Kopi dan Media Sosial

Filed in dari redaksi, Rubrik Tetap by on 01/11/2017

576_6-6Kami tiba di rumah makan itu sekitar pukul 19.00. Malam itu kami memesan kopi dan mi aceh. Menu khas Aceh andalan rumah makan di salah satu ruas jalan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, itu. Kopi datang lebih dulu dan kami menyeruputnya. Ah, sensasi lezat langsung tercecap di lidah. Kopinya terasa ringan di tenggorokan dan perut. “Kalau kopi hitam apalagi kopi aceh memang enak di perut,” tutur senior marketing Trubus, Suci Puji Suryani. Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Riau, Purwo Hadi Subroto, yang menjadi tuan rumah kami di Pekanbaru mengamini.

Harap mafhum, kopi aceh salah satu kopi spesialti Indonesia. Kopi spesialti merujuk pada kopi khas daerah tertentu dengan sejumlah keunggulan, yakni memiliki keunikan rasa dari biji kopi yang dihasilkan pada iklim dan wilayah tertentu. Kopi spesialti harus memenuhi standar yang dikeluarkan oleh Specialty Coffee Association of America (SCAA). Contoh kopi spesialti memiliki skor minimal 80 dari atribut kekentalan, rasa, aroma, dan kemasaman.

Indonesia memiliki 9 kopi spesialti yakni kopi gayo, simalungun, java preanger, sindoro-sumbing, ijen-raung, kalosi enrekang, toraja, kintamani-bali, dan flores bajawa. Namun, sesungguhnya masih banyak lagi kopi lokal yang berpotensi menjadi kopi spesialti. Kini perhatian khalayak memang tengah terarah pada kopi. Lihat saja pameran kopi berlangsung di mana-mana, kafe-kafe kopi bermunculan hingga ke pelosok daerah, informasi tentang kopi juga bertebaran di jejaring dan media sosial.

Majalah Trubus beberapa kali memuat tema kopi dan kali ini kopi menjadi bahasan utama pada edisi November 2017. Di dalamnya dibahas mulai dari aspek bisnis, jenis kopi unggul, ragam olahan kopi, dan kiat budidaya hingga proses pengolahan terbaik. Sambil menyeruput kopi dan menyantap mi aceh di Pekanbaru, kami melanjutkan pembicaraan tentang kopi.

Kebetulan malam itu bertepatan dengan jadwal diskusi kopi di media sosial Trubus. Diskusi yang berjalan secara daring itu menghadirkan pekebun dan pemasar kopi sebagai narasumber. Jadi para peserta diskusi bisa bertanya dan berbagi pengalaman langsung dengan ahlinya sampai tuntas. Diskusi itu menjadi agenda rutin dengan tema berbeda-beda setiap bulan. Diskusi terbuka untuk umum, para pembaca Trubus, dan peminat pertanian dalam arti luas. Untuk Anda yang berminat bergabung, bisa memantau pengumuman jadwalnya melalui jejaring sosial facebook trubusmajalah, intagram trubusmajalah, dan twitter trubusmajalah. Selamat menikmati kopi! ***

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software