Kembalikan Kolesterol ke Titik Normal

Filed in Obat tradisional by on 01/12/2009 0 Comments

Kolesterol berupa zat seperti lilin berwarna putih. Jika darah adalah sebuah jalan raya, maka kolesterol beredar dengan menumpang mobil bernama lipoprotein. Bila muatan berlebihan menyebabkan kolesterol tak terangkut. Tumpukan kolesterol itulah yang membahayakan karena membentuk plak yang mengganggu peredaran darah.

Keadaan seperti itulah yang dialami Dianti Purnomo di Puri Taman, Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Kadar kolesterol perempuan 53 tahun itu membubung hingga 270 mg/dl. Peningkatan kadar kolesterol itu lantaran perubahan hormonal karena memasuki menopause. Celakanya, ia juga jarang berolahraga.

Hasil pengecekan darah juga menunjukkan kadar LDL low density lipoprotein, alias kolesterol jahat, 248 mg/dl; normal 100 mg/dl. LDL disebut jahat lantaran penyebab menempelnya kolesterol pada pembuluh darah sehingga aliran darah tersumbat. Kadar trigliserida pun naik 240 mg/dl; normal 150 mg/dl. Trigliserida juga memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah. Sedangkan HDL high density lipoprotein 36 mg/dl; normal 60 mg/dl. HDL berperan dalam menekan jumlah LDL sehingga dikenal dengan kolesterol baik.

Efek

Menurut dr Nano Sukarno, dokter di Majalengka, Jawa Barat, kolesterol tinggi terjadi lantaran konsumsi pangan berlemak tinggi. Penyebab lain adalah faktor genetis atau bawaan karena hati memproduksi kolesterol dalam jumlah berlebih. Selain itu faktor hormonal juga berperan meningkatkan kolesterol. Pada wanita menopause produksi hormon estrogen menurun. Padahal estrogen diperlukan dalam memproduksi HDL. Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah menyebabkan ateriosklerosis alias penyempitan pembuluh nadi.

Ateriosklerosis dapat terjadi di mana-mana. Bila penyumbatan di dalam pembuluh darah otot jantung timbul penyakit jantung koroner, pada otak, timbul stroke. Penyakit lain akibat ateriosklerosis adalah hipertensi dan nyeri sendi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat pada 2002, sebanyak 4,4-juta kematian disebabkan oleh hiperkolesterol alias kolesterol tinggi. Nilai itu setara 7,9% dari jumlah total angka kematian global. Artinya hiperkolesterol merupakan ancaman serius.

Untuk mengatasi kolesterol tinggi, Dianti mulai rutin berolahraga, jalan pagi 2 jam sehari. Selain itu, selama 1 bulan ia juga rutin minum obat-obatan penurun kolesterol dari dokter. Meski demikian upaya itu tak membuahkan hasil, kadar kolesterolnya tak kunjung turun. Alih-alih kolesterol normal, ia malah kerap pusing, migrain, nyeri persendian, dan insomnia alias susah tidur.

Keinginan untuk sembuh begitu kuat sehingga Dianti tak patah arang. Ia tetap tekun mengkonsumsi obat-obatan penurun kolesterol. Pada awal September 2009, ia kembali membeli obat penurun kolesterol di apotek. Sayang, persediaan obat yang biasa dikonsumsinya habis. Ketika itulah ia membaca brosur tentang khasiat jus mengkudu Morinda citrifolia. Salah satu faedah tanaman kerabat kopi itu adalah sebagai penurun kolesterol. “Karena obat yang dicari tidak ada, maka saya mencoba jus noni. Barangkali bisa menurunkan kolesterol saya,” kata Dianti.

Ia lantas membeli sebotol jus noni. Setiap hari Dianti rutin mengkonsumsi 4 sloki jus noni, 2 sloki sebelum sarapan dan 2 sloki sebelum makan malam. Saat awal minum jus noni, Dianti tak langsung merasakan khasiatnya. Dua hari pertama, ia merasa pusing dan sering buang air besar. Pada hari ketiga, ia merasa lebih segar. “Pusing hilang dan badan terasa lebih enak. Mungkin gejala pusing itu merupakan penyesuaian tubuh saya terhadap jus mengkudu,” ujar Dianti.

Oleh karena itu ia terus melanjutkan konsumsi jus mengkudu. Dua bulan rutin minum jus noni, “Nyeri persendian hilang dan sekarang tidur sudah bisa lebih nyenyak, tidak insomnia lagi,” kata Dianti. Ia bergegas memeriksakan diri ke laboratorium pada 31 Oktober 2009. Hasilnya sungguh menggembirakan, kadar kolesterol turun 184 mg/dl, LDL 108 mg/dl, trigliserida 136 mg/dl, dan HDL meningkat 57 mg/dl. Hingga sekarang Dianti tetap rutin mengkonsumsi jus Morinda citrifolia itu.

Terbukti ilmiah

Turunnya kolesterol Dianti bukan suatu kebetulan. Menurut Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta, jus mengkudu memang ampuh mengatasi tumpukan kolesterol. Ia juga kerap meresepkan mengkudu untuk mengatasi kolesterol penyebab hipertensi. Untuk mengkonsumsinya, 5 buah mengkudu dijus, lalu air perasannya ditambah dengan seduhan 3 g daun kumiskucing. Ramuan itulah yang diminum 3 kali sepekan untuk menumpas kolesterol.

Bukti mujarabnya mengkudu sebagai antikolesterol antara lain datang dari Retno Budiningsih di Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, Jawa Tengah. Ia menguji 25 tikus berkadar LDL tinggi yang dikelompokkan menjadi 5 grup.

Pada hari ke-14 Retno mengambil sampel darah hewan percobaan untuk menguji kadar LDL. Hasilnya, LDL kelompok tikus yang diberi air perasan mengkudu lebih rendah ketimbang kelompok tanpa mengkonsumsi air perasan mengkudu. Nilai LDL kelompok V 60,12 mg/dl, jauh lebih rendah ketimbang kelompok yang tidak diberi air perasan buah mengkudu, 91,74 mg/dl (lihat tabel). Artinya pemberian jus mengkudu dapat menurunkan kolesterol jahat dalam darah.

Yang menggembirakan pemberian jus mengkudu juga meningkatkan kadar oksida nitrogen (NO) dalam darah. Begitulah hasil riset drh Lilik Maslachah, dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Dalam sel, NO berperan merelaksasi pembuluh darah dan menghancurkan tumpukan kolesterol. Dengan bukti ilmiah itu tak heran kalau kolesterol dalam darah Dianti pun turun. (Ari Chaidir/Peliput: Faiz Yajri)

 

 

Mengkudu ampuh turunkan kolesterol

 

Uji Praklinis Mengkudu

Kelompok Pakan Kadar LDL (mg/dl)

I Pakan standar dan 1,71 lemak babi 91,74

II Pakan standar, 1,71 lemak babi, dan 0,18 mg simvastatin—obat kolesterol 48,10

III Pakan standar, 1,71 lemak babi, dan 1,125 mg air perasan buah mengkudu 81,56

IV Pakan standar, 1,71 lemak babi, dan 2,25 mg air perasan buah mengkudu 71,84

V Pakan standar, 1,71 lemak babi, dan 4,25 mg air perasan buah mengkudu 60,12

Sumber: riset Retno Budiningsih, Universitas Islam Sultan Agung

Hati

Makanan berlemak tinggi

LDL HDL

^ Dosis, sehari 4 seloki dalam 2 kali minum

< Kolesterol di produksi tubuh dalam hati, sumber

lain adalah makanan berlemak tinggi. Kadar

kolesterol tinggi bisa menyebabkan penyumbatan

pembuluh darah karena LDL menempel di diding sel

membentuk plak

Ilustrasi: Bahrudin, Foto-foto: Dok. Trubus

Powered by WishList Member - Membership Software