Kawin Suntik Ayam

Filed in klinik satwa by on October 1, 2011

Kawin suntik ayam2Wirawan Darmawan

 

  1. Pejantan yang baik sudah berumur 1,5-3 tahun dengan kondisi fisik sehat, tanpa cacat.
  2. Siapkan tabung penampung sperma, NaCl fisiologis 0,9%, akuades, dan alat suntik. Seminggu sebelum sperma diambil dari pejantan, lakukan pengelusan pada bagian punggung dari bawah leher ke arah ekor dan dari bawah anus ke arah ekor jantan. Lakukan 5–10 kali setiap hari.
  3. Sperma diambil dengan cara membersihkan kotoran dan bulu pada kloaka terlebih dahulu. Lakukan pengelusan dan tekan bagian atas pangkal ekor dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri memegang tabung penampung sperma. Pengelusan dilakukan hingga sperma keluar, kemudian tampung sperma dalam tabung.
  4. Sebelum disuntikkan pada betina, sperma perlu diencerkan terlebih dahulu memakai larutan garam fisiologis NaCl 0,9%. Derajat pengencerannya minimal 1:1 dan maksimal 1:4. Sebanyak 1 ml sperma diencerkan dengan 1-4 ml larutan NaCl. Masukkan larutan NaCl secara perlahan-lahan ke dalam tabung berisi sperma. Goyangkan tabung hingga sperma dan NaCl tercampur homogen. Jangan diaduk, karena dapat merusak kualitas sperma. Selanjutnya masukkan sperma encer ke dalam alat suntik sebanyak 0,1-0,2 ml untuk satu kali penyuntikan. Tekan bagian tubuh bawah kloaka dengan tangan kiri ke arah dada hingga terlihat saluran telur betina. Masukkan alat suntik secara perlahan ke dalam saluran telur sedalam 2-3 cm. Kawin suntik dapat diulang 3-7 hari setelah penyuntikan pertama. ***
Powered by WishList Member - Membership Software