Kampium Daring

Filed in Tanaman hias by on 18/03/2015
Brown cochin juara pertama Liga Premier Aglaonema 2014 koleksi Eddy Santoso

Brown cochin juara pertama Liga Premier Aglaonema 2014 koleksi Eddy Santoso

Di dunia maya, aglaonema brown cochin menorehkan prestasi gemilang. Klangenan Eddy Santoso di Serpong, Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu menyisihkan 117 aglaonema pesaing pada kompetisi Liga Premier Aglaonema (LPA) 2014 yang digelar secara daring atau online di situs jejaring sosial facebook. Penilaian berdasarkan jumlah pemberian jempol pada foto peserta kontes.

Pemilik tanaman yang menjadi peserta kontes, mengunggah foto di dinding halaman grup Aglaonema on Facebook (AGOF). Frekuensi mengunggah foto sekali setiap bulan mulai Februari—Desember 2014. Dengan demikian kondisi tanaman tetap terpantau. Foto mewakili tanaman peserta kontes. Aglaonema brown cochin semakin unggul setelah mendapat poin tertinggi dari juri yang terdiri atas Syah Angkasa (Depok, Jawa Barat), Rimbun (Weleri, Jawa Tengah), dan Jodi Santoso (Jakarta).

Red cochin juara ketiga LPA 2014 milik Anang Utoyo

Red cochin juara ketiga LPA 2014 milik Anang Utoyo

Juri mengamati pertumbuhan tanaman setiap bulan. Mereka memberikan penilaian pada bulan kesebelas. Total jenderal brown cochin memperoleh 500,5 poin hasil penggabungan jumlah jempol dan penilaian juri. Pengawas kompetisi, Eko Setyoadi, menuturkan LPA berlangsung sejak 2010. Setiap pehobi boleh menurunkan lebih dari satu pot aglaonema.

Antusiasme anggota grup untuk mengikuti lomba sangat tinggi terbukti peserta meningkat setiap tahun. Semula hanya 48 pot aglaonema yang mengikuti LPA pada 2013. Kemudian meningkat menjadi 117 pot pada 2014. Lonjakan itu terjadi sebab LPA satu-satunya lomba yang menguji kepiawaian merawat tanaman.

Di tengah perjalanan kompetisi beberapa tanaman gugur karena mati atau mogok tumbuh. Salah satunya, tiara mutasi merah milik Deva Reza. “Tiara hanya mampu bertahan hingga bulan keempat lantaran terserang busuk batang,” ujar pehobi di Jakarta itu. Ia berupaya menyelamatkan dengan membuang bagian terinfeksi. Sayang, tindakan itu tidak mampu membuat tiara bertahan hingga liga usai.

Eddy Santoso (berkaus biru) bersama anggota Aglaonema On Facebook (AGOF)

Eddy Santoso (berkaus biru) bersama anggota Aglaonema On Facebook (AGOF)

Meski gagal mempertahankan tiara, Deva tidak berkecil hati. “Saya justru mendapat pengalaman berharga mengenai seluk-beluk perawatan aglaonema, termasuk penyakit yang mengintai,” ujarnya. LPA memang ajang bagi pehobi aglaonema untuk berbagi ilmu. Beberapa tanaman yang tidak mampu bertahan hingga kompetisi berakhir diungkap penyebabnya dan diulas bagaimana cara mengatasinya. (Andari Titisari)

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software