Hidroponik: Tinggi Produksi, Hemat Biaya, Swarakit

Filed in Tekno by on 02/03/2014

532_54-1Dua lelaki itu menurunkan potongan pipa, talang polivinil klorida (PVC), selang, dan plastik. Mereka lalu menghubungkan pipa-pipa putih itu menjadi sebuah rangka berjenjang 3. Di tingkat kedua mereka membaringkan 5 talang PVC yang dilengkapi papan plastik berlubang tanam dan selang hitam. Di level terbawah mereka meletakkan kontainer berisi air dan pompa. Terakhir di tingkat teratas plastik penutup dibentangkan. Jadilah instalasi hidroponik yang cocok untuk diletakkan di halaman rumah dan bisa dirakit sendiri.

Berkebun secara hidroponik kini kian diminati sebagai hobi, pun bisnis. Para pehobi bisa bereksperimen membuat aneka bentuk instalasi swarakit. Pekebun bersiasat untuk menghemat biaya dan mempertinggi produksi. Itu karena berhidroponik makin asik. (Evy Syariefa)

 

Produksi & Mutu Seiring Sejalan

Budidaya tomat ceri secara hidroponik di Belanda

Budidaya tomat ceri secara hidroponik di Belanda

Tomat beef dan ceri bermutu tinggi, sekaligus produksi menjulang, 8 kg per tanaman.

Buah-buah tomat yang menggantung itu tampak bernas. Semburat jingga mulai tampak pada buah anggota famili Solanaceae yang tumbuh di sebuah greenhouse. Pekebun di Desa Pasirlembu, Kecamatan Gununggeulis, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Leo Suryaningtyas, rutin memanen 150—200 kg tomat beef dan ceri 3 kali seminggu, setiap Senin, Rabu, dan Jumat. Dari jumlah itu, 100—140 kg di antaranya merupakan tomat beef. Leo mampu panen berkesinambungan karena mengatur pola tanam, yakni menanam 1.500 bibit per bulan.

Pekebun hidroponik sejak 2012 itu  memproduksi tomat untuk memasok pasar swalayan 70—80% dari total panen. Artinya sekitar 100—160 kg produksinya per hari terserap pasar swalayan yang menghendaki tomat bermutu tinggi: bobot seragam 175—225 g, sehat, dan tingkat kematangan 60—80%. Panen sebelum matang membuat tomat tahan simpan hingga 10 hari dalam suhu kamar. Buah berwarna merah cerah mengilap saat matang. Rasanya manis agak masam, dengan kadar kemanisan 5- 6 o briks.

Harga tinggi

Tomat beef bertekstur keras dan renyah sehingga tahan lama

Tomat beef bertekstur keras dan renyah sehingga tahan lama

Leo menerima harga Rp14.000—Rp17.000 per kg tomat beef dan Rp20.000 per kg tomat ceri—keduanya untuk konsumsi segar. “Biasanya tomat ceri dimakan sebagai camilan sehat, sedangkan tomat besar untuk garnish atau penghias masakan,” ujar Leo. Sebagian tomat ia jual kepada pengunjung kebun seharga Rp25.000 per kg. Menurut Leo dalam sebulan terdapat 200—300 pengunjung. Sisanya ia kirim ke gerai pasar modern dengan harga Rp14.000—Rp20.000 per kg.

Bandingkan dengan tomat biasa yang harganya hanya Rp5.000—Rp8.000 per kg. Bahkan, ketika pasokan membeludak, harga jual tomat terjun bebas. Leo menerima harga jual tinggi dan stabil.  Dengan harga jual Rp14.000—Rp25.000 per kg, omzet Leo minimal Rp14-juta per bulan. Menurut Leo, biaya produksi tomat beef mencapai Rp8.000—Rp10.000 per kg. Itu termasuk benih, pupuk, tenaga kerja, dan sewa lahan. Harga jual itu pantas untuk tomat berkualitas tinggi produksi Leo.

Selain bermutu tinggi, Leo juga memperoleh hasil yang mencengangkan. Leo Suryaningtyas  memanen rata-rata 6—8 kg per tanaman. Padahal, produktivitas tomat di dataran rendah hanya 1—2 kg, sementara di dataran tinggi 2—3 kg per tanaman. Lokasi greenhouse di Desa Pasirlembu berketinggian 500 meter di atas permukaan tanah atau termasuk dataran menengah.

Penanaman tomat di dalam greenhouse mengurangi risiko serangan hama dan penyakit

Penanaman tomat di dalam greenhouse mengurangi risiko serangan hama dan penyakit

Menurut Dr Ir Anas Dinurrohman Susila, MSi, dosen Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, produktivitas tomat yang dibudidayakan di dalam greenhouse rata-rata 4 kg. “Lebih dari itu memerlukan perawatan intensif,” ujar Anas. Leo mengelola dua greenhouse untuk produksi dan sebuah greenhouse untuk pembibitan di lahan 1.500 m2.

Greenhouse produksi berukuran masing-masing 30 m x 20 m. Di rumah tanam itulah ia membudidayakan tomat beef varietas vernal dan watt dan tomat ceri varietas sakura secara hidroponik. Pekebun 32 tahun itu menanam tomat menggunakan polibag sebagai wadah dan sekam bakar sebagai media tanam. Jarak antarpolibag 30 cm sehingga total populasi mencapai 2.000 tanaman dalam sebuah greenhouse. Leo mencampur kedua jenis tomat itu dalam sebuah greenhouse. “Jarak tanam” tomat beef dan tomat ceri di greenhouse itu sama saja, yakni 1 meter.

Bantu penyerbukan

Tomat hidroponik dengan tingkat kematangan 50—60% (kiri), 70—80% (tengah) dan >90% (kanan)

Tomat hidroponik dengan tingkat kematangan 50—60% (kiri), 70—80% (tengah) dan >90% (kanan)

Tomat bermutu dan produksi tinggi itu bermula dari sebuah pembibitan. Leo Suryaningtyas membibitkan tomat di polibag berukuran 10 cm x 10 cm selama 3 pekan. Pria kelahiran 18 November 1982 itu hanya menyiram air tanpa nutrisi pada tanaman sepekan pascasemai. Dua pekan berikutnya, ia memberikan larutan nutrisi berkonsentrasi 0,5 mS. Setelah itu, Leo memindahtanamkan bibit tomat di polibag berukuran 30 cm x 30 cm bermedia tanam arang sekam.

Ia menanam 2 bibit berdampingan di setiap polibag. Jarak antarpolibag 50 cm x 30 cm. Saat tinggi batang mencapai 1 m, Leo melengkungkan ke polibag di samping lalu merambatkan di seutas benang yang membentang setinggi greenhouse, yakni 4 m. Tujuannya mempemudah panen. Harap mafhum, dalam satu periode tanam selama 9 bulan panjang batang tanaman kerabat terung itu bisa mencapai 6 m. Cara seperti itu dilakukan pekebun tomat hidroponik di Belanda. Pada umur 1,5 bulan setelah tanam di polibag, muncul tandan bunga pertama di ruas daun ketujuh.

Hasil panen tomat ceri

Hasil panen tomat ceri

Tandan bunga biasanya muncul di setiap 3 ruas daun. Tandan kedua muncul di ruas daun ke-10, ketiga di ruas daun ke-13, dan seterusnya. Untuk mengawinkan bunga tomat, Leo menggoyangkan tandan bunga dengan tongkat berbalut kasur busa. Tujuannya agar serbuk sari jatuh ke kepala putik sehingga meningkatkan keberhasilan. Leo membantu penyerbukan bunga setiap pukul 10.00—11.00 ketika kelopak mekar sempurna. Saat buah tomat beef seukuran kelereng, Leo mulai menyeleksi.

“Kalau terlalu banyak, buah saling mengimpit. Akibatnya ukuran buah mengecil dan bentuknya tidak sempurna,” ujarnya. Pria berusia 32 tahun itu menyeleksi tomat beef hingga tersisa 4 buah per tandan dengan ukuran seragam. Ia tidak menyeleksi tomat ceri. Musababnya, dompol tomat ceri renggang sehingga buah tidak berimpit. Satu dompol terdiri atas 10—20 buah.

Nutrisi

Leo memberikan pupuk khusus hidroponik AB mix. Pekebun tomat hidroponik itu melarutkan 2 liter nutrisi A dan 2 liter nutrisi B masing-masing dalam 200 liter air di wadah berbeda.  Itu cukup untuk tanaman-tanaman di sebuah greenhouse. Dari dua buah tandon itu nutrisi mengalir melalui irigasi tetes yang mengalir ke setiap polibag 3 kali sehari.  Jika cuaca panas, penyiraman lima kali sehari.

Leo Suryaningtyas, pekebun tomat hidroponik di Bogor

Leo Suryaningtyas, pekebun tomat hidroponik di Bogor

Sebelum tanaman berbuah, Leo menyiram dengan konsentrasi larutan (EC) 1—2 mS. Ketika tanaman mulai berbuah, ia meningkatkan konsentrasi nutrisi menjadi 3—5 mS, tergantung umur tanaman. Contoh pada tanaman berumur 5 bulan ia memberikan konsentrasi nutrisi 3 mS, sedangkan untuk tanaman yang lebih tua, 6 bulan, maka konsentrasi nutrisi 4 mS. Tanaman mulai berbunga pada umur 40 hari setelah tanam dan Leo panen perdana 21 hari kemudian.

Suhu greenhouse berkisar 25—32oC dengan kelembapan 55—70%. Menurut ahli hidroponik di Jakarta, Yos Sutiyoso, idealnya dalam greenhouse, suhu siang rata-rata 26oC. Suhu maksimum bisa mencapai 32oC, tetapi tidak lebih dari 1–2 jam. Kelembapan optimal 70%, cahaya optimal 8.000 foot candles, dan waktu paparan sinar 10 jam. Budidaya tomat dalam greenhouse mengurangi risiko serangan hama dan penyakit. Pasalnya, hanya serangga kecil yang mampu terbang tinggi dan masuk ke dalam greenhouse.

Untuk mengatasi hama, Leo menggunakan perangkap serangga sementara kehadiran cendawan diminimalisir dengan budidaya yang bersih. Lokasi kebun di pedesaan membuat kawasan itu kerap menjadi “korban” pemadaman listrik saat kondisi cuaca buruk seperti saat musim hujan. “Saat musim hujan sering terjadi listrik padam berjam-jam akibat hubungan pendek arus listrik. Kalau sudah begitu, pekebun menyiram tanaman secara manual,” ujarnya. Semua itu ia lakukan demi menghasilkan tomat berkualitas tinggi dan produksi menjulang. (Kartika Restu Susilo)

Demi Mutu Tinggi

532_58

 

  1. Semai benih tomat dalam tray dengan media tanam arang sekam.
  2. Setelah berumur 1 pekan, pindahkan bibit ke dalam polibag berukuran 10 cm x 10 cm. Siram tomat dengan air tanpa campuran nutrisi selama sepekan.
  3. Pindahkan tomat ke dalam greenhouse pada umur sebulan setelah tanam. Satu polibag berukuran 30 cm x 30 cm berisi 2 tanaman. Jarak antarpolibag 30 cm x 30 cm.
  4. Siram tanaman 3—5 kali sehari dengan konsentrasi larutan nutrisi 1—2 mS.
  5. Rambatkan tomat pada tali. Jika semakin tinggi, belokkan batang tomat ke arah samping.
  6. Setelah tanaman berbunga, lakukan penyerbukan dengan cara menggoyangkan tandan bunga. Penyerbukan sebaiknya pukul 10.00—11.00.
  7. Naikkan konsentrasi EC menjadi 3—5 mS ketika tanaman mulai berbuah. Lakukan seleksi 3—4 buah per tandan.
  8. Panen buah saat tingkat kematangan 60—80%.

 

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software