mellitus sebagaimana riset K P Sampath Kumar dan rekan dari Coimbatore Medical College, Coimbatore, India. Getah dan akar berguna mengatasi masalah pencernaan. Dalam Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry itu Sampath juga menyatakan kulit pisang berfaedah anticendawan dan antibiotik.

dr Yessica Wilanda SpM mengatakan katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata

dr Yessica Wilanda SpM mengatakan katarak merupakan kondisi kekeruhan pada lensa mata

Antioksidan
Kini riset teranyar membuktikan kulit pisang manjur mengatasi dan mengobati katarak. Dokter spesialis mata di Rumahsakit Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Yessica Wilanda SpM mengatakan katarak adalah semua kekeruhan pada lensa mata. Penderita katarak tidak bisa melihat objek dengan jelas. Sebab, lensa yang keruh menyebabkan cahaya sulit mencapai retina dan menghasilkan bayangan kabur pada retina.

Jumlah dan bentuk kekeruhan pada setiap lensa mata bervariasi. Penyebab katarak paling sering karena degenerasi sel atau penuaan. Katarak juga dapat terjadi lebih awal jika pasien mengidap penyakit sistemik tertentu. Misalnya diabetes mellitus, kolesterol, dan hipertensi. Penyakit itu memicu katarak karena menghambat pasokan makanan untuk lensa mata.

Trauma juga bisa memicu katarak. Trauma terbagi dua yaitu tembus dan tumpul. Trauma tembus terjadi karena partikel dari luar seperti pecahan kaca mengenai lensa mata. Sementara trauma tumpul terjadi karena mata terkena pukulan atau mata mengenai sesuatu saat terjatuh.

Yessica menuturkan, lazimnya dokter mengatasi katarak melalui operasi yang berlangsung 10—15 menit. Namun, jika gejala katarak tidak mengganggu, operasi tidak diperlukan. Tingkat keberhasilan operasi katarak tinggi yaitu hampir 100%. Syaratnya pasien tidak mengalami gangguan pada kornea, retina, saraf mata atau masalah mata lainnya.

Untuk mengurangi potensi terkena katarak Yessica menyarankan untuk mengatur pola hidup dengan pola makan sehat dan menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan. “Menurut teori paparan sinar ultraviolet berpotensi memicu katarak,” kata perempuan kelahiran Jakarta itu.

Makin muda
Lazimnya katarak terjadi pada pasien berusia 60—70 tahun. Namun, kini Yessica kerap menemui pasien katarak berumur 50—60 tahun. Ia menduga umur pasien katarak yang semakin muda karena pola hidup tidak sehat seperti kurang mengonsumsi makanan sehat dan jarang olahraga. Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dalam “Pedoman Penyelenggaraan Bakti Sosial Operasi Katarak Seksi Penanggulangan Buta Katarak 2013” menyatakan prevalensi kebutaan katarak semakin tinggi seiring bertambahnya umur.

Pada kelompok usia 45—59 tahun prevalensi katarak yaitu 20 kasus per 1.000 orang. Sementara angka kejadian katarak pada kelompok usia lebih dari 60 tahun yaitu 50 per 1.000 orang. Pada 2010 Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi jumlah penduduk kelompok usia lebih dari 55 tahun meningkat menjadi 61-juta orang atau sekitar seperempat semua penduduk Indonesia pada 2025.

Katarak juga menyerang bayi dan anak di bawah usia 10 tahun. Musababnya sang ibu terinfeksi virus seperti campak jerman saat hamil. “Semua orang berpotensi mengalami katarak,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, itu. Yessica rata-rata menangani 10 pasen dengan keluhan katarak tiap bulan.

Mayoritas umur pasien sekitar 60 tahun dengan perbandingan antara pria dan wanita 50:50. Yessica mengatakan katarak tidak menular ke orang lain. Gejala katarak antara lain penglihatan kabur, berganda, dan warna tampak pudar. Hasil penelitian Fabianus Winanti F, Gustin Mahmudah, dan Syifai Triana F dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengungkap khasiat kulit pisang manjur mengatasi katarak.

Periset menggunakan kulit pisang kepok kuning. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kulit pisang berkonsentrasi 25% mencegah katarak. Sementara tetesan ekstrak kulit pisang berkonsentrasi 50% mengobati katarak.

Prof Dr drh Siti Isrina Oktavia Salasia

Prof Dr drh Siti Isrina Oktavia Salasia

Penyebab buta
Bagaimana duduk perkara kulit pisang mencegah dan mengobati katarak? Dosen pendamping penelitian, Prof Dr drh Siti Isrina Oktavia Salasia, menduga lutein dalam kulit pisang berperan sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas penyebab katarak. Radikal bebas dari sinar ultraviolet atau cemaran udara memicu reaksi oksidasi yang merusak lemak dan protein penyusun lensa mata.

Semakin bertambahnya usia dan tekanan radikal bebas membuat penglihatan kabur dan lama kelamaan menjadi buta. Antioksidan dalam kulit pisang seperti lutein menjaga kesehatan mata dengan menangkap radikal bebas. Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Yayuk Lukas, belum mengetahui khasiat kulit pisang untuk katarak.

Yayuk lazimnya meresepkan kulit pisang untuk menghaluskan kulit, menyamarkan luka, dan memutihkan gigi. Ia mengandalkan daun sendok, daun pegagan, dan daun sambiloto untuk mengatasi keluhan mata seperti katarak. “Mengonsumsi wortel dan buah pisang juga membantu mengatasi gangguan penglihatan,” kata Yayuk.

Katarak memicu kebutaan mata. Menurut Perdami prevalensi kebutaan di Indonesia tertinggi di Asia tenggara (1,5%). Penyebab kebutaan tertinggi (0,78%) yaitu katarak. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 Kementerian Kesehatan menunjukkan provinsi dengan prevalensi katarak tertinggi yaitu Sulawesi Utara (3,7%), Jambi (2,8%), dan Bali (2,7%). Sementara prevalensi katarak terendah berada di DKI Jakarta (0,9%). Jika telanjur terserang, kulit pisang kepok Musa paradisiaca salah satu pilihan untuk mengatasi katarak. (Riefza Vebriansyah)

Kulit Pisang Antikatarak

Lutein dalam kulit pisang berperan sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas penyebab katarak.

Lutein dalam kulit pisang berperan sebagai antioksidan yang menangkap radikal bebas penyebab katarak.

 

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software