Elok Taman Dinding Tony

Filed in Tanaman hias by on 31/08/2011

 

Paduan begonia, rumput swiss, ipomoea, medinilla, dan bromelia membentuk pola abstrak yang artistik sehingga mempercantik suasana di area sekitar kolam renangKediaman Tony Tatung di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, luasnya mencapai 500 m2. Dari luasan itu separuhnya untuk bangunan rumah, sisanya untuk kolam renang dan garasi. Tony hanya menyisakan lahan seluas 35 m2 untuk taman bergaya tropis di salah satu sudut rumah.

Taman seluas itu tentu saja tidak cukup untuk menciptakan suasana asri. Namun, Tony tidak kehabisan akal. Ia lalu membuat 3 taman vertikal: satu di antaranya berukuran 1,5 m x 2 m dan lainnya berukuran 2 m x 2 m. Ketiga taman dinding itu diletakkan di dinding samping rumah yang menghadap ke garasi. Selaginella, peperomia, dan rumput swiss yang ditanam di taman dinding itu tampak menawan menghiasi dinding bercat putih. Di bawahnya berderet keladi hias berwarna hijau tua berbercak hijau muda.

Geotekstil

Tony juga membuat taman dinding berukuran 4 m x 4 m yang menutupi dinding benteng rumah dekat kolam renang. Taman vertikal itu terlihat lebih semarak dengan perpaduan hijau, merah, merah muda, dan jingga. Warna hijau berasal dari ratusan rumput swiss, ipomoea, dan selaginella. Di bagian tengah ada begonia berdaun merah yang berpadu dengan bromelia hijau, jingga, dan merah muda. Beberapa medinilla tengah memunculkan bunga merah muda yang bergelantungan.

Seluruh tanaman ditata sedemikian rupa membentuk pola abstrak yang artistik. Di samping taman dinding tumbuh pisang-pisangan dan pandan bali untuk mempercantik sudut area kolam renang. “Sejak ada taman vertikal keluarga jadi senang berkumpul di sekitar kolam renang walaupun matahari sedang terik,” tutur Tony.

Yang menakjubkan, seluruh tanaman pada taman vertikal itu terlihat seperti tumbuh dari permukaan dinding. Sesungguhnya tanaman-tanaman itu “diselipkan” pada lubang-lubang yang dibuat pada dua lapis kain geotekstil yang direkatkan. Kain dibentangkan di kerangka baja ringan sehingga ajek. Kehadirannya sebagai pengganti modul yang selama ini banyak dipakai sebagai wadah tanam pada taman vertikal.

Ke dalam dua lapis kain setebal 6 mm itu tidak ditambahkan lagi media tanam. “Cukup mengandalkan media yang menempel di perakaran tanaman,” tutur Hari Harjanto, perancangnya. Karena tanpa isi media lapisan kain tipis sehingga tanaman bak tumbuh dari dinding.

Meski tanpa media tanam, toh tanaman tetap tumbuh subur. Hanya dalam sebulan tanaman sudah terlihat rimbun dan memenuhi seluruh permukaan media. “Selama kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi dan lingkungannya sesuai, maka tanaman akan tumbuh subur meski tanpa media,” ujar arsitek lansekap dan dosen Pelestarian Lansekap Sejarah dan Budaya, Jurusan Arsitektur Lansekap, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Nurhayati MSc.

Irigasi otomatis

Hari memilih kain geotekstil sebagai wadah tanam karena tahan lama. “Di mancanegara geotekstil kerap digunakan untuk menutup tanah atau sebagai alas galian yang bersifat permanen,” kata pemilik nurseri Wongtani itu. Penggunaan karpet glasswool – bahan karpet duduk – untuk wadah tanam taman vertikal hanya tahan 5 tahun. Geotekstil pun sedikit menyimpan air sehingga air penyiraman tidak merembes dan merusak dinding.

Sebagai sumber nutrisi, Hari memberikan pupuk berupa NPK berimbang yang dilarutkan dalam air dengan dosis 0,2 g per liter. Interval pemupukan seminggu sekali. Pupuk diberikan berbarengan dengan penyiraman.Penyiraman diberikan melalui pipa yang telah dilubangi dan dipasang di bagian atas kerangka baja. Pipa itu terhubung dengan pompa air dengan pengukur waktu otomatis. Pompa diatur untuk mengalirkan air selama 20 detik. Dalam sehari pompa aktif 4 kali. Satu unit pompa dapat dipakai untuk taman dinding hingga berukuran 15 m x 7 m.

Biaya untuk membuat taman dinding berbahan geotekstil beserta tanaman dan instalasi pengairannya hanya Rp1-juta per m2. Pada sistem modul Rp2,5-juta per m2. Oleh karena itu taman vertikal berbahan geotekstil bisa menjadi pilihan untuk menghiasi dinding. Meski relatif lebih murah tampilannya tetap indah seperti yang disaksikan di kediaman Tony. (Tri Istianingsih/Peliput: Dahlia)

Powered by WishList Member - Membership Software