Jampang sang Penakluk

Filed in Satwa by on 06/06/2013 0 Comments

Jampang sukses menggondol gelar BOB karena penuh gaya dan atraktifJampang (6,5 bulan) merebut gelar best of the best (BOB) setelah menundukkan 2 serama BOB di kontes sebelumnya.

Kelima juri itu meletakkan sepotong sedotan di atas meja yang sama. Di meja itulah Jampang berdiam. Artinya para juri sepakat menabalkan Jampang sebagai peraih best of the best (BOB) pada kontes serama. Jampang memang istimewa. Ia paling banyak bergaya saat tampil di atas meja berukuran 120 cm x 80 cm. Tidak bosan-bosannya Jampang mengelilingi meja sambil membusungkan dada dan menarik kepala ke belakang.

Hal itu sering mendapat aplaus dari penonton. ”Ia memiliki autogaya. Artinya dada serama itu selalu membusung selama penilaian,” kata koordinator juri, Rudi Pelung. Sesungguhnya 4 serama lain di final BOB tidak kalah berkualitas. Mereka adalah Monggo Mas, kampiun kelas jantan muda, Super Hornet (jantan remaja), Pesona 9 (jantan dewasa A), dan Pemangku Raja Kubing (jantan dewasa B). Dua yang disebut terakhir peraih gelar BOB di kontes serama Piala Amin Jakarta 2013 dan kontes Modern Serama Indonesia (MSI) Cup 2013.

Pisang kepok

Di babak BOB itu Super Hornet  sebetulnya tampil apik. Namun, 5 menit menjelang waktu usai, serama milik Markus itu terjatuh di pinggir meja sehingga terdiskualifikasi. “Ia jatuh karena selalu bermain ke pinggir meja karena ingin menantang ayam di meja lainnya,” kata Rudi. Itulah sebabnya gelar paling bergengsi akhirnya jatuh ke tangan Jampang. Bagi Jampang gelar BOB itu yang pertama pada penampilan perdananya di kontes serama nasional.

“Saya senang dengan keberhasilan ini,” kata Damiri, pemilik Jampang. Damiri  memang mempersiapkan Jampang sebelum turun gelanggang. Ia memberi 2—3 jangkrik sebagai sumber protein dan karbohidrat serta sesendok makan milet supaya daya tahannya prima. Frekuensi pemberian 2 kali sehari pada pagi dan sore. Damiri juga memberikan sesendok teh beras merah setiap pagi dan sepertiga pisang kepok pada siang. “Pisang bagus untuk memperlancar pencernaan,” kata pria kelahiran Jakarta itu.

Di luar BOB, perburuan gelar best of chick (BOC) berlangsung seru. Pada babak itu 5 serama berkulitas bersaing ketat menjadi yang terbaik. Menurut juri kontes, Hengky Kumis, Golds Terror bersaing ketat dengan Barbara Dee, jawara anakan betina A. Serama milik Angga itu jatuh dari meja sehingga Golds Terror, milik Vicky Hennessey muncul sebagai juara. “Sejak awal lomba ia rajin bergaya dengan membusungkan dada dan membuat kepalanya menyelam ke belakang,” kata Hengky.

Kategori bergengsi lainnya adalah raja kebas. Down Payment (DP) menjadi yang terbaik di kelas itu. Serama milik Kisnandar dari Tangerang, Provinsi Banten, itu mengungguli serama lawan dengan 39 kebasan. Di kontes sebelumnya, Piala Modern Serama Indonesia (MSI) 2013 DP melakukan 38 kebasan. Selama berkiprah di kontes serama total jenderal DP meraih 4 gelar raja kebas. “Itu bakat sejak lahir karena tidak semua serama memiliki bakat kebas,” ujar Rudi. Kemampuan DP meningkat karena terus dilatih.

Kontes pada 5 Mei 2013 itu berlangsung meriah. Acara bertajuk Kontes Kecantikan dan Seni Ayam Serama Giant Cup III itu diikuti 254 peserta. Jumlah itu meningkat 9% dibandingkan tahun lalu, sebanyak 230 peserta. “Peserta datang dari berbagai daerah seperti Palembang (Sumatera Selatan), Bandung (Jawa Barat), Jakarta, Yogyakarta, Kediri (Jawa Timur), dan Makassar (Sulawesi Selatan),” kata Santo Prabowo, ketua panitia. (Riefza Vebriansyah)

 

FOTO:

 

  1. Golds Terror tampil energik dan maksimal sehingga berhak meraih gelar BOC
  2. Jampang sukses menggondol gelar BOB karena penuh gaya dan atraktif
  3. Down Payment (DP) tetap kokoh bertakhta sebagai raja kebas
  4. Penjurian berlangsung ketat
  5. Damiri(kiri), pemilik Jampang, menerima piala dari ketua panitia

 

 

Powered by WishList Member - Membership Software