Faldi Adisajana

Filed in Wiratani Muda by on 28/11/2017

575_ 56-2Penyerapan anak muda dibawah umur 30 tahun diharapkan banyak masuk ke sektor pertanian dibandingkan sektor industri. Hal tersebut disampaikan Bayu Krisnamurthi, sebagai alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) juga selaku pengamat pertanian, Sabtu (28/10), dalam acara diskusi bertajuk ‘Jadi Petani Itu Keren!’, di IPB Internationan Convetion Center, Bogor.

Pebisnis kokedama di Bandung, Jawa Barat, Faldi Adisajana, menyulap boneka kokedama lebih hidup. Pemuda 24 tahun itu menambahkan tiruan mata, tangan, dan kaki sehingga menyerupai boneka. Setelah menyulap penampilan kokedama, konsumen terutama anak-anak  tertarik membeli dan memeliharanya. Harga satu kokedama kecil Rp110.000, sedangkan ukuran besar mencapai Rp315.000—RpRp430.000 per tanaman.

Setahun terakhir masyarakat di berbagai kota di Indonesia kian mengenal kokedama. Mereka makan menggemari tanaman yang tumbuh dalam wadah berbentuk bola lumut. Istilah itu berasal dari kata koke berarti lumut dan dama bermakna bola. Kokedama adalah tanaman yang ditanam dengan bola lumut. Bola lumut sebagai wadah tumbuh tanaman. Saat ini, teknik kokedama berkembang ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Saat itu Faldi salah satu penjual terbaik. Ia bisa menjual 50 boks per pekan. Harga 1 boks Rp75.000. Faldi meraup omzet Rp15 juta per bulan.

Berkat “Planter Craft”, Faldi Adisajana berhasil meraih juara II Wirausaha Muda Mandiri tingkat nasional Kategori Mahasiswa di Bidang Usaha Kreatif. Penghargaan ini ia raih pada 8 Maret 2016 lalu di Yogyakarta. “Planter Craft” merupakan bisnis yang ia tekuni selama hampir satu tahun terakhir. Bisnis kreatif yang ia tekuni ini bergerak di sektor kerajinan kayu dan tanaman hias, dengan ikon utama berupa boneka lumut. ***

Tags: ,

Powered by WishList Member - Membership Software