Fruit Paradise (Bibit Buah Bermutu)

Filed in Info Singkat by on 30/11/2018

Kebun bibit bersertifikat besutan IPB dan PT Botani Seed Indonesia.

Kasus pekebun salah tanam varietas jamak terjadi. Pedagang menjanjikan tanaman menghasilkan buah besar, manis, dan genjah. Namun, itu hanya impian kosong. Pekebun rugi besar. Itu terjadi karena investasi untuk pengadaan bibit sangat besar dan masa penantian yang lama. Itulah sebabnya membeli bibit harus di lokasi terpercaya. Kebun Fruit Paradise di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, hadir untuk menjawab persoalan itu.

Kebun yang diresmikan pada 2017 itu hadir atas prakarsa Institut Pertanian Bogor. Pengelolaan kebun berada di bawah komando Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) dan PT Botani Seed Indonesia. Ribuan bibit siap tanam menghuni 4 bangunan, masing-masing seluas 30 m x 25 m. Bibit hasil okulasi itu tampak sehat, hijau, dan rimbun. Pertumbuhan bibit amat seragam.

Di bagian pangkal batang terpasang label berwarna biru berisi keterangan asal-usul bibit seperti nama varietas batang bawah dan batang atas, nomor induk, produsen, tanggal okulasi, dan masa berlaku bibit. Itulah bibit produksi Kebun Fruit Paradise di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Fruit Paradise merupakan kebun yang memproduksi bibit buah tropis unggul bersertifikat.

Intensif

Menurut direktur utama PT Botani Seed Indonesia, Ir. Dadang Syamsul Munir, M.M., bibit bersertifikat sangat penting bagi pekebun. “Bisa dibilang bibit bermutu dengan asal-usul jelas merupakan kunci keberhasilan berkebun buah,” katanya. Kebun Fruit Paradise memproduksi beragam bibit tanaman buah unggul seperti lengkeng, durian, avokad, jeruk, dan pepaya.

Mereka menjaga betul proses produksi mulai dari pemilihan pohon induk, kualitas batang bawah, mutu batang atas, tahapan penyambungan, dan kesehatan bibit. “Kami menggunakan bantuan staf dan tenaga ahli terampil,” kata Dadang. Setiap hari selalu ada kegiatan produksi sehingga ketersediaan bibit kontinu. Jumlah bibit yang dihasilkan pun seragam dan bervolume besar.

Kebun Fruit Paradise memiliki area khusus untuk menampung koleksi tanaman induk. Varietas yang dikembangkan antara lain lengkeng (itoh dan kateki), avokad (wina), durian (bawor, pelangi, monthong, dan matahari), dan jeruk (siam madu, keprok batu, dan keprok tejakula). Kebun di lahan seluas 25 hektare itu dilengkapi 8 rumah tanam berbagai ukuran. Di setiap rumah tanam terdapat seorang penanggung jawab yang bertugas merawat dan menjaga tanaman.

Setiap rumah tanam memiliki fungsi berbeda. Ada yang berguna untuk menyemai benih sebagai bahan batang bawah. Ada pula yang berfungsi sebagai tempat untuk memelihara batang bawah. Selain itu ada rumah tanaman yang berguna sebagai area perbanyakan dan pemeliharaan bibit siap tanam.

Kebun Fruit Paradise menghasilkan 150.000 bibit selama setahun terakhir. Bibit bersertifikat itu menyebar ke berbagai kebun buah di tanah air. Menurut Dadang selama ini banyak pekebun kesulitan mendapatkan bibit bermutu dan terpercaya. Kasus yang kerap terjadi sejumlah pekebun kecewa lantaran membeli bibit yang tidak sesuai dengan yang ditawarkan oleh penangkar.

Jenis bibit yang dibeli berbeda dengan yang diharapkan para pekebun. Akibatnya hasil panen kurang memuaskan sehingga pekebun rugi. Padahal, pekebun sudah menanti hingga 4—5 tahun. “Oleh karena itu, ketersediaan bibit bersertifikat amat penting untuk menunjang keberhasilan pekebun,” kata Dadang.***

Tags: , ,

Powered by WishList Member - Membership Software