Jasa Kelelawar Untuk Bawang

Filed in Majalah, Sayuran by on 12/03/2018
Hasil panen bawang merah meningkat 50% berkat penambahan pupuk guano.

Hasil panen bawang merah meningkat 50% berkat penambahan pupuk guano.

Hasil panen bawang merah meningkat 50% setelah penambahan pupuk guano.

Senyum kebahagiaan terpancar di wajah Mangku Komang Berata setelah menuai 6 ton bawang merah di lahan 4.000 m². Lazimnya petani di Banjar Kayupadi, Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali, itu hanya memanen 4 ton umbi Allium cepa dari luas lahan sama. Artinya, hasil panen bawang di kebun Berata meningkat 50% dari hasil panen sebelumnya. Ia menjual hasil panen dengan harga minimal Rp8.000/kg ke pengepul. Total jenderal Berata meraup omzet Rp48 juta. Setelah dikurangi ongkos produksi Rp8 juta, Berata memperoleh laba Rp40 juta. “Saya senang dengan hasil panen itu,” kata pria kelahiran 4 Mei 1993 itu. Bandingkan dengan keuntungan panen sebelumnya yang hanya Rp24 juta. Apa rahasia Berata sehingga hasil panen bawang merahnya terdongkrak?

Menurut Berata, hasil panen di kebunnya meningkat setelah menggunakan guano organik untuk pemupukan. Menurut produsen pupuk di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng., pupuk guano berasal dari kotoran burung liar dan kelelawar. Di antara kedua kotoran hewan itu kandungan unsur hara kotoran kelelawar lebih tinggi dibandingkan dengan kotoran burung liar. Berata menggunakan guano sebagai pupuk tambahan. Saat mengolah lahan ia menaburkan 9 ton kotoran ayam sebagai pupuk dasar. Menurutnya pupuk dasar itu cukup untuk 2 kali musim tanam. Setelah itu ia membuat bedengan dengan lebar 110 cm dan tinggi 20 cm. Panjang bedengan disesuaikan kondisi lahan.

Pupuk guano terbukti ilmiah meningkatkan produksi bawang merah.

Pupuk guano terbukti ilmiah meningkatkan produksi bawang merah.

Pengganti NPK
Selanjutnya Berata menaburkan 320—400 kg pupuk guano untuk luas lahan 4.000 m². Pupuk itu menggantikan NPK dan Phonska. Sebelumnya, pria 24 tahun itu menaburkan 200 kg NPK dan 144 kg Phonska. Setelah itu ia memasang mulsa dan menanam bibit umbi anggota famili Amaryllidaceae itu. Petani di Bali lazim memakai mulsa saat membudidayakan bawang merah. Menurut guru besar bidang budidaya tanaman Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Prof. (Riset). Ir. Suwandi, MS., penggunaan mulsa di kebun bawang merah sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian, terutama untuk penanaman di dataran tinggi dan saat musim hujan. Manfaat penggunaan mulsa antara lain menjaga kestabilan suhu tanah, mengurangi risiko terserang penyakit tular tanah, dan menekan pertumbuhan gulma. Mulsa plastik dapat digunakan hingga 3 kali periode tanam.

Produsen pupuk guano di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng.

Produsen pupuk guano di Yogyakarta, AA Gede Agung Wedhatama P. M.Eng.

Pemupukan selanjutnya ketika ognon—sebutan bawang merah di Perancis— berumur 20 hari setelah tanam (hst). “Saat itu saya memberikan 160 kg pupuk guano padat,” kata pekebun bawang merah sejak 2011 itu. Sepuluh hari menjelang panen Berata menaburkan 50 kg pupuk fosfat dan 50 kg KCl agar pertumbuhan vegetatif terhambat dan pembentukan umbi optimal. Untuk menghindari serangan hama dan penyakit, ia menyemprotkan fungisida dan insektisida yang dilarutkan dalam air dengan perbandingan 1:1:10. Penyemprotan dilakukan sejak tanaman berumur 25 hst dengan frekuensi sepekan sekali. Dengan cara itu hasil panen zwiebel—sebutan bawang merah di Jerman—melesat dari semula 4 ton bawang merah dari lahan 4.000 m² menjadi 6 ton.

Sesuai riset
Bagaimana mekanisme pupuk guano meningkatkan produksi bawang merah? Menurut Suwandi pupuk guano menyediakan unsur hara bagi tanaman kerabat bunga amarilis itu. Wedhatama mengatakan hara dalam tanah di lahan Berata sebelumnya menipis dan kondisi lahan kiritis. Itu karena ia menggunakan pupuk kimia dan kotoran ayam. Penambahan pupuk guano memperbaiki struktur tanah dan menyuburkan lahan. Pupuk guano mengandung unsur hara makro dan mikro lengkap.

Kebun seluas 4.000 m2 di Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali, menghasilkan 6 ton bawang merah setelah ditambahkan pupuk guano.

Kebun seluas 4.000 m2 di Desa Songan, Kabupaten Bangli, Bali, menghasilkan 6 ton bawang merah setelah ditambahkan pupuk guano.

Pupuk guano juga kaya kandungan fosfat yang diperlukan bawang merah untuk pembentukan umbi. “Dampaknya anakan bawang merah lebih banyak dan bobotnya maksimal,” kata pemilik perusahaan pupuk PT. Wedhatama Sukses Makmur itu. Manfaat pupuk guano untuk kepaløk—sebutan bawang merah di Norwegia—sesuai riset Mulyono dan rekan dari Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Aceh Tengah, Nanggroe Aceh Darussalam. Hasil penelitian Mulyono dan tim mengungkapkan pemakaian 3,6 kg pupuk guano per plot berukuran 1,2 m x 3 m menghasilkan 3,35 kg bawang merah. Dalam penelitian itu Mulyono menanam bawang merah jarak tanam 20 cm x 20 cm dan menggunakan mulsa limbah kulit kopi.

Adapun plot tanpa pupuk guano hanya menghasilkan 2,13 kg umbi tanaman kerabat bawang putih itu. Artinya, terdapat perbedaan hasil 57,3%. Mulyono menyatakan pupuk guano mampu meninggikan hasil panen karena menyumbangkan unsur yang diperlukan untuk pertumbuhan bawang merah. Pemberian pupuk guano juga memperbaiki struktur tanah sehingga perakaran tanaman berfungsi optimal. Dampaknya pembentukan akar, batang, daun, dan umbi lebih sempurna ketimbang perlakuan tanpa pupuk guano.

Mangku Komang Berata menggunakan pupuk guano sejak 2015.

Mangku Komang Berata menggunakan pupuk guano sejak 2015.

Pupuk guano yang digunakan Berata dapat meningkatkan hasil panen bawang merah karena diperkaya dengan mikrob Trichoderma sp., Rhizobium sp., dan Pseudomonas sp. sehingga bekerja lebih optimal. Menurut Suwandi faedah agen hayati antara lain mengefektifkan penyerapan unsur hara oleh tanaman serta mengendalikan hama dan penyakit. (Riefza Vebriansyah)

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software